Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Opini Dika


__ADS_3

"Aku yakin. Tidak berapa lama lagi gita pasti akan mencariku. Minta pekerjaan.


Suaminya tidak akan mampu membelikan apa yang dibutuhkan. Tinggal saja di asrama. Dan hanya memakai motor.


Mending suaminya yang dulu. Masih bisa belikan mobil dan rumah. Walau akhirnya dia keluar dari rumah itu". Ujar Dika.


Dia yang melihat Gita di bonceng suaminya menggunakan motor. Dan baru saja memasuki asrama polisi.


Dia meyakini kalau gita tinggal di asrama polisi dengan suami barunya.


"Pasti mobilnya sudah di jual dari waktu itu. Dan kita dudah salah mengikuti mobil itu. Yang kita kira masih mobil gita.


Makanya kita tidak pernah menemukannya semenjak dia resign". Ujar Dika.


"Tapi bos. Jika benar bu Gita itu anak pak burhan bagaimana?!. Bisa jadi ...". tanya si asisten.


"Tidak mungkin!". Tolak Dika.


Dia tidak menerima cerita itu, kalau Gita bagian kaluarga


"Tapi ...."


"Cari info yang bisa dipercaya. Aku tidak yakin. Karena setahuku anak pak burhan dua orang laki- laki, dan salah satunya Dokter". Ujar Dika.


Ya. Gita memang satu-satunya, anak perempuan. Abang tertuanya bang Zainal adalah seorang dokter.


Dan adiknya baru lulus kuliah. Juga baru masuk perusahaan papanya di kantor pusat.


Relasi dan masyarakat umum memang tidak begitu mengetahui pak Burhan punya anak perempuan.


Karena sejak masih smp Gita memang sudah sekolah dikota, dan kos. Tapi kosnya di rumah milik keluarganya juga.


"Katanya aku tidak boleh lagi menyelidiki bu Gita bos. Nanti salah lagi". Ujar si asisten mengatakan ucapan bosnya tadi.


"Ok..ok. Aku akan suruh intel lain saja.


kamu antarkan aku segera ke apartemen. Aku lupa ada janji dengannya pukul tujuh". Ujar Dika.


Baru ingat dengan janjinya. Dan sekarang sudah hampir setengah delapan. Karena mengikuti gita tadi.


Maka dengan gesit si asisten melajukan mobilnya menuju apartemen bosnya.

__ADS_1


Lebih kurang sepuluh menit Dika sampai di apartemen miliknya. Sebuah apartemen mewah. Dan berada diatas sebuah mall besar di kota ini.


Tapi tidak semewah apartemen milik Gita. Yang mewah dengan oengamanan yang cukup ketat.


"Kamu selesaikan saja pekerjaan kantor. Dan jangan mengerjakan yang tidak aku suruh.


Besok jangan jemput aku untuk kekantor, aku akan berangkat sendiri". Pesan Dika pada asistennya.


Karena dia punya rencana besok pagi, dengan orang yang akan dia temui sekarang.


"Baik bos". Jawab sang asisten.


Karena dia juga tidak tahu dengan berita tentang Gita yang di berikan anak buahnya.


Kalau benar Gita anak pak Burhan, pengusaha besar dan ternama. Tentu dia sedikit was-was akan menyinggung keluarganya.


Dia malah dengan lapang dada menerima perintah bosnya itu untuk tidak ikut campur lagi.


"Saya telat sampai. Karena ada hal yang penting harus aku lakukan segera". Ujar Dika.


Saat sampai di depan lobi apartemennya. Dilantai tiga sebuah mall. Akses utama masuk ke apartemen.


"Tidak apa bos. Kami menunggu bos datang kok". Ujar salah satunya.


"Ayo. Ikut aku!". Ajak Dika.


Mengajak keduanya. Sambil menuju lift masuk apartemen.


Mereka mengikuti Dika, untuk menuju unit apartemen Dika.


"Apa yang kalian dapatkan info tentang Gita?. Apa benar dia anak pak Burhan pengusaha besar itu.


Setahu saya anak oak burhan hanya laki-laki". Ujar Dika.


"Menurut kabar yang kami dapatkan di tempat pesta kemaren. Mereka mengatakan pesta dari keluarga pak Burhan.


Tentang pengantin wanita itu anak pak Burhan juga Kami dapat info dari sana.


Juga foto itu aku dapat dari mereka". Ujar orang suruhan Dika.


"Apa kalian memastikan juga tentang keluarga Gita. Dan suaminya". tanya Dika.

__ADS_1


"Suami bu Gita bekerja sebagai polisi, di polres kota ini. Kami tidak tahu di bagian apa dia bekerja. mereka yang ditaman juga tidak tahu.


Tentang mertuanya, bapaknya juga seorang polisi. kepala polisi di kota sebelah. Ibunya punya toko". Jelas orang itu.


Dika mengangguk paham. Berarti Gita yang keluarga pak Burhan. Tapi masih tidak yakin kalau Gita anak pengusaha besar itu.


"Bisa jadi Gita kerabat pak pak burhan. Keponakan misalnya". Gumam Dika.


"Aku rasa memang anaknya bos. Karena disana aku dapat informasi kalau keluarga pak burhan sibuk menanti tamu yang hadir.


Bahkan kata orang taman itu yang memboking taman itu atas nama istrinya". Ujar orang itu.


"Maka dari itu. Kalian harus dapatkan info yang akurat. Yang lebih penting tentang suaminya itu.


Kenapa dia mau menikahi polisi itu, sementara dia menolak saya yang lebih dari segalanya.


Uang banyak, jabatan tinggi, anak pengusaha juga.


Sedangkan suaminya sekarang hanya polisi. Dan hanya bisa membawa tinggal di asrama. Bukan di perumahan atau apratemen". Ujar Dika kesal.


"Aku rasa infonya sudah akurat bos". Ujar anak buah Dika.


"Belum. Pastikan lagi data suaminya Gita itu. Aku inginkan kelemahannya. Agar bisa menjatuhkannya.


Dan aku bisa mendapatkan Gita kembali". Ujar Dika.


"Akan kami cari infonya bos. Tentang polisi itu. Beri kami waktu seminggu". Ujar si anak buah.


"Baik". Ujar Dika.


Dia menuju kekamarnya, untuk mengambil sesuatu.


"Ini bayaran awal kalian". Ujar Dika meletakan uang di atas meja.


"Berikan info terbaru setiap hari padaku". Perintah Dika.


"Baik bos. Kami akan mulai menyelidiki besok pagi". Ujar Anak buah Dika.


.


.

__ADS_1


__ADS_2