Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 148


__ADS_3

Orang tua Guntur dan orang tua Gita mengiringi brangkar yang penuh alat medis.


Juga ada beberapa rekan polisi mengiringi di belakang.


Mereka mengiringi dari ruang igd menuju ruang intensif yang berada di lantai duanya.


Mereka memasuki lift khusus untuk menuju lantai dua bangunan igd ini.


Tapi. Ada satu pemandangan dan kejadian yang membuat orang yang sedang ingin tahu perkembangan sang pasien yang sedang di di atas brankar.


"Wanita itu disini bos. Dia mengiringi brangkar pasien menuju ruang intensif". Seseorang menelfon.


Begitu juga dengan kelompok yang satunya lagi, mengabarkan atasan mereka.


"Kenapa bos Indri tidak menerima telfonku ya?".ujar kelompok yang menunggu di bagian ruang tunggu di delan lift.


"Coba lagi". Perintah yang lain.


"Kabarkan wanita yang dia cari ada di sini". Tambahnya.


"Sibuk telfonnya, seperti sedang menelfon". Jawab si penelfon.


Dia berusaha menelfon, untuk mengabarkan yang mereka lihat.


Sedangkan saat ini Indri sedang menelfon Gita. Gita yang awalnya tidak mau mengangkat, karena dia tahu kalau telfon ini pasti teror lagi.


"Gara-gara kamu Guntur di celakai, ditabrak oleh orang suruhan Dika. Kamu bersiap saja, aku pastikan akan membalas balik mencelakaimu". Ujar Indri marah.


Gita yang tadi juga di telfon Dika, mengatakan kalau dia pasti dicari seseorang yang tidak terima dengan yang dialami Guntur, akan membalas padanya.


"Darimana kamu tahu suamiku di celakai oleh Dika?. Kamu jangan menuduh seseorang...".


"Kemaren-kemaren kami bekerja sama untuk memisahkan kalian. Kami menyuruh anak buah Dika untuk menculik kamu, tapi kamu tidak pernah terlihat dimanapun.


Kata Dika kamu berkurung saja di Asrama. Tapi Dika bertindak terlebih dahulu, mencelakai Guntur. Agar kamu keluar, dan dia akan membawamu kabur". Terang Indri membawa Nama Dika.


Agar dika yang dicari oleh polisi, dan dia lepas tangan.


"Terus, hubunganku dengan kalian apa?!". Tanya Gita.


"Karena kamu menghalangi aku kembali pada suamiku. Aku dan Guntur akan rujuk, tapi kamu datang mengagalkannya.


Kalau kamu tidak menikah dengannya pasti kami sudah bahagia sekarang.


Tidak akan di celakai seperti sekarang ini. Dan sekarang bang Guntur sedang krisis.

__ADS_1


kamu harus bertanggung jawab atas itu. Karena Dika ingin kamu kembali padanya, dia berbuat nekad pada bang Guntur.


Aku akan membalasnya padamu. Jika bang Guntur cedera, kamu juga harus cedera, biar Dika juga merasakan yang aku rasakan". Ujar Indri emosi.


Gita hanya diam mendengar ocehan indri. Tanpa Indri tahu, Gita merekam percakapan mereka. Untuk sebuah bukti nanti.


"Kenapa kamu diam?. Apa kamu menyesal telah merampas dia dariku.


Akibatnya bang Guntur celaka karena kamu. menyesalkan kamu". Ujar Indri.


Dia kesal, karena sudah banyak yang dia ucapkan. Tapi Gita tidak ada ucapan.


Baik membela atau marah.


"Aku diam bukan memikirkan ocehanmu yang tidak bermanfaat.


Aku sedang memikirkan suamiku yang katamu sengaja di celakai seseorang". Ujar Gita.


"Apa katamu?. aku merampas bang Guntur darimu?.


Silahkan instrospeksi dirimu dulu.


Kamu sudah dua tahun berserai darinya. Dan aku menikahinya singel. Tidak ada ikatan apapun dari seseorang.


Dan untuk Dika, tolong kamu katakan. Aku tidak berminat untuk kembali padanya.


Aku sudah punya suami yang akn melindungiku dari perbuatan jahat kalian". Jawab Gita.


Walau dia emosi, dia berusaha tenang menjawab opini dari indri. Orang yang terang-terangan ingin mencelakainya.


"Kamu jangan kepedean. Wanita mandul sepertimu tidak akan mampu menahan bang Guntur kembali padaku.


Karena aku sudah terbukti hamil". Jawab Indri.


Dia juga kesal mendengar ucapan Gita.


"Hamil anak pria lain, dengan tameng punya bang Guntur. Dia tidak sebodoh yang kamu kira.


Dia itu....".


"Tahu apa kamu tentang aku". Ujar Indri kaget.


Ternyata Gita tahu masa lalunya.


"Saya tahu semua. Semua ibu-ibu di asrama membenci dan dendam padamu. Karena sudah menipu orang sebaik suamiku.

__ADS_1


Juga kamu sudah menipu instansi suamiku. Hingga kamu sudah di catat tinta hitam di perkumpulan kami". Ujar Gita menyiram api kemarahan Indri.


"Dasar wanita....".


"Aku wanita baik-baik, bukan wanita ular sepertimu". Potong Gita.


Langsung mematikan sambungan telfon.


'Sunguh menguras emosi'. Ujar Gita mengurut dada.


Dia tidak akan terpengaruh oleh ucapan mantan istri suaminya itu.


Ditambah dengan yang dia ketahui, ternyata Dika dan mantan istri suaminya bekerja sama ingin mencelakainya.


Gita yang berusaha tenang, karen dia memang tidak terpengaruh ucapan Indri tadi.


Berbeda dengan Indri. Dia sangat emosi. Mendengar perkataan Gita tadi.


Hingga telfon masuk dari anak buahnya dia marah.


"Ada apa sih?. Menganggu saja kalian. Tidak tahu aku sedang emosi pada wanita sialan itu". Jawab Indri.


Tanpa menunggu ucaoan anak buahnya dia langsung mengomel.


"Maaf bos. Kami hanya mau memberi tahu tentang polisibdan wanita yang sedang...".


"Katakan". Potong Indri membentak anak buahnya.


"Polisi itu sudah di pindahkan dari igd ke ruang intensif bos.


Banyak alat terpasang di tubuh polisi itu.


Wanita yang kita cari juga di sini bos. Di peluk oleh wanita paruh baya.


Kelihatan sedang menangis mengiringi brangkar polisi itu". Jekas anak buah Indri.


"Baik. Siapkan teman kalian. Nanti kita culik wanita itu saat yang lain lengah.


Kalau bisa pancing dia ke tempat sepi". Ujar Indri.


Melanjutkan rencananya. Dia melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Dimana Guntur sedang Dirawat.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2