Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Ucapan Usil Anna


__ADS_3

"Kak, besok pagi joging yuk!". ajak Anna pagi tadi saat dimobil.


"Memang kamu tidak ada acara. minggu kan biasa acara anak muda. atau acara keluarga!". ucapku.


"Tidak di ajak kak. papa dan mama pergi ke rumah nenek pagi tadi. Abang nanti juga dinas malam. maka aku disuruh menjaga rumah sendiri.


Eh iya, kakak tidur dirumahku yuk kak, sekalian menemaniku, dan besok kita langsung joging!". ucapnya.


"Tidak enak tidur dirumah kamu anna!. nanti apa kata orang tua kamu, jika aku tidur disana.


Selain kita baru kenal, Aku juga belum kenal keluarga kamu!". elakku.


Aku sedikit ragu untuk tidur kerumahnya.


"Papa dan mama pasti senang kok. aku ada yang menemani di rumah.


Lagian walau aku baru kenal dengan kak gita, aku sudah merasa nyaman dengan kakak. Sedah seperti punya kakak perempuan!". ucapnya.


"Memangnya kamu sendirian dirumah!". ucapku setelah diam beberapa saat.


karena hampir sampai gerbang sekolahnya.


"Abang baru pulang tadi pagi, karena dinas malam. dan nanti malam juga masih dinas malam. maka aku sendiri di rumah!". ucapnya memandangku.


Dia belum mau turun dari mobil. padahal sedah sampai di depan sekolahnya.


"Maksudku, apa kamu masih punya saudara yang lain selain abang kamu yang polisi!". ucapku.


"Ada. abang nomor duaku kembar, dan sekarang mereka sedang kuliah di kota b.


Aku perempuan sendiri. makanya aku sekarang di rumah seperti anak tunggal saja. abangku yang polisi walau tinggal bersama. tapi dia bekerja, dan sibuk juga!". jelasnya.


Aku paham. mungkin dia butuh teman cerita.


"Aku kabarkan sore nanti ya. tapi aku tidak janji bisa!". jawabku.


"Ok kak. terimakasih!". ucapnya menyalami tanganku juga menciumnya.


Lalu dia membuka pintu mobil untuk keluar.


"Nanti selepas maghrib aku main kerumah kakak. bisa atau tidaknya nanti saja di fikir kak!". ucapnya sebelum menutup pintu.


Aku hanya tersenyum melihatnya.


Benar ucapan Anna, selepas sholat maghrib dia datang dengan bermacam cemilan dan minuman.


Dan dia langsung duduk di karpet depan kasur lesehanku.


Kamar kosanku memang hanya satu ruangan, dari pintu masuk, langsung ruang tidur. dan ada kamar mandi di dalamnya.


Karena kamar kosanku yang berada di paviliun rumah.


"Mau jualan??". tanyaku heran.


Bagaimana tidak. Dia membawa dua kantong kresek cemilan dan minuman.


"Hehe.. he.. Buat ronda kak. tapi di rumahku.

__ADS_1


Nanti pas abangku mau berangkat dinas, dia akan panggil kesini!. baru kita kerumahku". ucap Anna.


"Memangnya aku mau?!". tanyaku memandang anna.


Karena dia memutuskan sendiri.


"Mau.


Kan tadi kakak bilang lihat dulu. ya aku lihat, ternyata kakak tidak kemana-mana. aku yakin kalau kakak bisa menginap di rumahku!". ucapnya cengengesan.


Aku jadi ingin mencubitnya.


"huh..!". ucapku mengacak rambutnya.


Membuat dia tambah tertawa.


"Jangan asal kamu. memutuskan sendiri!". ucapku.


"Tidak asal kok kak. Aku yakin saja, kak gita pasti mau. kan kak gita tidak tega melihat aku dirumah sendirian!". ucapnya menaik turunkan alis matanya.


hfff


Aku manarik nafas pelan.


"Aku takut kamu dimarahi abangmu Anna!. Kita baru kenal. dan satu lagi, masa kamu yang masih sma berteman denganku yang status janda!".ucapku.


"Hah...!


Serius kak gita janda?!". tanya anna melotot, kaget.


Aku tidak tahu, kaget benaran atau pura-pura kagetbya.. Aku balik melotot.


"Aku tanya. kakak janda??". tanya Anna.


Memandangku tajam. seperti ingin menerkamku. Aku jadi bergidik ngeri melihatnya


"Iya. Aku janda.


janda di tinggal mati suamiku.


Dia kecelakaan motor!". jelasku.


Agar Anna mengerti.


Hfff


Terdengar dia menarik nafasnya.


"Aku kira kakak jadi janda sama seperti mantan istri abangku.


Maaf. Aku kaget saja mendengar.


Tapi kakak masih seperti mahasiswi. jadi aku pun tidak berfikir kalau kakak sudah pernah menikah!". ucapnya.


"Itu karena kamu usil, dan tidak bertanya!". ucapku.


Dia mengangguk saja sambil mengambil cemilan, dan memakan nya. Tapi terus memandangku.

__ADS_1


Lalu.


"Jadi iparku saja kak. istri abangku yang duda. Jadi kalau janda sama duda bersatu akan saling...!".


"Hush...!. Asal kamu anna.


Kamu mau di marahi abangmu. main jodoh-jodohkan saja!". ucapku.


"Tapi kakak tidak marah kan?!". ucapnya meliriku sambil menopang dagunya.


"Tidak. tapi aku tidak mau iparan sama kamu. cerewet, berisik dan usil lagi!". ucapku.


"Jangan begitu kakak ipar. adik ipar cantikmu ini baik kok. mendo'akan yang terbaik untuk abang dan kakak iparku!". ucapnya merangkul bahuku.


"Ish ngaco kamu!". ucapku mendorong tubuhnya.


Tapi dia malah memelukku erat, hingga kami jatuh telentang.


DiA malah tertawa senang, sambil memelukku.


"Aku ingin punya ipar seperti kak Gita. baik hati, cantik, sholehah.


Cuma sedikit jutek!". ucapnya.


Aku mendorongnya. membuat dia tertawa.


"Kan. Kakak iparku jutek!". ucapnya tersenyum.


"Siapa yang mau jadi kakak ipar kamu bocah usil!". ucapku kesal.


Dia malah tersenyum senang.


"Jangan menolak kakak ipar. Kalau kak Gita bertemu abangku pasti kak gita tidak menolak aku johdohkan dengan abangku!.


Pesona abangku sangat kuat kak. walau dua duda pasti kakak tidak akan menolaknya". ucapnya pede.


"Tapi aku tidak mau. titik!". ucapku.


"Aku mau kak...!".


"Awas.


Ak mau sholat isya, dan sebentar lagi makan malam!". potongku.


"Ish. kakak ipar tidak asyik!". ucapnya.


Aku tidak memperdulikannya. melanjutkan niatku untuk sholat isya.


Selesai sholat aku makan malam.


"Mau ikut?!". tanyaku.


"Kemana?!". tanya Anna.


"Makan malam di dalam!". ucapku.


Di kosanku memang di sediakan sarapan pagi dan makan malam. kalau siang siapa yang kebetulan ada di rumah saja.

__ADS_1


.


.


__ADS_2