
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Eva memintanya untuk duduk dengan tenang dan buru-buru pergi untuk menguji darahnya, yuna duduk di kursi dengan gelisah menunggu hasilnya.
Dua puluh menit kemudian eva kembali dengan membawa kertas hasil pemeriksaan.
Ia memandang yuna dan langsung bertanya.
"Apa Baru-baru ini kamu pernah mendonorkan darah?"
Yuna ingat tiga bulan yang lalu mendonorkan darah gratis, ia mengangguk."Iya, ada apa?"
Eva menggigit bibirnya dan tidak bisa berkata untuk sementara waktu.
"Cepat,katakan padaku, apa yang salah denganku? apakah ada hubungannya dengan donor darah itu? apakah aku sakit?" yuna merasa cemas dengan hasilnya.
Eva menyerahkan hasilnya dan membiarkan yuna membaca sendiri dan hasil pemeriksaan adalah yuna sakit leukimia akut.
Mata yuna melebar, tubuhnya gemetar dan hampir pingsan,eva memeluk tubuhnya."Yuna, jangan khawatir,kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut"
"Bagaimana mungkin? bagaimana aku bisa terjangkit penyakit ini?"
"Kami mendeteksi ada infeksi virus di darahmu, mungkin dari produk darah atau hubungan sexual,aku tahu kamu adalah orang yang sehat dan mencintai diri sendiri"
"Apakah maksudmu,alat donor darahku membuatku terinfeksi penyakit ini? bagaimana mungkin?"
"Tapi inilah yang ada di laporan, virus ini telah menyebar dalam tubuhmu untuk waktu beberapa bulan dan hari ini baru menunjukkan gejala,jika kamu tidak ada luka, kamu mungkin tidak tahu ada masalah dalam darahmu"
"Tidak... tidak.. ini tidak mungkin" yuna hampir pingsan,ia baru saja akan menjalani hidupnya yang bahagia,bagaimana bisa terkena penyakit ini?
"Yuna, ikuti aturan perawatan! kamu akan baik-baik saja" eva memeluknya dengan erat."Aku tahu kamu dan tuan presiden akan menikah, beritahukan padanya tentang masalah ini, dia pasti akan memikirkan cara untuk mengobatimu, aku saja belum sempat mengucapkan selamat padamu"
Yuna menangis di pelukan temannya, perasaannya seperti sudah mati,meskipun eva terus menghiburnya, namun yuna tidak asing dengan penyakit leukimia,ia tetap merasa sangat sedih.
Yuna menerima telepon dari ibunya dan meminta pulang ke rumah untuk menyiapkan acara pertunangan.
Yuna tampak sedikit pucat dan belum memberitahu orang tuanya, ia menggunakan gaun khusus dan naik mobil bersama dengan orang tuanya dan langsung pergi ke kediaman keluarga Xi.
Pada saat ini di rumah keluarga Xi sangat meriah, ada delapan belas orang yang hadir, clint, ayahnya, keluarga gong, yuna datang bersama kedua orang tuanya dan paman-pamannya.
Kali ini tidak ada orang luar yang di undang, hanya ada dua keluarga yang hadir.
Daniel tiba pukul empat sore, dan membukakan mobil untuk keluarga yang, ini membuat keluarga yang merasa tersanjung.
Yuna merasa bahagia daniel menyambutnya langsung, ia melupakan penyakitnya untuk sementara waktu.
__ADS_1
Yuna sendiri tidak menyesal mati muda, asalkan menjadi istrinya.
Daniel memegang tangan yuna berjalan masuk ke ruamah, meskipun tangan daniel terasa kaku, yuna sudah sangat bahagia..
Candice memberikan selamat kepada pasangan yang baru tiba dan semua orang bergantian memberikan selamat.
Semua orang menatapnya dengan kebahagiaan dan penuh harapan. .
Di dalam rumah
Ada seseorang yang duduk tenang di aula, ia melamun disana cukup lama,ia bahkan melupakan makan malamnya.
Ia tahu malam ini adalah pertunangannya.
Dia telah bertunangan dan tidak lama lagi akan menikah.
Hatinya merasa sakit, namun ia tidak merasa cemburu dengan gadis itu, dia adalah gadis yang cantik dan berkepribadian yang baik, setidaknya jauh lebih baik dibanding dengan clarissa.
Pada saat yang sama juga lebih baik daripada dirinya.
Dia memiliki latar belakang politik dan akan membantunya di masa depan, tidak seperti dirinya yang hanya bisa melindungi orang yang dicintai.
Keira tersenyum pahit.
Ia tiba-tiba teringat pada seseorang dan menelepon sean.
"Halo, elena,ada apa?" sean merasa bahagia.
"Iya, aku akan mentraktirmu makan malam ini"
"Tidak usah,kita bertemu di restoran saja, aku akan mengirim alamat padamu"
"Baiklah" sean merasa sangat senang diundang makan olehnya.
Ia tidak menyangka satu-satunya orang yang bisa menemaninya adalah sean.
Setengah jam kemudian,mereka bertemu di depan restoran.Sean menyadari kesedihan di wajahnya."Apa yang salah? apa perasaan hatimu sedang tidak bagus?"
"Tidak ada, aku hanya ingin makan malam bersama teman"
"Oke, mulai dari teman... terus.. " sean tidak melanjutkannya,gadis ini pasti mengerti pikirannya.
Sean memesan banyak hidangan, namun setelah hidangan datang, elena hanya bengong dan tidak memulai makan.
"Elena, ayo makan, apa yang sedang kamu pikirkan?"
Keira menggelengkan kepala."Namaku bukan elena, namaku adalah keira"
"Keira? kenapa kamu ada dua nama?"
"Kedepannya kamu panggil saja keira" keira merasa lapar, namun tidak ada nafsu untuk menyantap hidangan.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak suka dengan hidangan ini? kalau begitu, aku akan menyuruh pelayan untuk menggantinya"
"Tidak, ini bukan masalah hidangan, tapi aku tidak ada nafsu makan malam ini"
Di kediaman keluarga xi
"Ayo bersulang, mari kita bersulang untuk kebahagiaan yuna dan daniel, semoga mereka langgeng dan cepat mendapatkan keturunan" kata kakek zhang
Semua orang mengangkat gelas dan bersulang untuk yuna dan daniel, yuna yang meminum jus tiba-tiba menangis.
"Yuna, ini adalah momen bahagiamu, kenapa kamu menangis?" ibunya memegang pundaknya.
"Aku benar-benar senang malam ini, aku merasa sangat bahagia" walaupun menangis, yuna tersenyum bahagia.
"Candice, temani yuna istirahat di lantai atas" kata Nyonya xi.
"Oke, bu" candice tersenyum dan memegang tangan yuna, ia dapat melihat kebahagiaan yuna yang begitu mencintai kakaknya.
Di lantai dua
Candice membantu yuna duduk di kursi, lalu mengambikan selembar tisu."Terima kasih candice"
"Istirahatlah" candice tersenyum
Daniel mengetuk pintu dan masuk ke ruang istirahat,melihatnya masuk candice tersenyum dan berkata."Kak, aku harus menjaga anak-anak, kamu temani dia,ya"
"Ya" daniel tersenyum kearah adiknya.
Daniel menatap wajahnya,ia tahu yuna menangis bukan karena bahagia.
"Yuna, hari ini yang duduk disini adalah anggota keluarga,jika kamu ada sesuatu yang ingin di katakan, katakan saja"
Tiba-tiba yuna memeluknya dan bisa merasakan hangat tubuh pria ini.
Tubuh daniel sedikit menegang, ia mengangkat tangannya.
"Biarkan aku memelukmu, aku tidak akan meminta lebih, boleh kan?"
Daniel menepuk punggungnya."Apa kata-kataku tadi yang membuatmu sedih? kalau kamu mau membatalkan semuanya masih sempat"
"Tidak, aku tidak ingin membatalkan pernikahannya"
Daniel menghela nafas."Mengapa kamu harus menderita seperti ini? kamu tidak harus mengikat hidupmu dengan denganku"
"Daniel, aku mencintaimu,beri aku sedikit waktu, hanya ingin berada di sampingmu sedikit lebih lama" Selesai berkata tubuh yuna terjatuh di pelukan daniel, ternyata ia pingsan.
"Yuna.. yuna" daniel menggendongnya dan berjalan turun.
Di lantai bawah semua orang terkejut melihat daniel menggendong yuna.
"Ada apa dengan yuna?"
__ADS_1
"Dia tiba-tiba pingsan,aku ingin membawanya ke rumah sakit"
"Apa?" bagaimana ini bisa terjadi?" semua orang merasa khawatir melihat wajah pucat yuna.