Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Joging


__ADS_3

Aku terbangun terlebih dahulu. karena sudah biasa bangun menjelang subuh. Kulihat anna masih nyenyak dengan tidurnya.


Maka aku berinisiatif untuk segera bangun, dan mandi. Aku basa mandi pagi sebelum sholat subuh.


Terdengar azan subuh saat aku keluar jamar mandi.


"Anna... anna!.


Bangun!!. jadi tidak kita jogingnya!". panggilku.


"hhmmm!". anna hanya bergumam tidak jelas.


"Mau pergi joging atau tidak. kalau tidak aku pulang setelah sholat subuh!". ucapku.


"Eh..!". tiba-tiba dia duduk.


"Kakak sudah bangun!". ucapnya. melihatku sudah memakai mukena.


"Aku mau sholat subuh dulu. kalau kamu belum bersiap saat aku selesai sholat. aku pulang saja!". ucapku.


"Ih kakak. kita sudah janji buat pergi joging!". ucapnya memelas.


"Makanya cepat bangun, mandi dan sholat subuh. baru pergi joging!". ucapku.


"Iya. aku bangun!". jawabnya menuju kamar mandi.


Aku teesenyum, sudah seperti kakak beneran yang suka memerintah.


Selesai aku sholat, kulihat Anna juga sedang sholat.


Aku merapikan pakaianku. menyisir rambut ikalku yang basah. karena beru saja keramas.


"Cie, yang biasa mandi pagi!". ucapnya mengacak rambutku.


"Bocah tidak boleh iri!". ucapku santai.


"Iya. iya. besok-besok kalau sudah menikah dengan abangku, aku akan...".


"Berisik. Siapa yang mau menikah dengan abangmu?!.


Ayo berangkat!". ucapku.


Mengikat rambutku lalu berjalan keluar kamar sambil memasang jilbab instanku. Tidak lupa mengantongi ponsel dan dompetku.


"Aku belum bedakan kak!". ucap Anna.


"Buruan!. nanti kesiangan sampai di taman!". jawabku.


Berjalan keluar kamar Anna. tidak lupa mengambil minuman mineral botol yang dibeli anna kemaren. juga roti.


"Ih kakak!. Aku belum siap". ucapnya.


"Nyusul saja!". ucapku.


Kulihat diluar masih sedikit gelap. karena lampu ruang tengah mati semua. kubuka kain gorden. Ternyata sudah mulai terang sedikit. karena masih setengah enam kurang.


Aku duduk sejenak dan meminum seteguk, untuk membasahi kerongkonganku. juga mengunyah roti sambil duduk sejenak.


Aku keluar rumah, dan sedikit melakukan perengangan tubuh. lalu memasang sepatu duduk di kursi teras rumah.


Tidak berapa lama Anna mengiring keluar, dengan wajah yang cemberut.


Aku tidak menanggapinya.


"Jalan sekarang?!". tanyaku.


"Hmm!". gumam anna.


"Ayok. semangat!!.


Kita jalan ..!".


"Naik motor kak. capek nanti keliling taman kalau kita jakan dari rumah. juga kita akan kesiangan sampai di sana!". potongnya.

__ADS_1


"Memang kita ketaman mana jogingnya?!. kok pakai motor?!". tanyaku heran.


"Taman yang dekat stadion. kalau jalan dari sini lebih satu jam!". jawab Anna.


"kenapa tidak di taman dekat sini saja bocah, juga bagus ada telaga juga!". ucapku.


"Aku mau yang di sana kak. Aku ambil motir dulu!". ucapnya.


Menuju garase. dan mengeluarkan motor metiknya. juga helm.


"Kakak bawanya!". ucapnya memberikan kunci.


"Bocah!". ucapku menerima kunci motor.


"Hehe.. !". ucapnya.


Lalu anna mengunci rumah dan garase. tidak lupa mengunci pagar.


Aku mengendarai motor santai saja menuju taman yang dekat stasion. Jaraknya kekitar lima belas menit menggunakan motor.


"Berapa keliling?!". tanyaku.


Saat sampai di depan stadion, setelah memarkirkan motor.


"Dua saja dulu, lalu kita sarapan ringan. setelah itu bisa lanjut sampai agak panas sinar matahari!". jawab anna.


"Memang kamu biasa kuat berapa keliling?!". tanyaku.


kami mulai berlari kecil menyamai orang yang juga sedang lari pagi.


"Biasa aku cuma tiga putaran. dan setelah sarapan duduk-duduk di taman sana sampai sinar matahari sedikit panas!". jawabnya.


"Sekarang aku ingin kita lima putaran. tapi tidak lari. cukup jalan santai saja.


Aku lagi malas untuk bergerak!". usulku.


"Boleh. kalau jalan aku juga mau lebih banyak putaran.


"Boleh!". ucapku.


Kami jalan santai saja, sambil bercerita dan kadang tertawa.


Entah berapa putaran tidak kami hitung. karena asyik bercengkrama.


"Laper kak!". ucapnya.


Aku mengangguk sambil melihat jan di pegelangan tanganku.


"Hampir satu jam kita jalan. pantas kita lapar!". ucapku.


"Iya. aku tadi cuma minum air satu gelas!". ucap Anna.


"Aku tadi minum sedikit, dan makan roti satu potong!". jawabku.


Hfff.


"Kita makan apa kak?!". tanya Anna.


"Bubur boleh, atau ketupat!". usulku.


"Oh iya. aku punya langganan tempat makan ketupat disana. biasa aku dan abang sering beli di sana sarapan atau bawa pulang!". usulnya. menunjuk tempat di ujung taman.


"Boleh!. jalan atau pakai motor kesananya?!". tanyaku.


"Jalan saja. dekat kok. kalau bawa motor parkirnya susah. biasa banyak mitor yang parkir juga!". ucapnya.


Maka kami kembali berjalan menuju tempat yang diusul Anna.


Ternyata benar, ramai pengunjung yang sarapan disana. baik yang sekedar oergi sarapan saja atau yang baru joging.


"Sini anna, duduknya!". ucap salah satu pelayan warung ketupat itu.


"Baik uni!". ucap anna.

__ADS_1


membimbing tanganku menuju meja yang berada dekat jendela, yang teduh. karena ada pohon di luar jendelanya.


Padahal meja baru saja di tinggal pelangan yang baru saja berdiri. Kami duduk sementara sang pelayan membersihkan meja.


"Pesan apa Anna?!. dan ini teman nya anna ya?!". tanya nya akrab.


Mungkin memang anna langanan tetap warung ini, hingga pelayannya kenal.


"Ini kakak iparku Uni. namanya kak Gita!". ucapnya nyaring.


Membuat aku melotot padanya. Da hanya tertawa melihatku kesal.


"Hai gita!". sapanya.


Akupun mengangguk sambil tersenyum membalas sapaannya.


"Aku pesan dua seperti biasa kak!". ucap Anna.


"Baik anna, gita. ditunggun ya!". ucapnya.


Puk


"Aduh!!". anba meringis karena aku pukul pahanya.


"Usil kamu. kan aku malu anna kamu kenalkan sebagai ipar kamu.


Bisa rusak pasar aku jika kamu bilang aku ipar kamu. Kan aku ingin mengaet berondong yang banyak berkeliaran disini!". ucapku asal karena kesal.


"Heh tidak boleh mengaet berondong. kak gita itu sudah aku sita jadi kakak iparku seumur hidup. tidak boleh ada yang lain menebusnya!". ucap Anna dengan suara lantang.


Membuat aku malu.


"Kamu ini. memangnya aku barang, pakai di sita segala!". ucapku membekap mulutnya.


Bagaimana tidak, semua orang melihat kami sambil tersenyum.


"Hhmm!". ucapnya, karena mulutnya masih ku bekap.


"Kalau masih usil aku suap cabe ke mulut kamu!". ucapku.


Dia mengangguk. maka aku lepas bekapan tanganku dari mulutnya.


"Kakak ipar sadis. habis lipstik ku jadinya!". ucapnya.


"pakai cabe biar merah merona!". ucapku.


Hfff


Tidak berapa lama ketupat yang di pesan anna diantar kemeja kami.


Dua piring ketupat sayur dan satu piring mi dengan kerupuk banyak diatasnya. Juga ada gorengan.


Waw. lidahku bergoyang ingin segera menikmatinya.


"Eh, cuci tangannya dulu kak!". ucap Anna memberikan mangkok kosong dan satu botol air untuk mencuci tangan.


Dia mencontohkan, menuang air dari botol dan mencuci tangan dan air di tampung mangkok.


"Kok pakai cuci tangan. oadahal makan ketupat juga pakai sendok!". ucapku.


tapi mengikuti gerakan Anna. bahka aku mencuci kedua tangganku.


"Buat ini!!". tunjuk anna.


Mengangkat tulang berselimut daging. ternyata ketupatnya pakai tulang, tentu juga akan memakai tangan saat menyuapnya.


"Ketupat gulai pakai buntut sapi!". ucapnya.


Aku jadi ngiler. tidak sabar untuk mencicipinya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2