
Sinar matahari sore yang cerah menyinari salah satu kamar apartemen yang sepasang suami istri sedang melakukan ritual mandi besar.
Mereka saling bantu menyabuni dan menyampoi. Walau tangan Guntur hanya sebelah bergerak, tapi dia tetap melakukan dengan lembut.
"Jangan angkat dulu tangan abang. Biar aku bantu". Ujar Gita.
Membantu menyabuni dan menyampoi suaminya.
Sudah sebulan Guntur Gita mandikan dengan duduk di kursi saja. Karena tangan dan kakinya masih terlilit semen gipsum.
"Sudah selesai bang. Kita bilas". Ujar Gita.
Membuka penutup bathtub dan menyemprot shower untuk membilas rambut.
Selesai mandi mereka bersiap untuk sholat magrib. Karena azan magrib sebentar lagi berkumandang.
Sambil menunggu azan, mereka mendengar ceramah di tekevisi yang di sambung pada aplikasi pengajian. Penceramahnya salah satu ustad muda yang viral dan terkenal di kalangan muda.
Beda dengan Gita dan Guntur yang baru saja beraktifitas halal. Indri malah di datangi seorang preman di dalam sel.
"Ada warga baru nih!". Ujar salah satu pria bertato.
Indri yang terbangun karena sel di sebelahnya sangat berisik. entah apa yang sedang di kerjakan.
Apalagi suasana sel yang kusam membuat ruangan gelap. Lampu juga hanya ada bagian depan sementara sel bagian belakang tempat indri semakin gelap. sore menjelang magrib yang hampir gelap.
Terdengar suara pria yang meracau, mengumpat dan banyak lagi kata-kata kotor terdengar.
Indri merinding mendengarnya. Ditambah ada seorang pria bertato menghampiri selnya.
Yang membuatnya terkejut, pria itu dengan mudah membuka kunci selnya dan masuk.
"Ini bagianku. Pasti kamu bisa memuaskanku. Kalau aku puas akan aku kasih kamu bonus haha...ha... ". Ujarnya menyeringai.
Indri sedikit jijik melihatnya. Tubuh kekar berkulit hitam gosong, dan rambut gondrong tidak terawat.
Dengan sekali tarikan di kaki Indri, pria itu mendekatkan tubuhnya pada Indri. Membuat Indri mengeser mundur duduknya.
"Kenapa sayang?. Apa kamu mau lihat seperti apa yang harus kamu lakukan". Ujarnya.
Menarik tangan indri untuk berdiri. Indri terkejut saat melihat wanita yang mungkin seumuran dengannya sedang.. Melayani pria.
Indri sedikit ngeri melihatnya. Walau dia juga pernah melakukan seperti itu. tapi ini sangat kasar menurutnya.
"Lakukan tugasmu, puaskan aku". Ujar pria menarik Indri kembali ke sel sebelah.
Tanpa bisa berontak, karena gerakan yang tiba-tiba membuat indri oleng dan jatuh.
Tanpa ampun pakaian indri di tarik hingga robek. Dengan gerakan paksa pria kekar itu menindih tubuh indri.
Menduduki hingga seluruh kain yang mekekat di tubuh Indri sudah lepas semua.
__ADS_1
"jangan... Tolong. jangan...". Tolak indri.
Tapi ucapannya tidak di acuhkan. Malah dia di ancam.
Tugas kamu cukup bikin puas, maka kamu akan aman berada di sini". Ujarnya menghentakan pusakanya ke inti Indri.
"sakit..". Teriak Indri.
Selain pria ini tidak mekakukan pemanasan, milik pria ini cukup besar untuk menerobosnya.
"Ah seperti perawan saja. padahal sudah bolong".
Ah...". Ucap pria itu langsung bergerak beringas.
"Sakit... Aku janda dan sudah punya anak. Tapi milikmu membuat punyaku robek.. Sakit..". Ujar Indri kesakitan.
Tapi pria itu tidak mengacuhkannya. Malah semakin tidak beraturan.
Membuat indri Meringis kesakitan. menangis,
Pria yang Indri yakin sebagai pekerja kasar atau buruh pasar. atau bisa jadi tukang pukul.
Tenaganya sangat kuat. Membolak balik tubuh indri sesuai dengan posisi yang dia inginkan.
Indri yang sudah mulai lemas tidak mampu lagi untuk bergerak. Bukan sakit lagi yang dia rasakan tapi....
Entah berapa lama inti tubuh indri di hujami pusaka panjang milik pria hitam kekar itu. Membuat Indri merasakan intinya akan meledak.
Hingga milik Indri yang juga mau lepas, merasakan hangat membasahi rahimnya yang berkedut.
'Ruang tahanan macam apa ini, masa preman bisa masuk sel untuk mengerayangi penghuni sel'.
Geram Indri.
Walau dia tadi kesakitan dan berakhir puas juga menikmati. Tapi di merasa tempat ini sangat tidak aman.
'Masa sel yang berada di kantor polisi bisa dimasuki preman. Sunguh tidak masuk akal'. Oceh Indri tiada henti.
Terdengar ketukan di terali dekat sudut dinding sel Indri. Dimana dinding antar sel juga ada terali penghubung sekitar satu meter. Jadi kita bisa melihat ke sebelah.
Dan di bagian belakang barulah dinding pembatas antar sel.
Terlihat sebuah tangan yang memegang terali itu melambai, seolah memanggilnya.
Awalnya dia merinding, kok ada tangan orang. Dan tubuh yang tidak kelihatan. Apalagi suasana remang sel tahanan. diluar juga sudah gelap. Menambah suasana mencekam.
Serelah melihat posisi tangan itu, sepertinya orang itu rebahan menghadap dinding, dan mungkin saja kepalanya di balik dinding itu.
Dia yang penasaran dengan lambaian tangan itu, berusaha merangkak menuju dinding yang ada terali itu.
Dengan memakai kembali pakaian yang sudah robek, indri mendekati.
__ADS_1
Terlihat wanita yang nasibnya sama dengannya tadi. Di perkosa dan di lecehkan preman.
"Apa kamu tidak apa-apa?". tanya Indri.
Melihat wanita yang kelelahan dan lemas. Padahal dia juga perlu di kasihani.
Biasa dia dapat uang lelah untuk kegiatan seperti tadi. tapi sekarang malah tidak dapat apa-apa.
Dia duduk bersandar di terali. Menyamping kearah sel sebelah. Ingin bertanya dan berbagi.
"Aku tidak apa. Sudah makanan sehari-hariku". jawabnya.
"Kenapa tahanan di perlakukan seperti ini. Dan kenapa preman bisa masuk sel dengan mudah?". Tanya indri.
"Kita di perlakukan karena kasus kita. yang membuat para polisi kesal. Mereka membalas sakit hatinya pada kita.
Mungkin keluarga mereka kita sakiti atau kenalan mereka.
Lebih tepatnya dendam yang mereka lakukan". Jawab wanita itu.
"Memang apa yang kamu lakukan?. Hingga di perkosa". Tanya Indri.
Tidak ada jawaban dari sel sebelah. Hanya tarikan nafas wanita itu.
"Aku di tangkap karena kasus narkoba. Aku kaki tangan seorang gembong narkoba, dan beberapa kali aku lolos membawa barang ke luar pulau". Indri menjelaskan kenapa dia di tangkap polisi.
"Pasti ada hal lain di balik itu. Kalau hanya sekedar kurir, mungkin tidak akan di perlakukan seperti tadi.
Beberapa hari yang lalu, juga ada wanita cantik dengan kasus sama denganmu. Kurir juga katanya. Sambil menjadi simpanan gembong narkoba. Tapi dia tidak ada di lecehkan.
Atau mungkin dia punya bekingan dari luar. Hingga tidak tersentuh preman sama sekali. Secara dia simpanan bandar besar". Jawabnya.
"Terus kamu kasusnya apa?. Hingga polis dendam padamu". Tanya indri penasaran.
"Aku bertengkar dengan istri seorang polisi. Karena dia selalu semena-mena padaku.
Tidak hanya sekali dua kali. Sering dia buat masalah untukku. Hingga aku sering di marahi warga sekitar tempat kontrakanku.
Dan beberapa kali aku diusir karena dia selalu datang ke tempat dimana aku tinggal.
Maka aku menyewa beberapa preman untuk menculik dan melecehkannya. puncak kesabaranku habis, berganti sakit hati padanya. Selalu membuat masalah padaku.
Sakit hatiku terbalas memang, tapi aku ditangkap dan disini sekarang. Juga dilecehkan preman.
Pasti suaminya yang seorang polisi itu yang mengizinkan para preman masuk ruang tahanan ini. Untuk membalas dendam istrinya.
Kalau tidak ada yang mengizinkan masuk mana bisa preman itu kesini. Keluarga saja ingin bertemu selalu di persulit. Bahkan tidak jarang juga tidak diizinkan". Ujar wanita itu.
Indripun berfikir demikian. Tidak mungkin preman bisa masuk, pasti ada yang menyuruh.
.
__ADS_1
.
.