Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 180


__ADS_3

"Pah. Kerjasama dengan perusahaan pak burhan akan mulai di laksanakan.


Seperti yang tadi siang aku katakan. Pihak sana minta saya turun tangan mengawasi proyek itu".


Dika menceritakan tujuannya di kirim ke pulau k. Tapi tidak bilang kalau dia di hukum Gita, karena kejahatan yang pernah dia lakukan pada Gita.


Malu dia jika terbongkar keburukannya di depan papanya. Walau papanya tahu anaknya itu sangat nakal. Suka bermain perempuan. Hingga beberapa perempuan pernah mengakui hamil anaknya.


"Apa kamu akan betah di sana selama itu". Tanya papanya.


"Aku usahakan pah. Ini proyek pertamaku di luar pulau. Semoga dengan lancarnya pembangunan proyek ini, nama ku bisa di pertimbangkan kedepannya.


Tentu papa akan bangga dengan itu". Ujar Dika meyakinkan ayahnya.


"Papa tunggu kabar baiknya. Tapi jangan kabar beberapa wanita yang hamil katena kebiasaan kamu yang suka menebar benih.


Papa ingin keturunan yang bersih untuk penerus kita. Dan juga dari wanita baik-baik". Ujar papa Dika.


"Tenang saja pa. Aku akan bawa calon menantu yang baik buat papa. Tenang saja.


Tapi papa jangan memberitahu keberadaanku pada siapapun yangvmencariku". Ujar Dika.


"Kenapa?. Apa ada lagi wanita yang sedang hamil anak kamu?". Tanya papa Dika.


"Bukan pa. Aku hanya sedang membenahi diri. Ingin para wanita yang mengidolakan ku tidak lagi mengharapkanku.


Mana tahu aku dapat perempuan baik dari puau k, yang terkenal baik dan cantik.


Papa setuju kan jika berbesan dengan orang luar pulau?". tanya Dika.


"Yang terbaik buat kamu saja Dika. Yang penting wanita baik- baik dan keluarga baik juga.


Soal kedudukan dan pekerjaan, tidak masalah. Yang penting si wanita baik-baik". Tegas papa Dika.


"Papa do'akan saja aku dapat wanita seperti yang papa inginkan". Jawab Dika.


"Kalau hanya papa yang berdo'a dan kamu masih suka celap celup, ya sama saja bohong Dika.


Kamu dulu yang pertama harus berubah". Ujar papa Dika.


"Hehe... ".


Dika hanya menyengir mendengar ucapan papanya.


Karena dia masih belum tahu bagai mana keadaan di pulau k sana.

__ADS_1


Sedangkan malam ini, sebelum berangkat lama ke pulau k, Dika berniat untuk pesta pejuh semalam suntuk. Menyewa artis muda yang sedang naik daun.


Setelah berpamitan kepada orang tuanya Dika kembali ke apartemen untuk segera berkemas, karena pukul tujuh malam, artis daun muda akan mendatangi apartemennya.


Dika yang sedang menunggu penghangat ranjangnya malam ini, sementara Indri juga baru kedatangan intel yang dia yakin akan membantu melindunginya selama di dalam sel.


"Kamu sudah siap?". Tanya intel itu mendatangi sel Indri.


Indri yang baru selesai mandi dan bersih-bersih, sudah duduk di tikar plastik lusuh.


"Apa kamu mau bertempur dj tikar lusuh ini?. Aku mau kamu...".


"Aku sudah menyiapkannya. Kasur busa tipis, biar tubuhmu tidak remuk saat aku gempur". Potong intel itu.


Dia tahu, pasti tubuhnya ikut sakit jika beraksi di lantai keras. Karena dia pasti di layani Indri dengan berbagai posisi.


Indri sedikit senang saat intel itu membawa kasur. Walaupun kasur busa tipis. Yang penting tidak di lantai.


Intel itu memulai dengan berbicara santai dengan Indri. Dia membawa minuman dan cemilan.


"Kok bisa kamu jadi kaki tangan gembong narkoba itu?". Tanya intel itu memulai pembicaraan.


Mereka sama-sama duduk di kasur busa. Bersandar di dinding dingin. Apalagi sel yang remang dan kusam. Menambah dingin suasana sel.


"Aku bukan kaki tangan bos Mario. Aku hanya ikut dia jika sedang bertransaksi.


"Pelancar transaksi?. Memang apa yang jamu lakukan hingga transaksi bisa lancar?.


Dan nama gembong besar itu mario?". Tanya intel itu.


"Ya begitulah. Untuk mengoda mafia yang dari cina. Menjamu dan melayani mereka. Urusan bawah perut". Jelas Indri.


"Kalau nama aslinya Mario. Tapi sering di kenal dengan bos yody. Bos jojo, bos jordan.


Banyak pangilannya". Tambah Indri.


"Terus kamu bukan simpanan bos mario itu?". Tanya Intel itu.


Dia mulai beraksi. Menyentuh tubuh Indri. Mulai mengelus rambut.


"Bukan. Aku hanya penghangat ranjangnya. Baik di kota atau sedang di perjalanan sedang bertransaksi.


Bos mario orangnya tidak suka dilayani sembarang wanita. Hanya orang di percayanya yang bisa menemani tidurnya". Jawab Indri.


Indri sedang menjawab pertanyaan intel itu. Dia mulai mencumbu Indri.

__ADS_1


Selain Indri yang berpakaian sedikit terbuka, wangi sabun dan sampo juga masih tercium di ruang sel itu.


Walau penerangan tidak terang, tapi tubuh indri nampak jelas terlihat. Sangat mengoda.


"Terus kalau kamu sedang melayani mafia dari cina, apa bos mario tidak masalah. secara kan orang cina itu katanya jorok saat bersetubuh". Tanya Intel itu.


Dia mulai membuka kancing baju Indri. Sambil bibirnya betmain di lehet Indri.


Indri yang tadi bersandar sudah mulai rebahan telentang. Karena intelnitu mendorong tubuh Indri.


"Sshh.. Bos mario itu cina juga. Jadi sama saja hhh". Indri menjawab sambil mrndesah.


Karena leher dan telingganya di sesap kuat sang intel. Sedangkan tangannya sudah bermain di dada Indri.


Hmm.. Hmm.. Intel itu semakin menyesap kasar leher dan dada Indri.


Intel itu membayangkan tubuh indri di jamah kasar oleh mafia dan Gembong. pasti sudah biasa di perlakukan kasar.


"Ahh....". .


Ringis indri saat Intel itu mengigit pucuk dada Indri. Bahkan sebalah tangan meremas kuat.


"Pelankan". desah Indri.


"Apa kamu suka dilayani kasar oleh mafia itu?". Ujar Intel itu berbicara tidak jelas.


karena sedang menyedot pabrik asi Indri.


"Suka tidak suka.


Yang aku suka bisa puas, lepas berkali-kali. dan dia juga puas". Ujar Indri mendesah.


"Aku ingin kamu melayaniku sampai puas. Bagaimana cara kamu melayani mereka". Ujar Intel itu.


"Baik. Tapi kamu janji. Akan melindungiku". Ujar Indri.


"Lihat keahlian kamu. Apa bisa di pertimbangkan". Ujar intel itu.


Maka Indri melakukan aksinya. Memperlihatkan keahlianya kepada intel tersebut. Keahlian yang semua istri bisa lakukan.


Hanya wanita bodoh yang merasa dia hebat dalam hal memuaskan pria. Padahal mereka hanya sebagai pelampiasan saja.


Kegitan dalam sel seolah tidak diketahui pengawas. Padahal jika mereka ada di depan pintu, pasti mendengar racauan dan ******* kedua orang yang punya misi tersendiri.


.

__ADS_1


.


__ADS_2