
"Ikuti mereka". Ujar Dika pada asistennya.
Dan si asistenpun mengikuti motor yang mereka yakin Gita yang duduk di boncengan itu.
Guntur dan Gita tidak mengetahui kalau mereka di ikuti. Mereka tetap berbincang santai menyusuri jalan. Pelan saja di sisi jalan yang tidak begitu ramai.
Sampai di persimpangan depan, motor guntur langsung belok kiri. Kearah tujuan mereka.
Mobil yang di kendarai asisten Dika dengan mudah mengiringi motor yan di kendarai Guntur.
Motor Guntur berhenti dan mampir ke toko buah dan kue yang ada di sisi jalan. untuk membeli buah tangan karena akan berkunjung.
Guntur membantu Gita membuka helmnya, tapi tidak dengan maskernya. Dan mereka memilih buah yang akan di beli.
Dikapun turun dari mobinya mengikuti Guntur dan Gita.
Dia ingin menemui Gita langsung. Untuk bertanya perihal kehamilan Gita yang dia yakini karena sudah menanamnya waktu itu.
"Gita!". Panggil Dika.
Guntur dan Gita yang sedang memilih buah melihat kearah seseorang yang memanggil nama nya.
"Eh bos Dika. Mau beli buah juga?". Ujar Gita basa basi.
Karena kebetulan bertemu.
Setelah Gita tahu siapa yang menyapanya.
"Apa kabar kamu Gita.
Bisa kita bicara berdua, karena ada yang ingin aku tanyakan. Tentang...".
"Maaf bos, Saya tidak bisa". Tolak Gita. Menolak ajakan mantan bos nya itu.
"Ohya. Kenalkan ini suami saya". tambah gita lagi.
"Kenapa kamu menikah secara diam-diam?.
Padahal kita sudah melakukannya sore itu hingga kamu hamil anakku.
__ADS_1
Di mana anakku itu sekarang?!". tanya Dika langsung pada gita.
Guntur ingin menyela ucapan Dika yang sangat tidak sopan pada istrinya.Tapi Gita menahannya sambil menarik tangan suaminya.
"Maaf bos. Kita tidak pernah melakukannya. Mungkin bos lupa karena sedang mabuk meminum obat perangsang yang rencana bos berikan padaku.
tapi malah bos sendiri yang meminumnya". Ujar Gita.
Tidak mau ditekan oleh mantan bosnya itu.
"Bohong. Aku sangat yakin sudah melakukannya dengan kamu. Bahkan ruang kerjaku saksi dan bukti peebuatan kita". Jawab Dika.
Perdebatan Gita dan Dika menjadi tontonan orang yang sedang ber belanja, memilih buah.
"Bagaimana bisa bos tahu itu saya?. Sedang kan saya keluar ruangan bos saat melihat bos yang kepanasan meminum minuman itu.
senjata makan tuan.
Dan bos pasti melakukannya dengan orang yang memasuki ruang kerja bos. OG kantor misalnya". Ujar Gita.
Dika tertegun mendengar ucapan Gita. Dia ingat. kalau dia hanya mengingat saat minum saja, dan saat sadar, Sofa di ruang kerjanya berantakan dan penuh tumpahan spermanya.
Sebab dia yang dia ingat terakhir Gita yang masuk keruang kerjanya dan saat dia terbangun dengan keadaan telanjang tertidur di karpet ruang kerjanya.
"Terus dengan siapa aku melakukan kalau bukan dengan kamu.
kamu yang terakhir kali masuk keruang kerja saya?". ujar Dika.
"Cari tahu pada ob, yang kamu suruh membuatkan minum berisi obat perangsang itu.
Atau bos periksa cctv kantor.
Perlu bos Dika ketahui, aku resign dari pekerjaan karena bos sudah berniat melakukan pelecehan pada saya. Memberi minuman saya obat perangsang.
Dan bukan saya yang bos mesumi waktu itu, saya berhasil kabur saat bos sedang terpengaruh minuman laknat itu".
Gita tidak mau memberi tahu kalau dia di bantu ob yang memberikan minuman itu. Dan membawanya kabur dari ruangan sang bos. Setelah mengantikan dengan seorang wanita yang Gita tidak tahu siapa.
Dia sangat berterima kasih pada ob yang membatunya waktu itu. Tapi tidak tahu namanya dan juga lupa wajahnya, karena sang ob menarik cepat Gita dari ruang si bos tanpa Gita sempat melihat wajahnya.
__ADS_1
Dika memandang wajah Gita yang juga melihatnya tajam. Ada kemarahan di sana.
"Saya sekarang sudah menikah. Dan saya harap bos Dika tidak menganggu saya. Lagi pula saya sudah bukan bawahan bos Dika lagi". Ujar Gita serius.
Untung mereka tidak berdebat terlalu lama. Kalau tidak mungkin sudah diusir penjaga toko buah, karena mengganggu pembeli yang lain.
Dan juga, untung Guntur dan Gita masih memakai masker. Jadi orang tidak akan melihat wajahnya langsung.
Melihat Dika yang terlihat binggung. Gita menarik suaminya untuk menimbang buah yang mereka pilih tadi.
Tidak lupa Gita membeli satu kotak kue di toko kue yang masih satu tempat dengan toko buah.
Setelah membayarnya Gita dan Guntur keluar dati toko.
Melihat Gita dan suaminya keluar dari toko, Dika pun mengiringinya keluar.
"Aku akan berusaha mendapatkan kamu kembali. Kamu itu akan menjadi milikku satu saat nanti.
Aku bisa membuat kamu dicerai dan ditinggalkan suamimu itu. Yang hanya seorang polisi. Tidak akan pantas untuk kamu.
Aku bisa menjatuhkan karirnya jika dia tidak mau melepaskan kamu.
Camkan itu.". Ancam Dika.
Guntur ingin menjawab ucapan mantan bos istrinya itu karena kesal, sudah menghina dan merendahkannya.
Tapi Gita lebih dahulu menjawab dengan pedas. Tidak terima dengan ucapan mantan bosnya yang sangat menyakitkan hatinya dan suaminya.
"Aku pastikan itu tidak akan pernah terjadi. Walaupun kamu menunjukan keseriusan ucapan kamu.
Kamu itu adalah pria brengsek yang pernah aku kenal.
Dua kali kamu mencoba memperkosaku. Tapi itu tidak pernah berhasil.
karena kamu itu bukan laki-laki yang bisa menghargai seorang wanita". ujar Gita.
.
.
__ADS_1