Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 192


__ADS_3

Setelah sarapan, Gita tertidur. Karena mengantuk.


Begitu juga dengan Guntur. Dia tidur di tempat tidur untuk yang menjaga.


Saking mengantuknya. mereka tertidur nyenyak. mereka bisa di katakan tidur sedikit.


Saat bayi mereka di antar ke kamarpun mereka tidak tahu. Mungkin bayi mereka tahu orang tuanya mengantuk, dia juga tidur saja di dalam box nya.


Para kakek tadi setelah sarapan pergi keluar ruang rawat inap. Katanya mau jalan pagi.


Maka tinggalah para nenek nenemani cucu mereka. Dimana Gita dan Guntur tidur.


Hampir dua jam Gita dan Guntur tertidur. Gita yang terbangun lebih dulu, merasa mau ke kamar kecil.


Dibantu ibunya, Gita dibimbing berjalan ke kamar mandi. Dia masih merasa pusing dan lemas.


"Hati-hati. jangan kunci pintu dari dalam. Kalau pusing panggil ibu". Ujar ibu Gita.


"Baik bu". Ujar Gita.


Gita yang memang baru beberapa jam melahirkan memang merasakan pusing. makanya dia bergerak pelan.


Gita melahirkan Normal.


"Duduk yang lurus, selonjoran. Biar bisa memberi asi". Ujar ibu Gita.


Ibu dan mertuanya membantu Gita untuk menyusui bayinya. Seolah bayinya tahu ibunya sudah bangun, dia pun ikut terbangun.


Gita juga sekalian bersih-bersih di kamar mandi agar segar. Walau tidak mandi dia berganti baju.


Kehebohan dari pembicaraan kedua nenek baru itu membangunkan Guntur yang sedang tertidur.


Dia melihat keseruan mama dan mertuanya.


Mamanya sudah bisa dikata kan berpengalaman, karena beberapa tahun yang lalu juga menantikan cucu pertama mereka.


Antusiasnya sama seperti sekarang ini. Menanti cucu dan menjaganya.


Guntur ingat. Waktu Indri mantan istrinya melahirkan, dulu kedua orang tuanya ikut berjaga dan tidur di rumah sakit. Sedangkan orang tua indri hanya membezuk saja.


Dulu Guntur sangat antusias menunggu kelahiran putrinya. Hingga dia cuti beberapa hari untuk menyambutnya.


Saat dirumahpun Guntur turun tangan langsung mengurus putrinya. Bahagia rasanya.


Tapi kebahagiaan Guntur hanya tiga bulan. Saat Indri ketahuan sedang menginap di hotel bersama seorang pria.


hingga terungkap kalau indri sering cek in dengan pria itudi hotel dari sebelum menikah. Bahkqn saat hamil.

__ADS_1


Makanya orang tuanya minta untuk tes dna putrinya itu. Walau berat, Guntur mengikuti keinginan orang tuanya.


Takut berdosa, jika memang bukan putrinya akan tidak baik dia mengasuhnya. Bukan mahrom.


Benar, putrinya bukan anak biologisnya. Setelah beberapa rumah sakit dia datangi untuk tes dna. Hingga ke singapura.


Makanya dia mengembalikan pada keluarga mantan istrinya itu. Walau dia sangat sayang anak itu.


Sekarang dia sangat bahagia. Mempunyai istri yang soleha dan juga cantik. Walau janda tapi sangat menjaga diri dari hal yang dilarang agama.


Dan dia sangat senang istrinya memberikan dia seorang putra, darah dagingnya, hasil kerja sama dengan istri tercintanya.


"Kenapa senyum-senyum sendiri. Bangunlah lalu mandi". Ujar mama Guntur.


Mengejutkan Guntur yang sedang tersenyum sendiri saat melihat istrinya yang berusaha memberikan asi pada putri mereka.


Tapi belum bisa dengan lancar. masih sama-sama belajar.


"Iya. Sebentar lagi. Mau lihat perjuangan anakku untuk minum susu". Ujar Guntur.


Dia masih rebahan di kasur sebelah tempat tidur rawat istrinya, melihat kegiatan istrinya yang di bantu mertuanya untuk mengajar istrinya menyusui bayinya.


Setelah puas melihat, akhirnya Guntur turun dari tempat tidur. Menuju kamar mandi. Untuk mandi.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Guntur menuju tempat tidur istrinya, yang masih berusaha menyusui bayinya.


Ibu Gita duduk bergabung dengan besannya, mama Guntur yang sedang duduk menonton televisi sambil ngemil buah.


"Sudah bisa dedeknya minum asinya sayang?!". Tanya Guntur sambil duduk di samping Gita.


Sebelum duduk Guntur mengelus rambut istrinya dan mengecup pucuk kepala istrinya yang sedang menyusui.


"Sudah bang. Dari tadi dia belajar menyusu". Jawab Gita.


"Pintar anak ayah. Jangan mau kalah sama ayah ya. Rajin mimik, kita gantian untuk mimik susu bunda". Ujar Guntur mengelus pipi bayinya.


Gita melotot. Mendengar ucapan suaminya. malu.


"Ush abang. Malu tau!". Bisik Gita.


"Kenapa malu?. Ibu sama bunda paham kok". Ujar santai.


.


Di pulau K, Dika yang sudah lima bulan berada di sana merasa sedikit tersiksa.


Bagaimana tidak. dia sudah biasa bermain wanita untuk celap celup tiap hari. dilarang untuk kegiatan itu.

__ADS_1


Satu bulan awal Dika tinggal di sana, tidak di beri kesempatan untuk menyentuh wanita.


Hanya sering mendengar suara orang sedang berbicara di kamar sebelah. Bahkan suara sepasang yang sedang bermain di ranjang, menganggu waktu istirahat Dika.


Hal itu membuat Dika hampir Gila. Menahan nafsu liarnya. Hampir saja dia melanggar aturan yang dia setujui.


Hanya bermain solo di kamar mandi. Membayangkan sa1t dia bergumul. Tapi tidak bisa mengobati rasa yang ada.


Hingga salah satu penghuni kamar yang tinggal di rumah yang sama dengan Dika memberi ide. Memasukan wanita ke kamarnya. Katena dia sering pesan wanita dari luar.


Dika yang sudah tidak bisa berfikir tenang menerima saja. Yang penting pusakanya bermain.


Ternyata penghuni kamar yang merupakan seorang arsitek. Punya kebiasaan yang sama dengan Dika. Suka celap-celup.


Hingga dia sering membawa wanita ke kamarnya. Entah dapat dari mana, si wanita datang seolah ada keperluan dengannya.


Seperti pengantar paket, pengantar makanan atau sekedar datang. Tapi dia datang saat sepi. Hingga sang arsitek bebas beraksi. Dan suaranya sering menganggu ketenangan Dika.


Maka pertengahan bulan kedua, Dika di pesankan wanita tempat penyaluran hasrat Dika.


Wanita itu datang saat rumah sepi. Biasa pagi saat semua orang sedang ke proyek. Wanita pesanan Dika pada sang arsitek datang. Untuk menjaja tubuhnya.


Dika yang biasa di jadwalkan siang atau sore ke proyek, mengisi waktunya untuk olah raga pagi di atas ranjang.


Begitupun dengan si arsitek. Dia biasa datang ke proyek siang.


Awalnya Dika hanya sekali seminggu memesan wanita. Rakut ketahuan yang lain. Pasti dia akan di laporkan. dan tentu akan di hukum kebiri.


Seiring waktu, hasrat Dika serasa bangkit. Karena wanita panggilan yang datang ke kamarnya sering remaja yang memang banyak bekerja di warung dekat proyek.


Dan rata-rata putus sekolah. Karena keenakan mencari uang hanya modal tubuh polos. Tapi tidak satupun dari mereka yang masih perawan.


Tidak jarang juga ada ibu-ibu atau ada juga yang sedang hamil. Yang datang saat Dika pesan pada seorang yang bekerja sebagai maminya.


Hanya demi memuaskan nafsunya, hingga Dika tidak begitu memperhatikan perempuan yang dia pesan untuk di gagahi.


Sebenarnya beberapa orang yang ada di sekitar Dika tahu akan pergerakan Dika. Tapi mereka pura-pura tidak tahu.


Karena mereka paham. Seorang pria yang pernah bermain di atas tubuh wanita, tidak akan tahan untuk untuk puasa, apalagi pria mesum seperti Dika.


"Kenapa pusakaku sakit saat pipis ya?. Apa pedangku lecet karena terlalu sering dipaksa muntah di lembah para wanita itu". Ujar Dika.


Pagi ini dia merasa saluran kencingnya terasa panas.saat pipis.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2