Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Cerita Indri


__ADS_3

"Aku sudah tahu bang. Karena aku sudah beberapa kali melihatnya. Walau dia mungkin tidak melihatku secara langsung.


Tapi aku ingat wajahnya". ucap Guntur pada sepupunya.


Ya. Guntur menelfon Bian setelah membaca pesan yang dikirim Bian tadi. Sepupunya yang klien Dika.


Dia langsung menelfon sepupunya itu saat sedang tidak membawa mobil.


Saat ini Guntur sedang berada di lokasi tempat pusat penjualan oleh-oleh.


Dimana rombongan mentri sedang berbelanja.


"Syukurlah kalau kamu tahu. Aku cuma mengingatkan, agar kamu sedikit memberi pengawalan pada istri kamu.


Sebab mereka sepertinya punya rencana yang mungkin akan membuat kalian bermasalah.


Tadi si Dika itu bilang, kalau dia berniat untuk merebut istri kamu. Katanya Kamu membuat Gita susah. Lebih susah dari suami yang dulu.


Sudah tidak boleh bekerja, dan tinggal di asrama". Ujar Bian.


"Haha.. Ha.. Biar saja dia berfikiran begitu bang. Aku tidak peduli". Ujar Guntur.


"Lebih baik begitu. Jangan cari permasalahan. Tapi kalau kita di ganggu, jangan kasih ampun.


Bikin jera sampai tulang sendi". Ujar Bian.


"Ok bang. Terima kasih". Ujar Guntur.


"Sudah tugasku menjaga saudara dari orang yang tidak bertanggung jawab". Ujar Bian.


"Sepertinya aku juga akan meninjau ulang kerja sama yang akan dikerjakan kedepan". Tambah Bian.


"Kenapa bang?!". tanya Guntur.


"Sepertinya dia tidak bisa ber tanggung jawab. Ragu aku melihatnya". Ujar Bian.


"Apa selama ini abang belum melihat kerja keras perusahaan mereka?". Tanya Guntur.


"Selama ini yang abang dengar baik-baik saja.


Tapi kok setelah mendengar yang mereka bicarakan tadi, risih rasanya. Dia bisa saja menghalal kan segalanya demi keinginannya.


Ya buat keinginan dia pribadi mungkin. Bukan atas nama perusahaan.


Tapi ya malas untuk bertemu jadinya". Ujar Bian.


"Terserah abang lah. Tapi jangan sampai menghambat rezeki orang jika abang membatalkan kerja sama itu". Ujar Guntur.


"Tidak kok. Abang cuma ingin memberi sedikit pelajaran buat si Dika itu.

__ADS_1


Perusahaannya selama ini abang dengar bagus kok. abang dapat rekomendasi untuk bekerja sama dari perusahaan yang pernah bekerja sama dengan mereka.


Makanya abang tertarik untuk itu". Jelas Bian.


"Ok bang. Semoga kerja samanya memuaskan". Ujar Guntur.


Guntur akan berupaya menjaga rumah tangganya dari gangguan orang lain yang ingin memecah belah dia dan istrinya.


Apalagi dengan Dika, yang dia tahu pernah berusaha mencelakai Gita. Lebih tepatnya akan di perkosa.


Sementara Guntur merencanakan sesuatu agar Dika tidak bisa masuk menganggu dia dan istrinya.


Gunturpun menelfon istrinya. Dia tidak begitu sibuk mengawal. hanya membawa mobil polisi.


.


"Mantan suami kamu?". Ujar Dika.


Saat indri mengatakan kalau Guntur adalah mantan suaminya. Dan Dika tadi melihat Indri berbicara berdua dengan Guntur.


"Iya. Dia suamiku yang sudah menceraikan aku itu. Dan orang tuanya yang mengembalikan anak itu pada orang tuaku.


Anakmu lebih tepatnya!". Jawab Indri.


Sang asisten yang kaget mendengar dengan seksama cerita Indri.


"Tunggu.


Memang dia di bagian apa dinasnya?". Tanya Dika.


"Dia itu polisi lalu lintas. Dan waktu itu masih polisi biasa. dinas untuk patroli tidak hanya pagi sampai sore. Pasti dua atau tiga kali seminggu ada dinas malam untuk patroli.


Apalagi waktu sebelum menikah hingga aku melahirkan, dia itu kuliah. Dia kuliah dengan beberapa temannya. Untuk kenaikan golongan dan pangkat.


Karena dia kuliah di universitas umum, kuliahnya pagi atau siang, Maka sebagian dinasnya sering di ganti malam". Jelas Indri.


"Ooo.. Itu sebabnya kamu sering keluyuran malam untuk mencari hiburan". Ujar Dika.


"Iya. Dia itu sangat sibuk tiap hari. Kuliah, bekerja hingga waktunya kurang untukku sebagai istri.


Apalagi waktu aku baru saja melahirkan. Dia bertambah sibuk dengan skripsinya.


Dan aku sering di tinggal di asrama. Makanya aku sering cari hiburan". Jawab Indri seperti tidak masalah.


Bahkan tidak ada penyesalan dari cara bicaranya.


"Setahuku kamu memang sudah liar semenjak kuliah. Bahkan kamu mencari uang tambahan dengan menemani om-om". Ujar Dika.


Ya. Dika memang sudah kenal dengan Indri semenjak kuliah. Karena dia juga sering memakai jasa Indri.

__ADS_1


Bahkan sampai menikah, bahkan sampai indri punya bayi.


"Ya, harus bagaimana lagi. Aku tidak bisa sendirian lama-lama sendirian.


Apalagi dia selalu sibuk waktu itu. Ya aku cari hiburanlah". Ujar Indri.


"Hm. Apa gaji polisi itu tidak mencukupi untuk kebutuhan dan belanja kamu?". Tanya Dika.


Karena dia ingin tahu. Apa kebutuhan Gita bisa dipenuhi suaminya yang hanya seorang polisi.


"Cukup. Bahkan waktu itu lebih, bisa buat menabung juga.


Apalagi sekarang dia pasti sudah naik pangkat dan golongan. Berarti gajinya juga naik.


Dia itu juga kabarnya punya sebuah cafe dan restoran yang di kelola oleh temannya. Tapi aku tidak tahu dimana cafe itu. Karena tidak pernah diajaknya kesana.


Hanya yang aku tahu dia dapat transferan hasil cafe itu tiap bulan". Ujar Indri.


Menceritakan kehidupan rumah tangganya denganmantan suamiya itu.


Dika mendengar ucapan Indri. Dan yakin Indri belum tahu kalau mantan suaminya itu sudah menikah.


Sang asistenpun mendengar sambil mengemudikan mobilnya.


"Pasti bos ingin tahu cerita suami Indri eh lebih tepatnya suami bu Gita.


Akan aku ajak keliling dulu.sampai informasi tentang suami bu Gita di ketahui bos". Guman sang asisten.


Membawa mobilnya kearah jalan yang tidak ramai kendaraan. Arah pinggiran.


"Terus, sekarang kamu minta balikan lagi. Pada mantan suami mu itu. Seperti cerita kamu waktu itu". tanya Dika.


Setelah terdiam beberapa saat. Dika ingin tahu lebih jelas setelah mengetahui suaminya Gita adalah mantan suami indri.


"Iya. Makanya aku mencari keberadaannya.


Dan tadi aku melihatnya sedang berdiri di dekat mobil patroli.


Aku temui dia. Tapi dia malah menolakku telak. Tidk mau berbicara denganku.


Tidak memberi kesempatan untukku menjelaskan kalau aku akan patuh menjadi istrinya". Ujar Indri sedikit lemas berbicara.


Dika menganguk paham. Kenapa Indri gigih untuk kembali pada mantan suaminya itu.


"Apa kamu tahu?. Kalau mantan suami kamu itu sudah menikah?". Ujar Dika.


"Apa?. Sudah menikah?!".


.

__ADS_1


.


__ADS_2