Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 137


__ADS_3

"Ke rumah nomor berapa kamu mengantar penumpang tadi".


Ujar salah satu pengendara motor pada teman Guntur yang di paksa berhenti di pinggir jalan.


Ya.


Setelah mobil keluar asrama polisi, langsung diikuti oleh pengikut yang memata-matai Gita dan Guntur dari mall tadi.


Dan mengarahkan untuk berhenti di pinggir jalan, tidak jauh dari gerbang asrama.


Walau keadaan jalan saat magrib sedang ramai dan macet. Tetap mereka memaksa untuk berhenti di sisi jalan.


"Nomor rumahnya kurang tahu bang. Tapi mereka di antar kerumah yang ada di dekat lapangan tenis, di seberang musholla". Jawab Sang pengemudi yang mereka anggab taksol.


"mana ponsel kamu. untuk melihat nomor ponsel orang yang kamu antar tadi!". ujar salah satu dari mereka.


Meminta ponsel milik orang yang mereka kira supir taksol.


"Maaf bang. Ponsel saya tadi jatuh dan mati. Ini saya mau langsung ke counter untuk memperbaiki ponsel saya". jawabnya.


"Coba lihat". Ujarnya tidak percaya.


Maka sang supir tadi mengambil ponsel yang ada di dalam mobil untuk memperlihatkan ponsel rusak pada para penodong itu.


Untung sang supir seorang intel yang punya seribu satu cara untuk mengelak dan mengecoh.


Ada sebuah ponsel mati yang rusak dengan layar retak terletak di dalam mobil. Dan memberikan pada mereka yang menodong.


Sang penanya memperlihatkan ponsel rusak yang dia terima kepada rekannya yang ada di depan mobil.


Karena kedua motor itu berdiri di depan, karena menghadang mobil.

__ADS_1


Sikap sang supir sedikit dibuat cemas karena di hadang oleh beberapa orang dengan dua buah sepeda motor.


Padahal mata dan telinganya dipasang untuk mendengar ucapan dan obrolan mereka. Yang berbicara pelan.


"Rusak ponsel supir itu bang. Tidak ada petunjuk". Ujarnya.


"Terus. Kita bagaimana?. Kita tidak bisa melapor pada bos Indri dan pacarnya itu". Jawab yang lain.


Mereka berbicara pelan dan sedikit berbisik.


"Kita harus cari cara lain. harus ada yang berjaga di sini malam ini. Besok pagi-pagi kita akan mengintai kegiatan mereka. agar bisa tahu dan melihat aktifitas mereka pagi besok.


Pasti mereka akan pergi bekerja besok, Kita bisa mengikuti mereka dimana suaminya dinas dan juga dimana istrinya bekerja". Tambah yang lain.


"Benar.


Kita akan mengikuti mereka, supaya rencana yang sudah direncanakan berhasil". Ujar mereka.


Sang supir tadi pura-pura sibuk saja membenarkan letak spion mobil. Juga pura-pura melap kaca depan mobil dengan kemoceng.


"Kita harus lapor pada bos Indri. Kalau mereka sudah masuk ke asrama, dan kita tidak bisa mengikuti mereka kadalam". Ujar salah satu dari mereka.


"Biar aku yang telfon". Ujar yang mungkin ketuanya.


Diapun mengabarkan pada orang yang menyuruh mereka mengintai Guntur dan Gita. Yaitu Indri.


"Eh bang. Kan tadi mereka menitipkan belanjaan mereka di tempat penitipan barang di mall.


Dan aku lihat mereka dari cafe langsung menunggu di loby naik taksol ini". Ujar salah satu dari mereka.


"Oh iya. Pasti mereka akan kembali untuk mengambil belanjaan mereka itu.

__ADS_1


Kalian berdua satu motor siaga di gerbang. Bisa saja sebentar lagi mereka keluar untuk kembali ke mall.


Biar kami satu motir lagi kembali ke mall. jaga-jaga di sana". Ujar yang menelfon Indri tadi.


"Memangnya bos Indri sudah tidak di sana bang?. Untuk ikut melihat". Tanya yang lain.


"Bos Indri sudah pulang dengan pacarnya. Karena pacarnya tadi menyusul untuk menemui istri polisi itu.


Tapi tidak bertemu. Mereka sekarang sedang di tempat bos Indri". Jelasnya.


"Kalian siaga di sini. Kabari segera apa yang kalian lihat.


Berikan ponsel supir ini kembali". Ujarnya menaiki motor.


Maka tinggalah dua orang dengan satu motor lagi. Dan pemotor yang tertinggal, memberikan pada supir yang mereka kira taksol.


"Sebaiknya kamu pergi. Sudah membuat kemacetan". Ujarnya.


"Baik pak". jawabnya.


Diapun masuk kedalam mobilnya untuk pergi dari sana. Malas menghadapi mata-mata yang jelas-jelas tidak profesional.


Bekerja bergerombolan dan sangat terlihat dalam bergerak memata-matai seseorang.


Apalagi berdiskusi di tempat umum dan di dengar oleh orang lain. Tentu pergerakan dan rencana mereka di dengar oleh orang yang kenal dengan target mereka.


Seperti teman Guntur yang mereka anggab supir taksol.


Sudah jelas apa yang akan mereka laksanakan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2