Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Di Asrama


__ADS_3

"Kamu kok larang aku membalas ucapan mantan bos mesum kamu sayang?". Ujar Guntur pada istrinya.


Motor mereka baru saja jalan meninggalkan parkiran toko buah yang mereka kunjungi.


"Aku tidak mau abang emosi meladeni dia. Cukup aku saja menghadapi omongan kosongnya itu.


Seperti perempuan". Ujar Gita.


Dia tidak ingin suasana hati suaminya buruk jika menghadapi Dika.


Karena dika itu sikapnya seperti perempuan, suka mengomal dan menghina jika emosi.


"Jika dia memakai kekerasan dan aku tidak bisa melawannya, baru abang yang maju". Ujar Gita.


"Memang dia pernah pakai kekerasan padamu sayang?". Tanya Guntur.


"Pernah.


Waktu aku kuliah dulu. Dia memaksaku untuk balikan.


Dengan cara menarik paksa dari kelas.


Karena aku tidak mau diajak bertemu. Dan balik lagi dengan dia.


Ya aku lawanlah. Karena tidak mau di pegang tangan kotornya.


Jijik aku". Jawab Gita.


"Kenapa jijik?". Tanya Guntur.


"Karena..


Ah, nantilah aku cerita dirumah pada abang.


Ngeri kalau sekarang". Ujar Gita.


Membuat Gita ingat lagi saat dia memergoki Dika dan junior kuliah mereka mesum saat acara kegiatan kampus.


"Ok sayang. Kamu harus cerita nanti. Selain mantan bos juga mantan pacar ya". Ujar Guntur.


"Ya begitulah bang. Tapi setelah aku tahu dia tidak baik dan bajingan, aku langsung putusin dan tidak mau bertemu lagi". Ujar Gita.


"Apa waktu masih pacaran kamu pernah di mesumi sama dia sayang?". Guntur bertanya.


Penasaran.


"Tidak. Kami pacaran normal saja kok. Dua tahun, dari kelas tiga sma sampai tahun kedua kuliah.


Tidak ada sifat dan juga tingkah lakunya yang mengarah mesum.


Nanti aku cerita.


ok bang?". Ujar Gita.


"Ok!". Jawab Guntur.


Mereka memasuki gerbang perumahan asrama polisi yang ada di kota ini. Asrama yang pernah berencana mereka akan tinggal.


"Ayo sayang". Ujar Guntur.


Mereka sampai di depan rumah yang mereka tuju. Rumah yang Guntur katakan rumah teman sesama polisi.

__ADS_1


"Kok ramai bang?". Tanya Gita.


"Iya. Mereka mengundang semua. Ini acara lahiran anak mereka". Jawab Guntur.


Gita memang diberitahu oleh suaminya untuk menghadiri undangan makan malam kerumah temannya di asrama polisi.


Tapi dia tidak tahu, kalau acara selamatan juga. Dia kira hanya undangan biasa.


"Kok tidak bilang acara selamatan juga bang?". Kita salah kostum nih jadinya". Ujar Gita.


Karena mereka hanya memakai baju santai. Blus dan jins. Tidak lupa jaket denim, karena naik motor.


"Tidak apa-apa. Kan hanya acara makan-makan buat teman yang tidak bisa datang tadi siang.


Acara keluarganya tadi siang". Ujar Guntur.


Gita hanya mengangguk paham. Mereka di sambut tuan rumah yang punya acara dengan ramah.


"Silahkan masuk pak Guntur dan bu Guntur". Sambutnya. Menyalami Guntur dan Gita.


"Terima kasih pak Arfan. Maaf kami telat datangnya". Ujar Guntur pada teman se profesinya


"Tidak telat kok. yang lain juga belum datang. Baru beberapa". Jawab teman Guntur.


Tuan rumah mengiring Guntur dan Gita masuk kedalam rumah yang juga sudah ada beberapa rekan seprofesi Guntur.


"Disini penganten baru duduk". Ujar salah seorang yang duduk di pojokan memanggil Guntur dan Gita.


"Biarkan mereka mengambil makanan dulu, baru mereka cari tempat duduknya". Ujar tuan rumah.


Tamu yang datang akan duduk di kursi sofa yang ada di dalam rumah ini Atau lesehan. Dan tamu mengambil sendiri makanan yang terhidang di meja makan.


"Biar aku yang mengambilkannya". Ujar salah satu teman Guntur.


Tuan rumah mengajak Guntur dan Gita menuju ruang tengah, dimana makanan jamuan terhidang.


Gita juga di sambut oleh istri pak Arfan, dan Gita memberikan buah tangan yang dia beli tadi.


Untung juga Gita membeli buah dan kue.


"Tidak usah repot-repot, Sudah datang saja kami sangat senang". Ujar istri pak arfan.


"Tidak repot kok". Ujar Gita.


"Silahkan makan dulu, nanti ikut bergabung dengan mereka". Ujar pak arfan.


Maka Gita dan Guntur makan menikmati menu yang sudah dihidangkan tuan rumah.


Mereka makan duduk di kursi yang ada di ruang tengah, ada juga beberapa teman guntur yang lain, yang baru datang juga.


Saat sedang makan Gita selalu melihat ke tempat bayi yang du kerubuti oleh dua orang wanita.


Gita melihat bayi teman suaminya sedang berada di pelukan salah satu wanita, mungkin istri dari teman suaminya.


"Bergabung di sana yuk!". Ajak istri pak arfan.


Seolah tahu, Gita memperhatikan bayinya. Guntur mengangguk saat istrinya melihat tanda minta izin. Apalagi mereka juga sudah seleasi makan.


Maka Gitapun mendekati dua orang wanita yang sedang bercengkrama dengan bayi si tuan rumah.


"May, loly kenalkan ini istrinya pak Guntur". Ujar si tuan rumah.

__ADS_1


"hai kak, aku Gita". Ujar Gita menyalami mereka.


"Hai Gita, duduk sini. pasti pengen peluk bayi ini juga kan?. Sini. Biar cepat ketularan punya bayi juga". Ujar mereka.


Gita dengan senang hati duduk bergabung dengan mereka, bahkan dengan sedikit kaku dia mengendong bayi yang masih di bedong.


"Berdo'a biar cepat punya bayi juga". Ujar mereka.


Gita tersenyum mengangguk. Dia selalu berdo'a agar segera hamil. Bahkan dia dan suaminya sangat rajin berusaha.


Namun, setelah delapan bulan pernikahan keduanya ini belum ada tanda-tanda akan hamil.


Tapi mereka tidak pernah patah arang. Karena sesuai janji mereka, jika setelah satu tahun pernikahan dan belum hamil, mereka baru akan konsultasi ke dokter.


Saat ini mereka hanya melakukan pola hidup sehat. Dan banyak minum vitamin.


"Apa istrimu sudah isi belum?. Dia sangat ceria memeluk anaknya Arfan". Ujar salah satu teman guntur.


Guntur bergabung duduk dengan temannya.


"Belum. Kami masih menikmati hari berdua". Jawab guntur bijak.


"Padahal kalian sudah lebih tujuh bulan menikah, dan baru melaksanakan resepsi.


Apa kalian masih malu-malu untuk olah raga ranjang.


Lihat si arfan, dua bulan saja istrinya kosong, langsung tek dung". Ujar yang lain.


"Iya. Aku juga dulu cuma tiga bulan kosong". Sambar yang lain.


"Aku kemaren belum kepikiran soal anak. karena ingin mengadakan resepsi dulu.


Tidak seru kalau cuma nikah di kua saja.


Juga tidak asyik saat bersanding istri sedang hamil". Ujar guntur.


Dia tidak mau menceritakan keadaan istrinya yang belum hamil.


Mereka membicarakan tentang istri mereka yang cepat hamil. Dan trik supaya istri cepat hamil.


"Kasih triknya dong, biar cepat isi". Ujar Guntur.


Selain ingin tahu usulan mereka, guntur juga tidak mau kalau mereka juga sedang berusaha.


"Sebaiknya kalau ingin istri cepat hamil, jangan terlalu sering ****.


Mentang-mentang penganten baru di lakukan tiga kali sehari. Seperti minum obat.


Istri di beri susu dan vitamin persiapan untuk hamil, makan sehat dan...


lakukan menjelang subuh. Kalau bisa cukup satu atau dua hari se kali. Biar bibitmu unggul. Dan istrimu juga tidak kelelahan di gempur terus". Ujar teman Guntur yang lebih senior.


"Mana tahan bang dua hari sekali". Ujar Guntur.


Dia saja bisa dua kali sehari, kadang tiga kali.


"Dasar pengantin baru, dan duda lama". Ujar mereka.


Mereka tertawa bersama.Tapi guntur tidak memasukan ucapan temannya kedalam hati.


Karena memang istrinya belum hamil bukan tidak berusaha..

__ADS_1


.


.


__ADS_2