Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Cerita Anna


__ADS_3

Sesampai dirumah Anna. dia langsung mengunci pagar setelah kami masuk. Juga pintu rumah.


Ruang tamu dan ruang tengah lampu utamanya sudah dimatikan. hanya tinggal lampu di dekat tangga. Dari lantai ataspun sedikt remang.


"Kamarku di bawah sini!". tunjuk Anna.


keruang sebalah kanan. dekat ruang keluarga, karena ada tekevisi dan karpet tebal terbentang.


"Hmm!". jawabku bergumam saja.


"Nant kalau kak Gita sudah menikah dengan abangku. kamar kak gita di atas.


Jangan mau diajak tinggal di asrama ya kak!". ucap Anna memeluk lenganku.


"Ish.. siapa yang mau menikah dengan abang kamu bocah?!". kesalku akan mencubit nya.


Tapi Anna malah meneluku erat.


"Ya kak gita lah. siapa lagi!". ucapnya.


"Anna!!!. aku pu...".


"Iya.. iya.. maaf kakak ipar!.


Ayok kekamarku!". ucapnya.


menarik tangganku memasuki kamarnya.


Kamar khas anak perempuan, bernuansa pink. beda denganku waktu masih sekolah. kamarku bernuansa biru.


Seperti janjinya pada abangnya kudengar tadi. kami tidak tidur terlalu larut, karena akan pergi joging pagi besok.


Kami hanya bercerita tentang keluarga. Dia menceritakan tentang ayahnya yang juga seorang kepala polisi di polsek kota daerah utara. hingga sering pagi berangkat. karena butuh satu jam perjalanan. sebab mereka tinggal di daerah selatan.


"Anak abang kamu berumur berapa?!". tanyaku saat dia bilang ibunya sibuk mengasuh cucu.


Katanya ibunya seorang ibu rumah tangga, dan punya toko pakaian di pertokoan di jalan raya depan perumahan. Dan punya seorang karyawan kepercayaan. ibunya hanya mengawasi saja sekarang semenjak sang cucu tinggal bersamanya. karena anak abang anna belum berumur dua tahun.

__ADS_1


Dia menceritakan semenjak berumur tiga bulan anak abangnya tinggal bersama mereka.


"Istri abangku itu membawa anak nya saat selingkuh, gilakan dia..


Saat abang mengetahui istrinya itu selingkuh. dan mendatangi kamar itu. Ternyata bayi mereka menjadi saksi biadab ibunya.


Dan parahnya, dia sudah berada dihotel itu selama tiga hari. Padahal dia minta izin akan menginap di rumah orang tuanya yang berada di luar kota.


Dan abang mencaterkan sebuah travel untuk kerumah orang tuanya, karena waktu itu abang sedang sibuk berdinas karena sedang liburan sekolah.


Untung ada teman abang yang sedang seminar dan menginap di hotel dan lantai yang sama dengan istri abang.


Sudah tiga hari dia menginap disana, terus melihat istri abang sarapan dengan laki-laki lain membawa anaknya di restoran hotel.


Awalnya teman abang mengira wanita itu mirip saja. tapi karena penasaran, dia bertanya pada abang dengan mengirim foto.


Dan ternyata benar istrinya abang. Siang itu abang mendatangi kamar tempatnya menginap diantar temannya yang memberi tahu.


Dan


Mereka sedang berzina di dekat bayinya yang masih kecil!". cerita Anna kesal.


"Apa yang abang kamu lakukan?!". tanyaku ikut kesal mendengar.


"Abangku langsung menalaknya. meminta pihak hotel untuk jadi saksi.


dengan bukti foto da rekaman cctv. juga kesaksian pihak hotel dan juga teman abang. abang langsung mengajukan perceraian ke pengadilan melalui instansi pekerjaannya.


Dan malam itu istrinya langsung di usir dari asrama. karena sudah mencoreng nama instansi.


apalagi abangku itu polisi, makanya butuh hampir setahun untuk dapat surat cerainya dari kantor kepolisian.


Dari pengadilan agama tidak sampai dua bulan sudah keluar surat cerainya. karena bukti jelas membatu prosesnya!". jelas Anna.


"Kasihan anak abang kamu!". ucapku sedih.


kami tiduran dikasur besar Anna. Sambil bercerita. Aku jadi sedih mendengar ceritanya itu.

__ADS_1


"Makanya aku ingin kak gita menjadi kakak iparku. Semenjak perceraian itu, abangku sering murung dan sedikit tertupup. Dia keluar rumah hanya ketika dinas saja, selebihnya berkurung dikamar.


Apalagi beberapa bulan yang lalu. mantan istrinya minta baikan dan rujuk pada abang. Padahal pengadilan agama sudah memutuskan perceraian mereka.


mantan istrinya itu tidak mau menanda tangani surat dari intansi kepolisian tempat abang bekerja.


Membuat abang sibuk mengurus kalau dia tidak akan menerima kembali istrinya itu untuk rujuk. yang sudah jelas- jelas selingkuh dan berzina.


Dan baru tiga bulan ini benar-benar lapas. sudah dapat surat resmi duda nya!". ucap Anna menerangkan.


Entah kenapa dia menceritakannya padaku. padahal kami baru kenal. seminggu lebih. Dan akupun sebenarnya juga nyaman dengan Anna, walau sedikit usil dan cerewet.


"Maukan kak gita jadi kakak iparku?!". ucap Anna.


"Tidak!!". jawabku tegas.


Lalu bangkit dari tiduranku.


"Eh.. eh kakak kemana?!. jangan tinggalkan aku sendiri dong kak!!. kakak jangan marah. aku serius mau jadiin kakak jadi kakak iparku!". ucapnya memelas.


"Ish kamu!". ucapku mencubit pelan pipinya.


"Kak!!". ucap Anna.


"Aku mau pipis tahu. kamu mau ikut?!". tanyaku.


"Hehe.. aku kira kakak mau pulang kekosan kakak!". ucapnya sambil cengengesan.


"Lihat jam bocah!. bisa ditangkap satpam perumahan aku keluar tengah malam dari rumah kamu. bisa di sangka maling aku nanti". ucapku.


bagaimana tidak, jam didinding sudah menunjukan pukul sebelas lewat.


"Hehe.. sudah sana. nanti kakak ngompol di kasurku!". usirnya.


kucubit lagi pipinya, kesel dan juga gemes.


.

__ADS_1


.


__ADS_2