
"Bu. Pak Dika ingin memberikan keputusannya.
Apa kita kesana atau mereka keruangan ini?". Ujar asisten Gita.
Menemui Gita di ruang kerjanya. Guntur masih setia mendampinginya.
"Suruh keruang ku saja. Tapi siapkan beberapa keamanan di luar ruangan ini. Jika dia nanti akan membuat masalah". Ujar Gita.
"Baik bu. Akan aku panggil mereka untuk kesini.
Juga menyiapkan keamanan". Ujar sang asisten.
Keluar ruangan untuk memanggil keamanan untuk bersiaga di depan ruang pimpinan perusahaan.
Juga akan menjemput Dika dan asistennya yang sedang berdiskusi di ruang rapat.
Sedangkan sekretaris dan karyawan yang ikut dika pertemuan tadi sudah kembali ke perusahaan mereka.
"Kamu bicara santai ya sayang. Cukup tadi saja kamu emosi". Ujar Guntur.
mengingatkan istrinya. Takut istrinya sakit atau darah tinggi.
"Iya bang. Aku akan dengar keputusannya. Apa mau di penjara atau pergi ke pulau k.
Padahal sama di penjara juga ujung-ujungnya". Ujar Gita.
Gita dan Guntur sudah merencanakan sesuatu untuk Dika. Selama di pulau K Dika akan bekerja dengan Tim yang akan mengawasi proyek.
Tinggal di rumah yang diawasi ketat, bukan tinggal hotel atau apartemen. bekerja disana dan tidak bisa kemana-mana. Selalu di awasi
Hanya bisa keluar menuju proyek bersama tim.
Dan yang lebih di tekankan adalah penjara libido. Tidak akan ada wanita untuk penyaluran nafsunya selama proyek berlangsung.
__ADS_1
Sedikit kejam memang. Tapi itulah hukuman yang akan Dika jalani. Apa dia sanggub.
"Jadi bagaimana?". Tanya Gita saat Dika baru saja duduk di sofa ruang kerja Gita.
"Hhmmm. Aku menerima keputusan yang kamu berikan.
Aku akan ke pulau k untuk turun langsung mengawasi proyek kerja sama Kita". Jawab Dika memberi keputusan.
Gita mengangguk mendengar keputusan Dika.
"Ok. Jika itu keputusan kamu.
Kamu akan berangkat dengan Tim besok siang.
Dan segera persiapkan diri kamu selama di sana. Surat kerja sama atas nama pribadi kamu akan kamu tanda tangani besok sebelum berangkat ". Ujar Gita.
Dika dan asistennya saling pandang. mendengar ada surat kerja sama atas nama pribadi.
"Kamu kesana selain mengawasi proyek kerja sama antara perusahaan. Juga sebagai hukuman dariku pribadi". Ujar Gita.
"Jadi aku akan memberi beberapa poin yang tidak bisa kamu langgar seenaknya.
Kalau kamu langgar. Kamu siap-siap untuk dipenjara.
Dan di kebiri". Ancam Gita.
Dia tidak ingin memberi tahu Dika rencana yang sudah dia susun. Kalau Dika tahu pasti akan menolaknya atau minta poin untuk itu.
Membuat Dika dan asistennya tidak jadi bertanya. Padahal dia tadi ingin bertanya, isi surat kerja sama pribadi yang akan dia tanda tangani.
"Baik. Sekarang kamu bisa pulang untuk menta izin ke pimpinan perusahaan kamu. Orang tua kamu.
Juga siapa yang akan kamu mintai izin untuk pergi beberapa bulan ini. Atau bisa jadi beberapa tahun.
__ADS_1
Selagi proyek belum selesai sempurna, kamu tidak bisa keluar dari pulau k". Tambah Gita.
"Baik. Aku akan minta izin orang tuaku. Untuk menyelesaikan proyek kerja sama". Jawab Dika.
Dika akan pulang untuk mengambil barang dan semua keperluannya selama di pulau k.
"Besok kamu langsung ke bandara, pukul sebelas. Disana tim menunggu kamu.
Dan jangan coba-coba untuk kabur. Dompet , kartu identitas dan ponsel kamu akan jadi jaminan". Ingat Gita.
"Baik. kamu bisa pegang janji ku. Aku akan sampai di bandara pukul sepuluh.
Asisten ku jaminannya". Ujar Dika.
"Iya. Aku akan temani pak Dika kebandara sampai bertemu tim". Jawab asisten Dika
Memastikan bosnya itu tidak akan kabur.
"Apakah dari perusahaan kami tidak ada yang ikut?". Tanya asisten dika.
Kenaoa hanya bosnya yang oergi kesana.
"Kamu. Kamu yang akan datang sesekali kesana. Juga dengan orang kepercayaan perusahaan dia". Tunjuk Gita oada Dika.
"Tapi bukan untuk menemui dia, hanya untuk mensurfei proyek kerja sama. biar ada lapiran pada perusahaan". Ujar Gita.
Dia memang tidak menyalahi kesepakatan kerja sama. Yang akan di kerjakan bersama. Hanya ingin membalas Dika.
"Baik buk. Terima kasih". Ujar asisten Dika. Paham akan ucapan Gita.
.
.
__ADS_1
.