Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Hilang


__ADS_3

"Ada apa pak?". Kaget penjaga ruang cctv.


"Ini..". Ucap sang asisten.


Dia kaget. Melihat layar monitor yang hitam. Tidak menayangkan vidio lagi.


"Apa vidionya hilang?!". Tanya sang asisten takut.


"Kurang tahu pak. Apa yang tertekan tadi?!". Tanya karyawan ruang cctv.


"Tidak tahu. Ponsel saya jatuh keatas keyboardnya. dan langsung layar monitor tidak menayangkan vidio lagi".jelas sang asisten.


"Coba saya lihat pak". Ujarnya.


Maka sang mekanik melihat, dan mencoba mencari.


"Aduh pak. Vidionya terhapus". ujar karyawan ruang cctv.


"Aduh. Bagaimana ya. Apa yang akan aku bilang sama pak bos". Gumam sang asisten.


Karena dia yakin, pasti sang bos marah. Tidak banyak vidio yang dia rekam tadi.


Dan insiden ponsel jatuh tepat di atas keyboard.


Hingga hilangnya rekaman vidio cctv yang sedang dia rekam.


"Bagaimana ya pak. Sepertinya tidak bisa di ambil kembali. Karena perangkat cctv di kantor kita sedang rusak dan tidak terpasang alat pengaman vidio cadangan.


Vidio yang terhapus akan hilang permanen. Tidak akan tersimpan di file sampah sementara". Jelas karyawan ruang cctv.


"Apa kamu tidak bisa mencarinya lagi di file sampah. Setahu saya masih bisa di download ulang sebelum tiga puluh hari". Ujat sang asisten.


"Maaf pak. Tidak bisa".


"Kenapa tidak?".


"Peralatan cctv kantor ini bulan lalu rusak pak. Rekaman sering terhapus jika ada kejadian salah tekan seperti tadi.

__ADS_1


Dan juga rekaman cctv hanya tiga puluh hari saja. Jika sudah tiga puluh hari, rekaman langsung hilang otomatis". Jelas karyawan ruang cctv.


"Kenapa bisa begitu?. Apa tidak ada perbaikan atau beli alat baru?". Tanya sang asisten.


"Sudah di perbaiki pak. Tapi harus ada alat baru, dan alat cctv juga sudah di pesan.


Kata irang tokonya akan datang akhir bulan ini, karena di buat dengan nerancang yang terbaik untuk gedung kantor kita". Jelas karyawan ruang cctv.


"Terus. Vidio ini?". Tanya sang asisten.


"Sepertinya tidak bisa di ambil lagi pak. Sudah terhapus.


Bahkan semua vidio terhapus". Jawab karyawan.


Sang asisten mengaruk kepalanya karena dia pasti akan kena omel oleh bosnya.


"Ya sudah". Jawabnya.


Sambil berlalu meninggalkan ruang cctv. Menuju ruang kerjanya. Mencari cara agar dia tidak kena marah sang bos. Karena ulahnya.


Setelah menenangkan fikiran sebentar, sang asisten menuju ruang bosnya. Untuk segera mempersiapkan bahan rapat dengan klien nanti.


"Kita bahas nanti ya pak. Sudah hampir istirahat dan makan siang. Juga kita harus mempersiapkan semua untuk rapat nanti". Ujar sang asisten.


Karena sang asisten berada di ruang cctv hampir dua jam. Hingga hampir waktu istirahat siang.


"Ok. ini berkas untur kita rapat nanti". Jawab Dika memberikan berkas pada asistennya.


"Baik pak.


Apa ada yang harus diperbaiki pak. Biar kita selesaikan sambil makan siang". tanya sang asisten.


"Tidak. Cuma kamu rapikan saja.


Kamu pesan saja makan siang. Aku sudah lapar, kelamaan jika makan saat rapat nanti.


kita makan siang di sini saja. Agak dobel pesannya buatku. Lapar banget". Ucap Dika.

__ADS_1


"Baik pak. Aku pesan segera. Bapak mau apa". ujar sang asisten.


"Terserah. Yang penting ada nasinya. Nasi padang juga boleh". Jawab Dika.


Maka sang asisten memesan dua porsi nasi padang. Dan beberapa lauk tambahan.


Selesai makan, Dika dan sang asisten menuju sebuah cafe, dimana mereka akan bertemu dengan klien.


Saat memasuki cafe, ternyata Gita juga sedang berada di cafe itu. Gita sedang besama dua orang, Dan duduk di sisi cafe sebelah kiri.


"Gita". Panggil Dika senang.


Karena bertemu dengan yang dia cari sepuluh hari belakangan ini.


Dika berjalan menuju meja dimana Gita duduk berbincang dengan kedua orang itu.


"Pak.klien kita sudah menunggu di sana". Hadang sang asisten.


"kamu duluan kesana sebentar. Ak mau menemui Gita. Agar dia menungguku nanti selesai rapat". Jawab Dika percaya diri.


Dia langsung meninggalkan sang asisten. untuk menuju meja Gita.


"Gita. Bisa kita bicara!". Ujar Dika langsung berucap.


"Maaf. Kami sedang rapat". Ujar salah satu pria yang duduk satu meja dengan Gita.


"Maaf... Maaf pak. Aku hanya mau kasih tahu pada Gita, kalau nanti selesai dia rapat temui aku di meja sana.


Aku juga ada rapat sebentar dengan rekan bisnisku.


Jangan lupa ya Gita, aku tunggu". Ujar Dika.


Gita tdak menanggapinya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2