Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Indri


__ADS_3

"Aku sudah di basement sayang". Ujar Guntur menelfon istrinya.


"Baik bang. Aku segera turun". Jawab Gita.


Guntur yang menjemput istrinya sudah menunggu di basemant. Karena Gita tidak mau menunggu di loby.


Dia lebih suka menunggu di basement, karena dia tidak ingin jadi perhatian, baik dari karyawan atau dari yang sedang memata- matainya.


Gita turun menggunakan lift langsung menuju basemant.


Gedung Kantor.


Sudah di tunggu oleh suaminya. Berdiri di depan mobil. Sambil tersenyum.


Gita menyalami suaminya saat mendekat. Dan Guntur mencium kening isrinya


"Abang sudah ganti baju?. Apa kita langsung kerumah ayah?". Tanya Gita.


Karena suaminya sudah tidak berpakaian dinas lagi. Dia tahu, suaminya pilang bekerja tidak sepertinya pukul lima sore.


"Boleh, kalau tidak ada yang akan diambil ke apartemen". Jawab Guntur.


"Tidak ada juga. Semua juga ada kok di rumah mama". Ujar Gita.


Dirumah orang tuanya pakaian dan semua kebutuhan Gita juga lengkap. Karena Gita semenjak menikah dengan Guntur sering pulang dan menginap dirumah orang tuanya.


Setidaknya sudah hampir tujuh bulan menikah, Gita dan Guntur kerumah orang tua mereka bergantian setiap akhir pekan. Kalau Guntur tidak dinas malam.


Sehingga Guntur sering diskusi dan bercerita dengan mertuanya tentang rencana resepsi pernikahan nya.


"Ok. Ayo". Ajak Guntur.


Dia mengemudikan mobilnya keluar gedung perkantoran menuju jalan utama.


Jalanan kota sore hari memang terkenal macet. Semua aktifitas selesainya karyawan kantor pulang bekerja.


Mereka berbincang santai menikmati perjalanan menuju rumah irang tua Gita.


Pas azan magrib Gita dan Guntur sampai di rumah orang tua Gita.


.


Dika yang dari siang menghabiskan waktu siang sampai sore di hotel bersama indri.


Bahkan dia lupa kalau dia mau keluar kota untuk menuju kampung Gita.


Tapi malah olah raga ranjang di siang hari.


Dika yang otaknya mesum tidak bisa menahan hasratnya untuk segera menikmati tubuh indri.


Indri yang cantik dan sexy membuat hasrat binatang dalam tubuhnya bergejolak.


"Terus.. Kamu memang ahli dalam memanjakan punyaku. Ah...ah..".


Desah Dika saat Indri yang memang sudah ahli dalam hal ini.


"Kamu memang pakarnya ************. Bikin aku ketagihan....". Tambah Dika.

__ADS_1


Indri yang di sanjung dengan kata- kata indah semakin bersemangat meliukan tubuhnya.


Dika yang sangat menyukai perempuan aktif diatas, semakin menikmatinya.


Apalagi tubuh indri yang padat berisi membuat tangannya tidak berhenti meremas.


Hingga pertempuran sengit di atas ranjang di akhiri dengan lenguhan panjang keduanya, mencapai kepuasan birahi.


Mereka terkapar lemas di atas ranjang hotel, yang mana seprai yang berantakan dan basah oleh...


Pakaian mereka, bantal berserakan di lantai, bukti keganasan dan ketidak sabaran mereka saat akan bertarung.


"Katanya anak kamu dipulangkan oleh keluarga msntan suamimu ya". Tanya Dika.


Disela-sela tarikan nafas yang memburu. Setelah hampir dua jam mereka olah raga ranjang.


"Iya. Padahal aku sudah senang anak itu mereka bawa. Dan aku tidak akan mengurusnya.


Tapi ternyata setahun setelah perceraian itu. Mereka melihat perubahan wajah anakmu.


Dia lebih mirip kamu dari pada mantan suamiku itu. ketahuan kalau bukan darah dagingnya. Warna rambut dan raut wajah yang berbeda dengan mereka.


Makanya dikembalikan pada orang tuaku". Jawab Indri.


Juga sedang menarik nafas hingga normal lagi.


"Sudah berapa umurnya?". Tanya Dika.


"Hampir dua tahun. Orang tua dia mengantar anak itu saat berumur delapan belas bulan.


Dan sekarang tinggal dengan orang tuaku". Jawab Indri.


Karena dia juga tidak yakin itu anaknya. dia berfikir kalau Indri selingkuh bukan dengan dirinya saja waktu itu.


Sebelum mereka berhubungan, indri memang sering main dengan sesama teman atau om-om. Itu pengakuan Indri.


Sebab semenjak sma dan kuliah di stikes, indri sudah sering diajak oleh temannya yang nakal untuk jadi peneman laki-laki hidung belang.


Apalagi saat sudah menikahpun indri tidak hanya selingkuh dengannya. Juga dengan seorang dokter di tempatnya bekerja.


"Saat aku pacaran dan dekat dengan mantan suamiku itu, aku hanya berhubungan denganmu.


Hanya dengan kamu aku ngamar.


Dia yang jadi pacarku saat itu tidak pernah menyentuhku sekalipun.


Kamu ingat, saat persiapan pernikahanku kamu yang sedang dinas di kota ini dan tiap hari minta dilayani.


Hingga beberapa hari akan menikah, aku baru tahu aku sedang hamil.


Hamil anakmu. Untung saat tes kesehatan belum ada tanda hamil. Hingga aku lolos tes". ujar indri.


"Terus, apa suami kamu tidak masalah kalau kamu tidak perawan?". Tanya Dika.


"Saat semua persiapan pernikahan sudah siap, aku bilang padanya kalau aku sudah tidak perawan. Karena pernah di perkosa saat masih sma.


Dia tidak bisa mengelak atau membatalkan lagi. Semua sudah sembilan puluh persen selesai. Tinggal akad saja".jelas Indri.

__ADS_1


"Dasar player kamu. Menipu calon suami. Juga, ternyata mantan suamimu bodoh. tidak tahu kalau sedang di tipu". Ujar Dika.


"Dia tidak bodoh. Dia hanya waktu itu sangat percaya padaku karena cinta mati padaku. Dan percaya aku korban.


Mungkin kalau dia tahu aku sering ngamar dengan pria hidung belang dan dalam keadaan hamil. Mungkin dia membatalkan pernikahan.


Tapi aku tidak ingin anakku tidak punya ayah. Makanya aku berusaha untuk segera menikah dengannya". Jawab indri.


"Apa dia tidak curiga kalau kamu sedang hamil waktu itu?. Dan waktu lahir yang mungkin lebih cepat dari bulan nikah kalian". Tanya Dika.


"Saat aku menikah, aku telat dua minggu. Mungkin juga bibit kamu nempel saat kita ke puncak.


Kan kita kepuncak dua hari. sekitar dua minggu menjelang aku nikah. Dan kamu selama dua hari itu bersemangat main.


Kata kamu ingin menikmati calon pengantin". Jelas Indri.


Dika mengangguk. Tapi tidak mau memikir jauh. Yang dia pikir hanya bagaimana dia bisa puas saat di atas tubuh wanita.


"Aku tidak mau bertanggung jawab atas anak itu". Ujar Dika tiba-tiba.


"Tidak usah. Kamu cukup bertanggung jawab padaku. Memberiku kepuasan dan uang. Aku juga tidak mau orang tuaku tahu siapa ayah biologis anaku". Jawab Indri.


"Kenapa?!".


"Karena aku mau kembali pada mantan suamiku". jawab indri.


"Apa dia mau?".


"Aku usahakan. Aku yakin dia sangat sayang pada anakmu itu. Mamanya saja menangis saat memberikan anakmu itu pada orang tuaku, seperti tidak mau berpisah.


Aku akan ajak anakmu kerumah orang tuanya. Biar mereka tersentuh dengan kepolosan seorang anak yang mereka asuh hampir setahun.


Pasti mereka akan tertarik untuk mengasuhnya lagi". Jawab Indri.


"kamu yakin?. Kan mereka tahu bukan cucu mereka. Pasti mereka tidak mau". Ujar Dika.


"Makanya aku usahakan untuk menarik perhatian mereka melalui anak itu. Karena aku sangat ingin kembali pada suamiku itu.


Aku juga sudah diberhentikan bekerja karena masalah pengrebekan waktu itu". Jawab Indri.


"Kenapa tidak mencari pria lain saja. Kan banyak om-om penikmat tubuh kamu yang kaya.


Lagian mantan suami kamu pasti tidak sekaya orang yang memboking kamu". ujar Dika.


"Iya. Yang lain memang kaya dan bisa menjamin ku. tapi dengan status istrinya aku tidak tersentuh hukum.


Karena tidak akan ada yang berani menangkapku". Ujar Indri.


"Apa yang kamu kerjakan, hingga butuh bekingan?". Tanya Dika heran.


"Aku yang tidak punya uang karena ditalak dan di berhentikan bekerja, terjerat hutang pada seorang bandar.


Dan mereka menjadikanku kurir membawa barang ke lapas...".


"Apa?. Aku tidak ingin kamu membawa namaku untuk itu".


Dika yang kaget langsung bangun, mengambil semua pakaiannya menuju kamar mandi dengan tubuh polos.

__ADS_1


.


.


__ADS_2