Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Zonk


__ADS_3

"Apa kamu tidak salah lihat?. Padahal aku baru saja dari restoran bebek itu untuk makan siang". Ujar Dika keras.


Dika baru saja menerima telfon dari orang suruhannya dan asistennya.


Dia memang baru saja makan siang di restoran bebek tersebut, yang tidak jauh dari kantornya.


"Iya bos. aku akan kirim fotonya sebentar. Tadi aku tidak sengaja lewat, dan melihat bu gita bersama seorang laki-laki". Ujar sang pengendara motor.


"Kalau kamu yakin itu Gita, iringi terus. Aku akan menyusul kamu. Berikan arah kamu mengikuti mereka". Ucap Dika.


"Baik Bos. Sekarang menuju arah selatan. Nanti aku kabarkan lagi". Jawabnya.


"Sekalian pastikan siapa laki-laki yang bersana Gita itu". Ujar Dika.


"Baik bos". Jawab Sang pengendara.


Maka sang pemotor mengikuti mobil Gita. Dengan jeli.


Sesampai Di mini market, sang pemotor kembali menelfon Dika.


Mengabarkan keberadaannya sekarang.


Si pemotor berdiri di belakang mobil Guntur. Dia menelfon yang dia panggil bos.


Tanpa dia tahu Gita dan guntur berada di mobil samping mobil Guntur.


"Halo bos. bos di mana?". Tanya si pengendara.


Dia bersandar di belakang mobil yang Guntur naiki sekarang.


Terlihat si pengendara motor tadi menegakan kepalanya, mencari seseorang.


"Sebelah kanan bos berdiri". Ucapnya melambaikan tangannya.


Terlihat Dika dan sang asisten berjalan menuju mobil Guntur. Dimana mobil Guntur parkir.


"ini bos. Mobil laki-laki yang membawa Bu Gita" ujar sang pengendara motor tadi.


"Kamu yakin?.


Ini bukan sembarang orang memakai plat mobil begini". Ujar Dika.


Menelisik plat mobil dan mencoba melihat kedalam mobil. Tapi sayang, Kacanya terlalu gelap. Tidak nampak kedalam.


Plat mobil Guntur hanya terdiri dari dua angka. Makanya Dika kurang yakin kalau Gita kenal pejabat atau pengusaha. Biasa nomor polisi yang nomor sedikit adalah pejabat atau artis.


Lama mereka memperhatikan mobil Guntur. Dan berdiskusi.


"Apakah laki-laki yang bersama Gita sudah tua atau belum?". Tanya Dika.

__ADS_1


"Kurang tahu bos. Kurang terlihat wajahnya. Yang aku lihat, tubuh tinggi dan berisi". Jawab


"Gemuk?. Om om maksudnya?". Tanya Dika kaget


"Bukan bos. Tubuhnya tinggi dan berisi. istilah sekarang, kekar bos". Ujar sang pengendara.


Guntur dan Gita tersenyum mendengarnya.


Kepo. Pikir mereka.


Mereka kembali fokus meneliti mobil Guntur.


"Apa tubuh Gita berisi?. Sudah berapa bulan semenjak kejadian itu. Aku yakin gita hamil". Ujarnya percaya diri.


"Kurang terlihat hamil atau tidak bos. Karena bu gita pakaiannya agak longgar". Jawab si pengendara motor tadi.


Gita dan Guntur geleng-gelebg kepala, karena dika percaya diri sudah berhasil mentetubuhi Gita. Padahal...


"Sebaiknya bos lihatlah kedalam. Temui mereka". Usul asisten Dika.


"Ok. Kamu tunggu di sini. Jangan sampai mereka pergi duluan.


Kabarkan segera jika mereka keluar". Ujar Dika pada sang pengendara.


Maka Dika memasuki mini market untuk mencari Gita. Dia diiringi sang asisten.


Dia berkeliling mencari didalam mini market. Tapi tidak bertemu dengan Gita.


Padalah dia sangat ingin bertemu dengan Gita.


"Mana dia?". Tanya Dika pada sang asisten.


"Aku juga tidak melihatnya bos. Apa dia sudah keluar". ujar sang asisten.


"Tapi si pengendara motor tadi belum mengabarkan bukan?". tanya Dika.


"Belum bos". Jawab sang asisten.


Hingga Dika dan sang asisten berdiri di dekat jejeran kasir yang terdiri dari tiga meja kasir.


Selerti patung. tapi mereka melihat kekiri dan kekanan.


Terlihat sepasang suaministri sedang menuju kasir, yang tidak jauh dari Dika berdiri.


"Apa yang baju biru muda itu bos?.


Walau dia memakai masker. Tapi aku tidak yakin itu ibu gita". ujar sang asisten berbisik.


Menunjuk sepasang suami yang sedang berdiri di depan kasir.

__ADS_1


"Aku juga, tidak yakin itu gita. Tubuhnya sedikit pendek dari Gita". Jawab Dika.


Dika kembali menengok kekiri dan kekanan. Tapi tidak ada.


Tiba-tiba ponsel Dika berdering. Sang pengendara menelfon.


"Ya". Jawab Dika.


"Mereka keluar bos. Apa bos tidak bertemu dengan mereka tadi?". Ujar sang pengendara.


Dia melihat yang dia yakini tadi Gita berjalan menuju mobil tadi.


Terlihat Dika dan sang asisten berjalan cepat menuju mobil tadi.


Dan merlihat wanita yang memakai gamis biru dan laki-laki berkemeja biru sedang memasukan belanjaannya ke mobil.


"Itu bos". Tunjuk sang pengendara.


Walau Dika dan sang asisten tidak yakin itu gita. Tapi melihat sang pengendara merasa yakin itu gita, membetanikan diri untuk memanggil.


"Gita!". Panggil Dika.


Dan keduanya menoleh.


"Maaf bang. Abang panggil siapa tadi?". Ujar sang laki-laki.


Tubuhnya memang tinggi dan kekar. Bagaimana tidak. Dia adalah seorang bodyguard. Kenalan dan juga anak buah sepupu Guntur.


"Ini. Aku merasa wanita ini Gita. karyawanku di kantor. Dan sebentar lagi akan jadi istriku". Jawab Dika percaya diri.


"Maaf bang. Ini istriku, namanya Anggi". Jawab laki-laki itu.


"Bisa aku lihat wajahnya?. Katena aku yakin ini Gita!". Ujar Dika.


"Ok. Buka maskermu sayang". perintah si laki-laki.


Dan..


"Apa ini karyawan abang?. istriku ini tidak bekerja bang. Dia ibu rumah tangga". Jawab si laki-laki.


Saat si wanita membuka maskernya. Terlihat wajahnya. Dan bukan Gita, yang di cari Dika.


"Oh maaf bang. Maaf. Ternyata bukan Gita. Maaf, aku salah orang". jawab Dika kikuk.


Dia sedikit malu. Karena salah orang.


Dia menatap kesal pada si pengendara motor yang memberi info tadi.


.

__ADS_1


.


__ADS_2