
"Kenapa dia belum datang?". Tanya Dika pada asistennya.
Dia melihat jam di pegelangan tangannya. Sudah setengah selapan malam. Padahal dia sudah janji model muda itu pukul tujuh.
Dika sudah santai menunggu penghangat ranjangnya malam ini. Dan dia sudah tidak sabar.
"Aku tadi minta dia kesalon dulu bos. Biar tubuhnya segar saat bos pakai. Maklum masih muda". Ujar sang asisten.
"Berapa umurnya?". Tanya Dika.
"Sembilan belas tahun bos. Tapi dia sudah tidak perawan.
Dia bilang dia perawannya dia berikan pada seorang sutradara yang merekrutnya untuk menjadi bintang sinetron.
Dan sekarang sinetron yang dia bintangi cukup terkenal di kalangan ibu-ibu". Jelas asisten Dika.
"Apa jadwalnya tidak padat. Kan artis baru". Ujar Dika.
"Padat bos. Tapi aku langsung minta pada sang sutradara untuk malam ini dia di boking.
Dan sutradara memberikan. Makanya tadi dia shooting sampai pukul empat.
Dan langsung saya suruh kesalon untuk perawatan dan rileksasi. Biar dia srgar, tidak kecapekan saat melayani bos". Jelas asisten Dika.
Dika mengangguk paham. Dia sudah tidak sabar untuk bermain dengan daun muda. Pasti masih segar.
Walaupun Dika semenjak sma sudah pernah melakukan hubungan suami istri dengan pacar smanya.
Tapi saat sekarang dia merasa jiwa liarnya bergejolak. Padahal usianya baru dua puluh tujuh tahun. Dan sudah berbagai macam jenis wanita yang dia gauli.
Tapi yang masih dibawah dua puluh tahun baru sekarang. Dan wanita hamil hanya indri waktu itu.
"Jika Bella datang, aku akan istirahat di apartemenku. Dan pagi-pagi aku akan bantu bos berberes". Ujar asisten Dika.
Dia mau istirahat di unit apartemennya. Dari pada melihat dan mendengar yang sedang enak-enak. Lebih baik tidur di kamarnya.
"Kamu di sini saja. Pesan juga satu buat kamu. Biar kita main bareng". Usul Dika.
"Bis nikmati saha berduaan malam ini. Besok pagi saya akan kemari. Tapi jika ada keperluan, saya akan datang segera". Ujar asisten Dika.
"Baiklah. Kamu harus siaga jika aku panggil". Ujar Dika.
"Baik bos. Semua keperluan bos sudab aku siapkan. Makanan, minuman juga keperluan lainnya". Tambah asisten Dika.
__ADS_1
"Ok. Aku akan bergadang malam ini denfan daun muda. Nanti saat di pulau k aku nau cari yang perawan.
Disana pasti masih banyak gadis perawan cantik-cantik yang bisa aku pesan pada pekerja di sana". Ujar Dika menghayal.
"Aku pesan juga nanti bos. Jika aku berkunjung". Ujar si asisten Dika.
Dia juga ingin.
Tapi mslam ini dika tidak tahu, kalau asistennya sedang memesan perawan. Tapi untuknya sendiri. Ingin merasakan yang baru.
Makanya dia ingin tidur di apartemennya, ingin bermalam panas juga.
Tidak begitu lama, terdengar bunyi bel di apartemen Dika. Dan asistennya membukakan pintu untuk tamu.
Terlihat seorang wanita muda dan seorang pria yang mungkin seumuram Dika. Juga satpam.
Unit apartemen Dika sangat privasi, tamu harus benar- benar di awasi untuk datang.
Tapinkalah privaci dari aoartemen Gita. Yang tidak bisa masum jika tidak ada kartu akses masuk. Hanya bisa masuk drngan yang bersangkutan.
Di tempat Dika masih bisa masuk, ditemani satpan untuk menanyai pemilik yang akan di kunjungi.
Setelah berbasa-basi, pria yang mengantar daun muda itu pamit, dan akan datang menjemput besok pagi pukul tujuh. karena sang artis akan langsung shooting.
Sang asisten membuatkan minum untik tamu bosnya. Meletakan dengan beberapa cemilan.
Sementara Dika mulai berbicara dengan daun muda cantik dan ****.
Asisten Dika melihat daun muda itu terlihat sedikit dewasa dari usianya. katanya masih sembilan belas tahun umurnya.
Tapi terlihat sudah bertubuh sexy dan dandanan yang berlebihan.
"Saya ke kamar dulu bos. Jika ada perlu, panggil saja". Ujar asisten Dika.
Dika hanya mengangguk, dengan mata fokus pada daun muda yang ada di depannya.
Sang artis muda itu dengan berani mendekat pada Dika untuk duduk di samping Dika.
Bahkan sebelum sang asisten keluar unit apartemen bosnya. Si bos sudah ******* bibir sexy sang artis muda.
Sang asisten bergegas keluar mengunci pintu bosnya. Agar tidak bisa di buka dari luar. Kalau dari dalam masih bisa.
Dia bergegas menuju unit apartemennya, yang berada dua lantai di bawah unit apartemen bosnya.
__ADS_1
Dia mengirim pesan pada wanita pesanannya. Agar segera ke kamarnya.
Ya. Wanita pesanan untuknya sudah berada di loby dari tadi. Dan dia tidak mau wanita itu duluan masuk kamarnya. Makanya menunggu sampai dia panggil.
Setelah dia masuk ke apartemennya, dia mempersiapkan semua yang akan dia butuhkan nanti.
Makanan, minuman, Obat kuat juga minuman beralkohol rendah. Sama seperti persediaan bosnya tadi.
Sekitar sepuluh menit, bel apartemennya berbunyi. Dengan tidak sabar sang asisten membuka pintu.
Melihat tamunya yang datang. Terlihat wanita yang cukup muda. Tubuh cantik, mungil dan kurus.
Sang asisten menyuruhnya masuk. Mempersikahkan duduk.
"Bagaimana. Apa kamu yakin kamu masih perawan. Jika kamu terbukti tidak perawan akan aku potong uangnya lima puluh persen.
Berarti kamu tidak akan menerima uang lagi". Ujar sang asisten.
"Baik pak. Aku bisa pastikan, kalau aku masih perawan". Ujar nya jujur.
"Baik, aku akan tes. Persiapkan dirimu. Mandi sana, ganti pakaian ksmu dengan yang ada di tas itu". Tunjuk sang asisten pada tas toko yang terletak di atas sofa.
Sang asisten ini dua hari yang lalu bertemu dengan wanita ini. Dia yang sedang bingung berdiri di sudut taman rumah sakit. Dekat parkiran.
Kebetulan sang asisten baru pulang periksa kesehatan. Dia yang sering ikut bosnya celap- celup. Dan dia rutin periksa tiga bulan sekali
Sang asisten yang kebetulan mau masuk ke mobil melihat diavyang sedang sedih dan panik. Maka sang asisten mendekatinya.
Disanalah dia tahu, kalau ibu wanita itu sedang sakit. Dan butuh uang untuk operasi usus buntu.
Dia tidak tahu cari uang kamana. Entah apa yang ada difikiran sang asisten waktu itu. Dia mau bantu asal wanita itu mau melayaninya di ranjang.
Dan pengakuan wanita itu kalau dia masih perawan. Maka sang asisten bernego. Dia bayar rumah sakit sekarang, dan temui dia dua hari lagi.
Jika terbukti wanita itu perawan. sang asisten akan bayar lima kali lipat uang rumah sakit. Tapi jika tidak, wanita itu tidak dapat apa-apa.
Maka disinilah wanita itu berada. Akan membuktikan pada sang asisten.
Sungguh asisten cerdik.
.
.
__ADS_1