
"Aku sebagai pimpinan perusahaan dan staf hrd sudah memutuskan. kalau asuransi dan tunjangan fajri akan diserahkan semua padamu. karena hanya kamu yang berhak.
Sudah hampir satu bulan suamimu berpulang. dan kami akan segera mengurus semua. agar semua hak kamu dapat kamu terima dengan utuh!". ucap pimpinan perusahaan bang Fajri.
Semua mengangguk paham. bos beaar perusahaanku pun mengangguk juga. dia hanya jadi pendengar saja dari tadi.
"Imam. awal bulan ini tolong transfer semua pesangon dan asuransi kantor ke rekening Gita.
Juga gaji fajri selama tiga bulan ini beserta tunjangannya kirim juga kerening Gita!". perintah pimpinan perusahaan bang fajri.
"Terimakasih pak. maaf sudah merepotkan!". ucapku.
"Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami. tidak perlu sungkan. kami ingin kamu nyaman!". ucap pak pimpinan.
Semua mengangguk saja.
"Berikan nomor rekening kamu. kalau bisa rekening pribadi kamu!". tambahnya lagi.
Aku mengangguk.
"Biar aku yang kirim. rekening yang biasa mengirim gaji bulanan!". potong ceo ku.
Aku melihat kearahnya, seolah bertanya. kenapa dia tahu.
"Tadi sebelum mereka datang, aku sudah minta dari bagian hrd. karena bang Aryan sudah mengatakan maksud kedatangnya kemari!". ucap sang ceo.
Aku kembali mengangguk saja.
.
Sementara beberapa hari yang lalu di kantor fajri, semua karyawan sedang heboh membahas fajri dan dian.
"Dian. ternyata kamu sangat tidak punya hati. menjadi pelakor hingga hamil anak suami orang". ucap seorang wanita.
Saat ini mereka sedang berada di katin perusahaan.
__ADS_1
Sudah hampir sebulan fajri berpulang, dan sudah dua minggu dian bekerja.
Tapi fakta tentang Dian hamil karena berselingkuh dengan fajri baru tersiar beritanya pagi ini.
Itu karena ayah dian yang beberapa hari yang lalu mendatangi pimpinan perusahaan.
Dia sedang marah dan mengoceh terus sepanjang perjalanan dari ruang pimpinan hingga je loby kantor.
Hingga ocehan dan gerutunya terdengar oleh beberapa karyawan dan ob yang sedang berpapasan.
Awalnya bisik-bisik yang hanya kalangan ob atau satu ruangan divisi saja. tapi pagi ini, semua berita itu tersiar di seantero kantor.
Ditambah, kebenaran berita kalau mereka kecelakaan berdua. membuat semua semakin yakin akan berita itu.
Dian yang di kerubungi para karyawan wanita, jadi takut. dia tahu. Fajri orang yang sangat di segani.
"Aku..!".
"Kamu selingkuh hingga hamil. dasar murahan kamu dian.
"Pelakor
"Tak beradab...
"Sudah tahu pelakor, malah minta hak pesangon.
"Huuuuuuu
Banyak lagi cercaan dan ejekan pada Dian.
"Stop... stop...
Kalian tidak bisa menghakimi begitu saja. Kalau tidak ada kesepakatan mereka berdua, tentu tidak akan terjadi perselingkuhan!". ucap salah satu karyawan wanita.
Semua memandangnya. sambil berdecak kesal.
__ADS_1
"Kakak mau membela diri juga?!. kan kakak juga pelakor!". ucap seseorang dari samping.
Semua mengiyakan.
"Karena itu aku bicara.
Kalau hanya satu pihak yang mau mungkin julukan itu tidak akan ada. tapi karena sang laki-laki menerima maka tersematlah julukan itu.
Coba fikir. kalau fajri tidak mau menerima dian, bagaimana dian bisa hamil. berarti fajri juga mau menerima, dan mereka melakukan.
Dan kita tidak tahu semenjak kapan mereka selingkuh!". ucap sang wanita yang pernah dijuluki pelakor.
Semua terdiam.
Berita yang menghebohkan itu sampai ke pimpinan perusahaan. makanya. dengan cepat sang pimpinan menemui Gita.
Dian yang di cerca karyawan lain sangat malu. dia tidak tahu, siapa yang menyebar berita yang sudah dia tutup rapat.
Yang tahu hanya orang tuanya dan temannya maya, yang waktu itu membantunya di rumah sakit.
'apa maya yang menyebarkan berita itu?!'. geram Dian.
Dia yang awalnya ingin kembali ke ruangannya. mencoba menelfon maya.
Dia tahu maya sedang berada di ruangannya tadi.
"Hallo may. bisa kita bicara!. temui aku di rooftop bagian selatan!". ucap dian langsung tanpa jeda.
.
Dan sesuai kesepakatan. Semua uang pesangon, asuransi kantor dan gaji fajri akan langsung dikirim ke rekening Gita.
Dan awak bulan akan dilaksanakan.
.
__ADS_1