
"Kenapa rumahnya sepi saja?. Apa tidak di bawa kesini". Ujar Indri.
Pukul enam pagi indri dan anak buahnya sudah sampai di depan rumah mantan mertua nya.
Perumahan yang sering dia kunjungi saat masih jadi isyri Guntur. tiga tahun yamg lalu.
"Yang mana rumahnya bos?". Tanya salah saru anak buahnya.
"Yang sebelah kiri, rumah jetiga di depan, yang pagar tinggi". Jawab Indri.
Mereka parkir beberapa rumah dari gerbang rumah mantan mertuanyq.
"kok sepi saja bos?. Seperti tidak ada kejadian apa-apa". Jawab Anak buahnya itu.
"Iya. Aku juga heran.
Tapi tunggu sebentarlah. Bisa saja mereka belum sampai". Ujar Indri berbaik sangka.
"Tapi bos. Mereka kan lebih dulu jalan dari kita. Tidak mungkin terjebak macet. Pakai ambulan lebih di dahulukan pengendara lain.
Lagian kita kesini tidak sampai satu jan juga". Tambahnya.
"Aku harus cari tahu. Kalian coba tanya ke tetangga yang lewat.
Aku mau pergi ke rumah bu rt". Ujar Indri.
Turun dari mobil, mwnuju rumah yang ada di depan rumah mertuanya.
Dia melihat sekeliling, pagar rumah masih tertutup rapat. Dan belum ada yang keluar terlihat.
Dengan memberanikan diri dia membuka pagar, yang tidak terkunci.
Tapi jawaban buk rt tidak memuaakan. Selain rt, rumahpun berhadapan kenapa dia belum di beri kabar?.
Bahkan kabar kecelakaanpun tidak di tahuinya.
"Bu. Maaf, apa rumah mama dan papa kosong, kok belum ada terlihat kesibukan pagi?". Tanya Indri berbasa basi.
Sebagai rt ibu itu dengan sigap menerima tamu pagi-pagi. Duduk di terad depan. Mungkin warganya butuh bantuan.
Tapi yang datang adalah mantan menantu tetangga depan rumahnya. Yang oernah dia kenal dulu. Beberapa tahun yang lalu.
"Ibu kurang tahu ya nak Indri. Mereka sekarang jarang tinggal disini. Paling akhir pekan saja.
__ADS_1
Mantan papa mertua kamu sibuk akhir-akhir ini. Sebagai kepala polres mungkin mereka tinggal di asrama polisi di kota A.
Jadi ibu kurang tahu dengan berita itu". Jelas bu rt.
Saat Indri mengatakan kalau mantan suaminya kemaren kecelakaan, dan kritis.
Dan tadi pagi dia dapat kabar kalau mantannya itu meninggal di rumah sakit.
Tentu bu rt kaget. Tidak di beri tahu. Malah dapat kabar dari mantan menantu tetangganya.
"Dan mengenai musibah yang di alami nak Guntur ibu belun dapat kabar. Jadi ibu tidak tahu". Jawab bu rt jujur.
Hingga Indri tidak dapat melakukan apa-apa.
Hingga dia hanya termenung duduk di mobilnya.
"Ada info apa bos?". Tanya anak buahnya.
"Tidak ada. Bahkan bu rt saja tidak tahu perihal kecelakaan.
Dia bilang rumah mereka sering kosong, hanya akhir pekan saja ada". Jawab Indri lemas.
Ingin membuat perhitungan dengan istri baru mantan suaminya jagi gagal.
"Atau mereka membawanya ke kampung mereka bos. untuk di makamkan". Ujar anak buah indri tiba-tiba.
"Ayok. Kita kesana". Ujar Indri pada anak buahnya.
Sementara, ansk buah Dika yang menguntit. Juga heran.
Indri yang mereka iringi nasuk keperumahan. Tapi tidak ada tanda-tanda rumah yang sedang berkabung.
Malah setelah Indri keluar dari salah satu rumah, keluar lagi dari perumahan menuju jalan raya.
"Bos. Indri masuk perumahan x. Tapi tidak ada rumah yang sedang berkabung. Malah dia pergi lagi setelah keluar dari salah satu rumah". lapor anak buah Dika.
"Mungkin itu perumahan keluarganya. Dan menyuruh untuk ikut ke rumah mantan mertuanya.
Ikuti saja terus". perintah Dika.
"Baik bos". Jawabnya.
.
__ADS_1
"Assalamualaikum pak.
Maaf, menelfon bapak pagi ini. Istrinya tidak meberima telfonku, mungkin sibuk.
Aku kaget tadi pagi di datangi mantan menantu kamu, Indri.
Dia ....".
Buk rt menceritakan yang dia dengar dari Indri tadi.
Dan juga mengatakan, kalau dia berbohong pada Indri tentang rumah yang selalu kosong. Karena melihat cara indri bercerita tidak bisa di percaya.
"Maaf bu rt. mengejutkan ibu.
Guntur memang kemaren kecelakaan, dan dia baik-baik saja.
Soal Indri. Dia dan pacarnya yang merencanakan kecelakaan itu. Menabrak Guntur". Jelas Papa Guntur pada bu rt.
"Kok begitu ya pak?. Harusnya aku tadi tahan dia saja, dan mengantarkan ke kantor polisi". Kesal bu rt.
"Kami kepolisian punya cara untuk menangkap Indri dan pacarnya itu bu. Ibu cukup bersandiwara saja jika dia datang lagi". Jawab papa Guntur.
"Kalau bisa setiap irang yang mencari Guntur dan kami, ibu jawab saja kalau kami tinggal di kota A. Biar perumahan kita aman". Ujar Papa menambahkan.
"Baik pak.
Kalau boleh tahu, tujuan Indri dan pacarnya itu mencelakai Guntur kenapa ya?". Tanya bu rt kepo.
"Indri ingin Guntur balik padanya. Sedangkan pacarnya itu mantan bos Gita, dan ingin menikahi Gita juga". Jelas nya.
"Oo. Tidak bisa di biarkan itu pak. Aku menentangnya.
Aku tidak mau Guntur di tipu lagi sama dia". Jawab bu rt kesal.
"Makanya aku minta ibu ikut bersandiwara. Agar Indri tidak mencari Gita, karena dia ingin mencelakai Gita.
Sedangkan menantuku itu sekarang sedang hamil". Jelas papa Guntur.
"Alhamdulillah nak Gita hamil.
Aku akan mennyeleksi orang yang datang mencari mereka kesini". Tekad bu rt.
"Terima kasih bu rt".
__ADS_1
.
.