Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Permintaan Papa


__ADS_3

"Sebaiknya kita makan terlebih dahulu!". usul mama.


"Kami sudah maka saat akan kemari bu!.


Lagian terkalu malam untuk kami balik". jawab mama bang guntur.


Menolak ajakan makan dari mama.


"Tidak baik menolak rezeki. kita kan calon besanan. ayok!" ajak papa.


Akhirnya semua makan malam. walau masih kenyang.


"Bagaimana kalau nak Guntur dan Gita menikah setelah masa iddahnya habis!". usul papa saat sedang makan.


"Kapan masa iddahnya habis Gita?!". tanya papa bang guntur.


"Hm... kalau tanggal pasnya hari kamis besok, tanggal 18. dan akta cerainya akan diambil hari senin!". jawabku sedikit gugup.


"Baik. Bagaimana kalau kamis itu kalian nikah siri dulu. dan dua bulan depannya kalian menikah secara negara!". usul papa.


"Apa tidak sebaiknya menunggu surat pengadilan pa?". tanyaku.


"Begini gita. Nak Guntur kan seorang polisi, pasti akan ada mengurus surat kekantor polisi. dan kalian pasti akan pergi berdua bisa jadi tiap hari.


Papa tidak ingin kalian berdosa jika berjalan berdua!.


Kalau tidak menginggat masa iddah kamu, pasti papa minta kalian menikah malam ini. tapi belum boleh!. dosa!". jelas ayah.


"Betul burhan. Aku kesini juga bukan untuk melamar putrimu. baru perkenakan keluarga saja.


Aku juga merasa berdosa jika ini di sebut lamaran!". ucap papa bang guntur.


"Aku tahu. cuma aku saja yang ingin punya menantu segera!. ha. ha...ha..!". kelekar papa.


"Sebaiknya selesai mengambil surat dari pengadilan saja. Gita juga akan merubah statusnya di ktp dan kk terlebih dahulu!". ucap mamaku.


"Setuju. Mungkin butuh dua minggu untuk urusan surat ke capil. sedangkan surat dari pengadilan agama keluar senin.


Kalau boleh usul, bagaimana kalau mereka nikah siri seminggu setelah surat dari pengadilan diterima. dan mereka menikah resmi dua bulan lagi!". usul papa bang guntur.

__ADS_1


"Setuju.


dua minggu setelah surat pengadilan di terima, benar guta harus nerubah status di ktp dan kk.


Tidak mungkin membawa ktp yang masih status menikah di bawa untuk mengurus di kua!". jawab papa.


Maka, sesuai kesepakatan. aku menikah siri dengan bang guntur dua minggu lagi.


Aku dan bang guntur hanya mendengar. fan saling pandang.


'Apa secepat ini jodohku datang?. padahal aku belum berfikir untuk memulai suatu hubungan.


Aku hanya bisa memasrahkan semua pada allah swt. jika ini memang jalan terbaik'.


Kami balik kekota, tempat tinggal ku dan bang Guntur sekeluarga.


Sampai di perumahan kosanku sudah menunjukan setengah dua belas. Aku diantar mama bang guntur dan Anna sampai kepintu kosan.


sementara bang guntur dan papanya menunggu di gerbang rumahnya. Mereka menjaga bisik- bisik usil tetangga.


Tadi orang tuaku menawarkan agar aku menginap. dan pagi diantar supir mama. tapi karena pagi aku berangkat bekerja aku pulang ke kosan saja.


Aku setuju, karena aku juga risih kalau bang guntur datang ke kos aku. padahal dia cuma datang tadi siang.


Itupun sudah bikin dua tetangga kosanku menabuh genderang perang. terutama Hani, yang berterus terang mengatakan sedang mencari kesempatan dekat dengan bang Guntur dan mengejar cinta bang guntur.


Terserahlah. Aku lihat dua minggu ini. jika bang Guntur berjodoh denganku, dia mau apa.


Calon imam🧑


"Selamat tidur calon istri!"


pesan dari bang guntur di aplikasi pesan hijau.


Aku hanya membalas emotikon tidur nyenyak..


😴😴


.

__ADS_1


Paginya aku berangkat bekerja seperti biasa. dengan Anna menungguku di depan kamar.


"Ayok!". ajaknya bersemangat.


"Ok!". jawabku.


Kami memasuki mobil setelah aku mengunci pintu kamar.


Aku langsung menuju gerbang rumah kosanku. Tadi sebelum anna datang, aku sudah menghidupkan mobil untuk me manaskan mesin sebentar.


"Tunggu!!". teriak seseorang dari teras kosan.


Kami saling melihat keteras.


"Hani!". gumamku.


"Boleh nebang?!. aku telat bangun tadi!. dan ban motorku kempes". ucapnya berdiri di pintu depan kemudi.


"Sampai depan ya!". ucapku.


Karena aku tahu, tempat bekerjanya jauh. dia bercerita kemaren.


Walaupun tempat bekerjanya searah dengan tempatku bekerja, aku malas untuk satu mobil dengannya. lagipula dia juga tidak tahu aku bekerja dimana.


Annapun juga tidak tahu aku bekerja dimana, dia hanya tahu aku bekerja di central.


Bukan karena apa, aku lebih suka sendiri di dalam mobil selama perjalanan menuju kantor.


"Boleh!". ucapnya.


Dia naik di jok belakang.


Aku berbincang santai dengan anna. sementara hani juga mencoba akrab dengan Anna. beberapa kali bertanya pada Anna.


Lalu Anna turun dari mobilku, saat samlai di depan sekolah anna. begitu juga dengan Hani, dia ikut turun di depan sekolah anna.


.


.

__ADS_1


__ADS_2