Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Lagi


__ADS_3

Sesuai rencana guntur semalam. Gita akan diantar jemput oleh Guntur.


Dan saat ini Gita menunggu guntur di depan loby. Tadi sebelum turun keloby, dia mengabarkan sudah pulang. dan baru guntur berjalan dari tempat dia menunggu.


Tanpa Gita tahu, ternyata Dika memperhatikan gita dari cctv kantor.


Dan. Juga Dika menyuruh seseorang menguntit mobil yang membawa Gita. Kemana gita pergi.


Tapi bukan Guntur namanya. Walau sekarang dia polisi lalu lintas, tapi dia sudah mempelajari seluk-beluk pengintaian.


Dengan mata yang selalu siaga, dia bisa membaca kalau sebuah motor mengikuti mobilnya.


Dia bisa tahu kalau mobilnya di awasi. Dari saat mobilnya keluar dari loby kantor Gita. Motor itu selalu berada di belakang mobilnya.


Padahal jalanan yang sedikit macet, banyak motor yang berpacu mendahului mobil yang macet.


Tapi motor itu?. Malah tidak pernah sedikitpun mendahului mobilnya.


"Kok belok bang!?". Tanya Gita.


Saat mobil yang di kemudikan Guntur memasuki halaman sebuah mall, dan langsung menuju parkiran mobil. Dan parkir di lantai tiga.


"Motor itu".tunjuk Guntur pada motor yang mengikuti mobilnya. Menaiki jalur parkiran mall.


"Kenapa dengan motor itu?!". Tanya Gita.


Melihat motor itu ikut memasuki parkiran motor. Yang sengaja parkir dekat parkiran mobil yang di naiki Gita. Malah dia tidak juga turun dari motor. Karena Gita tidak turun dari mobil.


"Dari kita keluar gedung kantor kamu tadi dia mengikuti. Coba kamu turun, masuk ke mall. Apa dia mengikuti kamu. Nanti aku telfon mengabarkan.


Jika dia mengikuti kamu, kamu masuk saja ke mini market. Beli cemilan". Usul Guntur.


"Baik!". Ucap gita.


Diapun turun, dan pergi menuju pintu yang berada tiga mobil di samping mobil guntur parkir. Karena parkiran mall ini berada di sisi gedung yang tinggi. Jadi basemennya tidak di lantai bawahatau atas gedung.


Guntur memperhatikan sang pengendara motor. Dia tidak mengikuti Gita kedalam, malah terlihat menelfon.


'Oo.. Ingin main-main rupanya'. Gumam Guntur.


Dia malah turun dari mobil. Dan ikut memasuki pintu tempat Gita masuk tadi.

__ADS_1


Dan.


Ternyata sang pengemudi motor turun dari motornya. Dan menuju mobil yang dikemudikan guntur.


Tanpa dia tahu. Ternyata Guntur tidak sepenuhnya keluar mengikuti Gita kedalam mall. Dia malah memasuki tangga darurat. Yang berada di bagian samping kiri parkiran.


Dan dia mengintip gerak-gerik sang pengendara motor melalui tangga darurat itu.


Terlihat jelas kegiatannya, menyuruk ke bagian belakang mobil yang mana bagian belakang merapat kedinding. Hingga sang pengendara motor dengan mudah beraksi. Tanpa terlihat siapapun.


Tapi ponsel guntur sedang merekam kegiatannya. Untuk bukti jika satu saat di perlukan.


Setelah memasang sesuatu di bawah mobil guntur bagian belakabg, pengendara itu memotret plat kendaraan. Lalu menuju motornya lagi. dan pergi dari parkiran itu.


Guntur pun keluar dari tangga darurat tersebut. Sebelum melihat apa yang di pasang pemotor tadi. Guntur menelfon Gita agar segera keparkiran.


Tapi Gita malah datang dengan sekantong cemilan. lalu mereka menaiki mobil. Tapi tidak pergi. Guntur memperlihatkan vidio yang dia rekam barusan kepada gita.


"Mulai sekarang kamu harus hati- hati. Aku tidak mau kamu celaka. Sebab dia sepertinya mulai nekat". Ucap guntur.


"Sebaiknya kita pulang pakai taksi online saja. Biar mobil ini disini sampai malam. Nanti ada teman aku yang jemput!". Ucap Guntur.


"Kenapa di tinggal bang?!". Tanya Gita heran.


"Ayo!. Aku akan menyuruh temanku mengawasi mobil ini. Juga bos kamu itu. Sebentar lagi temanku datang kesini". ucap Guntur.


Lalu mengemasi semua barang yang ada di mobil.


Mereka keluar mobil, untuk menuju loby mall. Dan akan memesan taksi online saja.


Tapi sebelum mereka menuju pintu antara parkiran mall dengan bagian dalam mall, terdengar beberapa kali klakson mobil seperti memanggil mereka.


Benar. Ternyata seseorang yang Guntur kenal. Seorang yang sering membantu papanya di polres.


"Bang!". Ucap guntur.


Mendekati mobil yang berdiri dekat mereka berjalan. Beberapa mobil dari dekat mobil mereka.


"Kemana?!". Tanya nya berbasa basi.


"Pulang bang". Jawab Guntur.

__ADS_1


"Ayok!". Ajaknya.


Mengajak guntur dan gita menaiki mobil.


"Ok". Jawab Guntur.


Lalu mengajak Gita untuk memasuki mobil. Mengambil kantong cemilan belanjaan Gita tadi.


Membuka pintu bagian tengah, dan menyuruh gita duluan masuk mobil, baru Guntur masuk kedalam mobil dan duduk di samping Gita.


Mereka duduk di jok belakang. Karena jok depan juga ada teman yang dipanggil abang oleh guntur.


Gita hanya mengikuti saja, walau binggung.


"Aman kok. Mereka asisten papa". Ucap guntur saat mereka sudah duduk di mobil.


"Kok mobilnya di tinggal?". Tanya sang pengemudi.


"Kita cerita sambil berjalan". Jawab guntur.


"Ok". Ucap yang mengemudi. Dan mereka pun keluar parkiran. Menuju jalan raya. Untuk pulang.


"Siapa yang jaga disana?". Tanya sang pengemudi setelah mereka terdiam beberapa menit.


Karena Guntur menceritakan yang dialaminya tadi. Juga tentang Gita.


"Leo. Dia sebentar lagi sampai. Kunci mobil juga sudah aku taro di dekat ban. dia sudah tahu itu". jawab guntur.


Mereka berbincang Seperti sudah biasa bertindak.


Gita hanya diam mendengar obrolan mereka. Sebab mereka sama-sama polisi. Cuma beda kota tempat dinas.


"Kok abang ada disini?". Tanya Guntur.


"Kami sedang Dinas. Asa pengintaian di sini tadi".jawab sang pengemudi.


Padahal. mereka juga sedang menjalankan tugas dari bos mereka, untuk menjaga Gita, calon menantunya. Yaitu Papa Guntur.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2