Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 136


__ADS_3

"Mobilku ada di rumah Adi. Langsung jemput kesana saja bro". Ujar Guntur.


Pada temannya yang sedang mengemudikan mobil.


"Ok. Apa kalian langsung pulang?". Tanya teman Guntur.


"Iya. Sudah magrib juga". Ujar Guntur.


"Ok. Kalian hati-hati. Kalau ada apa-apa kabari saja kami". Ujarnya.


Guntur dan Gita turun dari mobil itu, dan disambut oleh pria yang tadi di tempat penitipan barang.


"Aman bro?". Tanya temannya itu.


Memberikan kunci mobil oada Guntur.


"Aman". Jawab Guntur.


"Aku dapat kabar dari yang berjaga di sana tadi.


Mantan istrimu itu ternyata sedang bekerja sama dengan seorang laki-laki, dan sedikit tersirat kalau mereka juga akan merencanakan sesuatu". Ujar Teman Guntur.


"Ya aku tahu itu. Pria itu memang sudah dua kali menganggu istriku.


Makanya semenjak kami menikah aku mulai memberi penjagaan padanya. Karena pria itu sangat berambisi pada Gita semenjak dulu". Jelas Gita.


"Oo, dia yang kamu katakan hampir melecehkan istrimu?". Ujar teman Guntur.


"Iya. Kalau bisa aku minta pada kalian semua, jika ada yang tanya- tanya tentang kami. jangan di beri tahu.

__ADS_1


Juga pesankan pada para istri kalian, bisa saja Indri mencari tahu melalui mereka. Kan mereka juga pasti ken". Ujar Guntur.


"Baik. Akan aku kondisikan yang di asrama. Dan para istri". ujar teman Guntur.


"Mereka masih di luar gerbang menunggu bang!". Ujar teman Guntur yang menyupiri tadi.


"Oh iya. kan tadi kamu pura-pura jadi taksi online ya.


Mana tahu mereka bertanya pada kamu nanti saat keluar". Usul Adi, teman Guntur.


"Ok. Kan bang Guntur juga mau pulang ya?. nanti aku kabarkan kalau di gerbang asrama aman". Ujar teman Guntur itu.


"Baik, terima kasih sudah mau di repotkan". Ujar Guntur.


"Tidak apa bang". Ujarnya.


Ujarnya memasuki mobil yang membawa Gintur dan Gita tadi.


Mengajak Gita memasuki mobil yang di bawa temannya tadi.


"Hati-hati. Barang belanjaan kamu tadi sudah di atas mobil". Ujar Adi.


"Ok terima kasih bro". Ujar Guntur.


Guntur dan Gita menaiki mobil. Dan menjaga jarak dari mobil yang mengantar mereka tadi.


Mobil itu terlebih dahulu berjalan, dan keluar. Beberapa menit setelah portal gerbang asrama tertutup. Guntur melajukan mobilnya untuk keluar dari asrama. Untuk menuju pulang.


Benar dugaan Guntur tadi, ternyata mobil temannya tadi di hadang oleh dua orang pengendara motor.

__ADS_1


Yang dia yakin orang itu sedang mengintrograsi teman gintur yang mereka yakin supir taksol.


Saat ini mereka berada di pinggiran jalan yang tidak jauh dari gerbang asrama polisi.


"Tuh, si dio di tanyai mereka.


Pasti mencari info tentang kita". Ujar Guntur.


Menunjuk mobil yang ada di pinggir jalan. Dn mobil Guntur sedang melewati mereka.


"Apa akan baik-baik saja dia bang nanti bang?". tanya Gita.


"Aman. Dio itu intel. Pasti tahulah cara menghadapi mereka. Pekerjaan kecil itu". Ujar Guntur.


Mobil Guntur sudah melewatinya. dan mereka pun sudah mengarah kejalan besar menuju lokasi apartemen mereka.


"Abang hanya ingin melindungi kamu sayang. Bukan mau main kucing-kucingan dengan mereka dengan cara sembunyi-sembunyi.


Walaupun Indri bisa di atasi dengan mudah oleh teman abang. Tapi abang merasa dia bisa saja nekat mencelakai kamu.


Karena mereka pasti bekerja sama. Apalagi mantan bos kamu itu orang berada. Dan berani menyewa mata-mata. Untuk memisahkan kita". Ujar Guntur.


Gita mengangguk paham. Sang mantan bos pasti punya rencana itu.


"Makanya kita harus selalu waspada bang. Terutama abang, lebih hati-hati.


Abang yang berdinas di ruang publik pasti akan lebih sering terlihat oleh mereka. akan mudah untuk diikuti oleh mereka". Ujar Gita.


Mencemaskan suaminya yang bekerja di jalan raya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2