Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Mencari Gita


__ADS_3

Maka malam itu Gita dan Guntur resmi menjadi sepasang suami istri. Walau masih menikah siri.


Tapi akan diresmikan secara hukum dan negara. setelah surat dari pengadilan keluar.


Juga Guntur akan mengajukan secara resmi di instansinya. Kepolisan.


"Selamat ya kakak ipar. Sekarang sudah resmi jadi istri abangku". Ucap Anna meneluk Gita.


Setelah sah tadi, gita dan Guntur di dudukan pada kursi sofa yang diletakan di ruang tengah. Seolah mereka duduk di pelaminan.


Kursinya di letakan dekat dinding yang membelakangi jendela. Hingga tile gordennya dihias dengan bunga dan guntingan kertas emas berukiran nama mereka.


Guntur dan Gita menerima ucapan selamat dsri semua yang hadir.


Tidak disagka, bu rt perumahan orang tua Guntur datang. Juga ibu dan bapak yang membantu gita pindahan kemaren juga ikut.


"Selamat nak Gita. Sekarang kami tidak lagi waa-was kamu tinggal di rumah Guntur. Sudah halal". Ucap salah satu ibu tetangga orang tua guntur.


"Iya. Guntur juga sudah boleh tinggal di perumahan lagi. Sudah ada pawangnya. Di asrama dingin tidur sendiri". Tambah yang lain.


Semua tamu tetangga orang tua Guntur, memberi selamat. Dan mereka beberapa juga pernah bertemu dengan gita.


Buk rt?. Dia yang paling heboh menyelamati Gita. Hingga gita hanya bisa tersenyum.


Semua menikmati jamuan yang di hidangankan oleh keluarga Gita. Papa dan nana Gita menyambut semua kerabat dan tetangga yang datang.


Walaupun menikah siri, keluarga kerabat dan tetangga dindang. Agar tidak ada fitnah atau ucapan miring.


Gita dari tadi hanya tersenyum saat menyalami tamu yang memberinya selamat.

__ADS_1


Lain dengan Guntur. senyum tidak lepas dari bibirnya.


.


Dika mencari nama teman yang dia kenal di dalam grup alumni. Tapi tidak ada yang dia kenal dekat. Apalagi sudah beberapa tahun dia tidak aktif di grup alumni. dan tidak ikut berkumpul acara alumni.


Mungkin juga mereka tidak tahu dengan Gita. Karena beda tahuj angkatan.Adapun beberapa yang sama, mungkin hanya sekedar tahu saja pernah satu kampus.


"Bagaimana ya?". ucap Dika pasrah.


"Aduh. kurang tahu kalau begitu bos.


Aku..


Eh bos, bos bisa cari tahu dari Dian. Mana tahu dia pernah dengar dari suaminya bu Gita dimana rumah orang tuanya.


"Boleh. Kita datangi dian dulu, untuk menanyakan dimana rumah mertuanya Gita". Jawab Dika.


Dia kembali berjalan menuju kamar mandi. Karena belum sempat bersih-bersih tadi.


"Baik bos. Aku pulang dulu ya. Besok siang kita kerumah Dian". Ujar sang asisten.


Bersuap untuk pulang. Karena dia juga butuh istirahat. Capek dari pagi menemani bosnya di kantor.


Dan baru saja menyelesaikan permainan celap-celup. Mengikuti sang bos.


"Eh tunggu". Ucap Dika menghenti kan langkahnya.


Tapi langkahnya terhenti. Karena pangilan bosnya.

__ADS_1


"Kamu jemput dian. Bawa dia kesini.


Aku akan bertanya sambil dia melayaniku". Ucap Dika.


"Bos. Sudah lewat pukul sebelas, tengah malam ini bos, Bos oastk capek. Sebaiknya istirahat dulu. Besok akan aku antar bos ketempat dian.


Biar bisa dapat alamat Gita, sambil olahraga siang". Elak Sang asisten.


Dika mengangguk paham. Dia memang sedang tidak bersemangat, karena ingat Gita terus.


"Baiklah. Kamu pulanglah dulu. Besok jemput aku pukul sembilan. Biar cepat istirahat, dan bisa kerumah Dian". Ujar Dika.


"Baik bos". Jawab Sang asisten.


Sebenarnya sang asisten tidak sepenuhnya pulang.


Dia akan tidur di kamar hotel pesanannya tadi. Dua lantai di bawah kamar sang Bos.


"Aku juga capek. mau tudur cepat". Ucap sang asisten.


Dia langsung melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya.


Lalu menghempaskan ke ranjang empuk hotel. Dan tertidur lelap.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2