Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Andika Marah


__ADS_3

Dika yang mendengar gita berhenti bekerja sangat marah.


Dia terlambat datang kekantor seperti biasa. Maka dia tidak bertemu dengan Gita.


Padahal dia sudah berencana untuk melanjutkan aksinya pada gita. Kalau bisa dia mengajak gita saat istirahat dan makan siang kehotel.


Tapi gita malah lebih dulu pergi. Meninggalkan kantor sebelum dia datang.


"Cari alamat Gita. Akan aku datangi dia. agar dia tidak bisa lari lagi dariku.


Kalau bisa malam ini aku buat dia bertekuk lutut padaku". Ujar Dika mengusap kasar wajahnya.


Hayalannya pupus karena Gita resingn tanpa sepengetahuannya juga tanpa izin dan dia belum menanda tangani surat resignnya.


"Baik pak.


Permisi, aku akan minta ke hrd untuk melihat data bu Gita". Jawab sang asisten.


"Kabarkan segera. Kalau bisa menjelang istirahat siang". titah Dika.


"Baik pak". Jawab asisten.


Keluar dari ruang bosnya. Menuju ruang kerjanya. Tapi sebelumnya dia keruang kerja gita dulu.


Untuk bertanya pada rekan satu ruangannya, alasan gita resign.


Tapi jawaban mereka tidak begitu memuaskah sang asisten. Yang mengatakan Gita keluar bekerja pada perusahaan keluarganya.


Bagai mana bisa si asisten percaya. Jika keluarga gita punya perusahaan mengapa dia bekerja di perusahaan lain.


Tapi saat ditanya pada mereka apa nama perusahaan keluarga Gita, mereka tidak tahu.


Membuat sang asisten ragu. Bisa saja Gita kabur dari bosnya yang sudah melecehkannya.


Karena dia tahu, kemaren bosnya memberi gita obat perangsang. Tentu bosnya itu memperkosa gita saat sedang terpengaruh obat.


Dan Gita pasti marah. Lalu resign dari pekerjaannya.


Tidak berapa lama dia sampai diruang kerjanya, sang asisten menerima berkas meengenai data diri Gita yang dia minta pada hrd. Dan diantar salahbsatu ob.


"Ternyata Gita tinggal tidak jauh dari sini. Sama seperti jawaban rekan satu ruanganya bekerja tadi". Gumam sang asisten.


"Perumahan xyz".


Dia mencari menggunakan map di aplikasi. Menghafal jalan menuju perumahan itu.

__ADS_1


Agar saat sang bos minta diantar nanti, dia tidak perlu bertanya lagi.


"Ok. Cukup sepuluh menit bisa sampai sana". Ucap sang asisten tersenyum.


.


Menjelang zuhur Gita sampai dirumah. Lebih tepatnya rumah orang tua guntur.


Anna pasti sedang pergi sekolah, dan mamanya pergi ke toko. Sang art bisa saja sudah pulang. Karena dia bekerja biasa hanya sampai siang saja. Mencuci dan membersihkan rumah.


Tadi dia sudah diberi kunci cadangan oleh Guntur.


"Terima kasih leo. Aku kedalam dulu". ucap gita.


Dia turun dari mobil yang di kendarai leo. Memasuki rumah melalui pintu samping, setelah menutup pintu pagar.


Tidak lupa membawa tas dari butiq tadi. Baju untuk menghadiri pesta teman Guntur besok.


Kata Guntur.


Gita membersihkan tubuhnya yang gerah. Dan bersiap untuk sholat zuhur, juga makan siang.


Tadi gita menyuruh leo berhenti untuk membeli makanan, karena dia tahu dirumah orang tuanya Guntur tidak ada orang siang hari.


Tentu tidak akan makanan. Untuk makan siang.


Tapi sebelum sampai diruang makan, dia dikejutkan oleh mama bang Guntur yang sedang menyusun makanan.


"Mari Gita. Kita makan bersama". Ajak mama guntur.


"Kamu bawa apa itu?". bertanya lagi.


Saat melihat Gita membawa bungkusan.


"Ayam pedas mah. Aku kira mama di toko tadi, jadi cuma beli satu". Jawab Gita malu.


"Tidak usah beli makanan di luar. Walaupun semua pergi, si mbak sudah masak kok untuk makan siang.


Lagian sering makan pedas tidak baik untuk kesehatan. Nanti perutmu sakit.


Ayo. Makan bareng saja". Ujar mama guntur.


Menyuruh duduk di sampingnya.


"Baik mah.

__ADS_1


Ayam dan cabenya dipisah kok. Aku juga kurang suka banyak cabe". Ucap Gita.


Dia membuka bungkusan ayam itu.


"Makan ini saja, tadi mbak sudah mama suruh masak buat kamu. kata Guntur kamu pulang tengah hari.


Makanya mama juga pulang siang. Biar kamu tidak kesepian dirumah sendiri". Ucap mama guntur.


Mereka makan sambil bercerita. Hingga lanjut duduk di teras samping.


Bercerita.


Mama guntur juga menceritakan tentang pernikahan yang kandas kemaren.


.


"Sudah tahu alamatnya?". Tanya Dika pada sang asisten.


Tadi dia memanggil sang asisten untuk keruangannya.


"Sudah pak. alamatnya di oerumahan xyz. Itu tertera di data pribadi bu Gita.


Juga informasi dari teman satu ruangan kerjanya". Jawab sang asisten.


"Ok. Kita kesana sekarang". Ucap Dika berdiri dari duduk di kursi kebesarannya.


"Apa tidak sebaiknya kita makan dulu pak. Untuk mengidi tenaga jika nanti kalau-kalau...".


"Ok. Kita makan siang dulu di cafe depan". Jawab Dika.


Maka mereka pergi makan siang dicafe depan. Dika sangat bersemangat makan. Karena dia memikirkan hal yang..


Dika berfikir akan menaklukan Gita di ranjang.


Karena dia sudah yakin, Gita pasti tinggal sendiri. Kan suaminya baru meninggal beberapa bulan yang lalu.


Hingga.


"Dian??. Kenapa kamu di sini?".


Dika heran. tadi kata sang asisten ini rumah Gita.


Kok....


Ada Dian disini?

__ADS_1


.


.


__ADS_2