
Setelah Gita berdebat dengan Dika di dalam toko buah. Sekarang mereka malah berdebat di sisi jalan dekat parkiran.
Malah main ancam segala.
"Apa yang bisa diberikan suamimu yang hanya seorang polisi. Waktunya habis untuk mengurus pekerjaan. Dan gaji pas-pasan.
Apalagi jika hanya polisi rendahan, Akan membuat hidup sengsara saja". Hina Dika.
Gita membiarkan mantan bosnya itu berbicara tidak sopan. Menarik suaminya untuk tidak menanggapi ucapan mantan bosnya itu.
Dia malah minta dipasangkan helm pada suaminya. dan bersikap mesra pada suaminya.
Saat suaminya nemasangkan helm, Gita malah memeluk pinggang suaminya itu.
Gita yang awalnya tidak mau berdebat jadi terbawa emosi. Tapi dia tidak mau memperlihatkan pada Dika kalau dia marah dan kesal.
'Tunggu saja'. Gumam Gita dalam hati.
Perlakuan Gita yang mesra, membuat Dika semakin kesal. Dia malah semakin tidak terkendali berbicara.
"Apa yang kamu harapkan dari laki -laki yang uangnya jauh dariku. Mungkin juga jauh lebih tampan aku dari pada dia". Ujar Dika yang kesal.
Apalagi melihat kulit guntur yang sedikit gelap dari kulitnya. Hingga berani mengatakan dia lebih tampan.
Gita masih diam tak menanggapi.
Sabar... Gumamnya.
"Berapalah uang belanja yang mampu dia berikan padamu perharinya.
Jika kamu mau meninggalkannya, akan aku beri uang balanjamu sehari sama dengan gajinya sebulan". Tambah Dika.
Sekarang malah ramai orang yang melihat dan mendengar ucapan yang tidak bermoral dari Dika.
Karena mereka sedang berada di sisi jalan raya, dekat parkiran.
__ADS_1
Guntur semakin panas mendengarnya. ingin adu jotos saja rasanya.
Kalau tidak di pegangi istrinya, Guntur mungkin sudah memberi pelajaran pada Dika. Walau hanya satu tonjokan.
Tapi Gita istrinya malah terlihat santai. saat menjawab ucapan Dika, membuat mantan bosnya itu terdiam.
Tidak berkutik.
Malu aibnya terbongkar oleh ucapan Gita.
Dia mengeluarkan kekesalannya yang dia tahan. Bukan dengan marah membabi buta, tapi dengan ucapan yang membuat dika terdiam.
"Walaupun suamiku tidak tampan, tapi dia sangat mengargaiku sebagai wanita. Juga dicintai dan dihargai sebagai istri dan di ratukan.
Tidak seperti kamu yang suka merendahkan wanita. Hingga berbuat semena-mena hanya karena punya uang". Ujar Gita santai.
"Dan walau suamiku hanya seorang polisi dan bergaji kecil, tapi dia tidak pernah bermain perempuan yang bukan muhrimnya.
Tidak seperti kamu yang suka meniduri wanita diluar sana hingga hamil.
Aku juga dengar kalau kamu sudah menghamili beberapa wanita dan tidak mau bertanggung jawab.
Kasihan". tambah Gita sinis.
Walau ucapan Guta sedikit pelan, tapi semua orang disana pasti mendengarnya.
Membuat Dika sangat malu. Dan terdiam.
Gita mengajak suaminya menaiki motor mereka. Untuk pergi dari sana.
"Jangan pernah mengancamku. Kalau kamu tidak ingin punya masalah kedepannya". Ujar Gita saat akan pergi dari parkiran toko itu.
Dika sangat kesal, beraninya Gita mengancamnya. Walau dia baru saja tahu, kalau orang tua gita merupakan pengusaha ternama.
Dan namanya sudah tidak asing lagi di kancah pebisnis.
__ADS_1
Apa benar info yang di beritahu asistennya tadi siang. kalau Gita anak seorang pengusaha besar itu?.
Padahal sewaktu kuliah dulu dia tidak pernah tahu keluarga Gita. Bahkan setamat kuliah tiga tahun yang lalu Gita sudah bekerja di perusahaan papanya.
Itu yang dia baca di profil karyawan yang dia minta dari hrd beberapa bulan yang lalu. Saat dia mau bekerja di perusahaan pusat, di kota ini.
"Ayo bos!". Ajak si asisten.
Dika yang melihat motor yang membawa Gita menjauh. Tapi dia melihat sampai hilang dari pandangan.
Tanpa di panggil dua kali, Dika masuk kedalam mobil. Dan mobil pun meninggalkan toko itu.
"Apa benar Gita itu anak seorang pengusaha besar?. Dari mana kamu tahu info itu!". Tanya Dika pada asistennya.
"Maaf bos. Saya kurang tahu.
Itu didapatkan anak buah saya saat saya minta mencari tahu yang pesta di taman green house mermaid beberapa hari yang lalu". Ujar si asisten.
"Tidak akurat. Bisa saja Gita bukan anak pengusaha itu. Hanya kerababat atau keluarga jauh saja". Ujar Dika.
Mereka terdiam beberapa saat. dengan fikiran mereka masing- masing.
"Bos. Itu motor bu Gita dan suaminya masuk asrama polisi.
Apa mereka sekarang tinggal di asrama polisi?. Karena suaminya dari kepolisian". Ujar si asisten.
Karena si asisten melihat motor yang di kemudikan suami Gita memasuki gerbang perumahan yang bertuliskan Wisma polisi kota Ini.
"Menarik. Ternyata suaminya hanya mampu tinggal di asrama.
tidak bisa menyewa rumah di perumahan. Apalagi membeli yang nyaman dan mewah untuk Gita.
Kita lihat saja, sampai kapan dia bertahan dengan polisi itu. Aku yakin Gita akan kesusahan kedepannya.
Sebab menurutku Gita bukan anak pengusaha besar, sekelas pak Burhan". Ujar Dika tersenyum.
__ADS_1
.
.