Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Memulai Hidup Baru


__ADS_3

Sudah lebih sebulan aku keluar dari rumah tempat tinggalku dan bang Fajri.


Aku tidak tinggal di apartemen atau mengontrak rumah. memilih untuk kos saja.


Aku kos di sebuah rumah yang berada di sebuah perumahan Yang mana semua keluarga banyak yang bekerja sebagai pegawai negri di pemerintahan atau instansi negara.


Mungkin yang membeli tanah disini usulan dari instansi pemerintahan atau dari koperasi terkait yang menaungi mereka.


Ada pegawai di pemerintahan kota, guru, dosen, dokter dan pekerja di rumah sakit pemerintah. Juga ada polisi dan tentara.


Lokasinya agak jauh dari cluster tempat tinggalku dulu. juga kantor. hingga aku pergi bekerja sedikit lebih awal. Sekitar dua puluh menit, berlawanan arah dari rumah bang Zai, abangku.


Setiap pagi aku berangkat menggunakan mobil. Selain jauh, aku sedikit trauma mengunakan motor.


Bahkan aku lebih nyaman menggunakan mobil, walau pulang bekerja sering terjebak macet.


Kalau pagi jarang kena macet. karena berangkat lebih awal.


"Mbak Gita. aku nebeng ya!!". teriak seorang gadis SMA yang rumahnya tiga rumah di depan kosanku.


Ternyata dia sudah berada di depan kamarku. duduk santai di teras kecil dekat mobilku.


Penghuni kosanku hanya lima orang. setiap kamar hanya satu orang.


Kamarku berada berada paling samping belakang. karena menempati bagian paviliun rumah.


Sedangkan yang lain ada bagian lantai dua. karena lantai satu keluarga yang punya rumah.


"Kabur lagi abangnya?!". tanyaku mengambil tasku.


Karena sudah selesai bersiap.


"Iya kesal aku mbak. sudah jelas aku mau nebeng, eh dia berangkat duluan!. ningalin aku!" keluhnya.


"Kamu itu telat bersiap mungkin anna!.". ucapku mengunci kamar.


Gadis itu biasa di panggil Ana. namanya Hannah di name tag baju smanya.


"Iya. padahal aku sudah buru-buru bersiap. malah di tinggal juga!". ocehnya.


Aku hanya tersenyum melihatnya.


Tin.. tin..


Alalrm mobilku berbunyi saat kuncinya di buka.

__ADS_1


"Ayo!!". ajakku.


Aku masuk ke mobil, dan diringi Anna.


Mobilku keluar dari halaman kosan ku. Biasa disebut kosan Ibu rt Lastri. Ibu lastri juga menjadi rt di kawasan ini.


"Aku masuk pukul tujuh lho mbak. dan setengah tujuh saat aku sudah bersuap. eh Bang utun sudah berangkat!. padahal menunggu beberapa menit saha ".ucap Anna kesal.


"Ya, kamu harus mengerti. mungkin abang kamu buru-buru. makanya tidak bisa membonceng kamu.


Kata kamu juga motor abangmu besar. Tidak bagus bonceng dengan motor besar, rok pendek begitu. Bisa saja dia risih membonceng kan kamu.


Juga nanti kamu dikira pacarnya. tidak bisa cari perhatian cewek nanti di jalan!". ucapku asal.


"Mungkin. kan abangku duren, alias duda keren. Bisa jadi dia sedang mencari cinta lagi. Ah lupa aku kak.


Besok-besok aku tidak mau nebeng sama abang. biar aku punya ipar baik baru. tidak seperti yang sebelumnya!". ucapnya.


Aku mendengar saja. tidak tahu mau jawab apa. karena aku tidak mengenal abangnya, juga keluarganya.


Aku kenal Anna pun secara tidak sengaja. Beberapa hari yang lalu. saat dia berjalan buru-buru menuju keluar perumahan.


Aku kasihan. mungkin dia telat berangkat sekolah. karena sudah pukul tujuh.


"Mau tumpangan Dek?!". Sapaku waktu itu.


"Sma mana? biar kakak antar!". ucapku.


"Sma 45 kak. yang di ujung jalan depan, sebelum lampu merah!". jawabnya.


"Oo. kita searah berarti!". jawabku.


"Alhamdulillah. terimakasih kak.


Aku ditinggal abangku!. dia tadi sudah berangkat. makanya telat berangkat!". ucapnya.


Masih sedikit ngos-ngosan.


"Mungkin abangmu juga buru-buru!". ucapku sok tahu.


"Iya mungkin. katanya dinas jam tujuh!". jawannya.


"Pantaslah ditinggal, Dia bekerja pukl tujuh. kamu baru berangkat!". ucapku.


"Iya sih kak. Besok-besok boleh tidak jalau aku nebeng kakak!". tanya dia.

__ADS_1


"Boleh. tapi aku tidak janji. kan kadang aku juga telat berangkat. takutnya kamu telat juga!". pesanku.


"Baik kak. aku akan datang kerumah kakak pukul tujuh. jika kakak telat berangkat kerja, aku langsung pesan ojol!". ucapnya.


"Ok!". jawabku.


Maka sudah empat hari ini dia selalu berangkat denganku. Aku senang saja, karena punya teman ngobrol.


Dan sudah seperti kakak adik. karena dia juga sering curhat. padahal kami baru jenal beberapa hari.


Akupun tidak masalah, karena juga searah. dan katanya pas dia sampai sekolah.


Seperti saat ini, dia selalu asyik bercerita.


"Biasa kesekolah pakai apa Anna?!". tanyaku tadi.


"Pakai angkot. diantar mama dengan motor ke jalan raya depan.


Dan semenjak abangku kembali tinggal di rumah, mama tidak bisa mengantarku pagi-pagi!". jawabnya.


"Kenapa!?". tanyaku heran.


"Abangku itu baru sekitar bercerai tiga bulan yang lalu. Dan dia tinggal di rumah membawa anaknya itu sudah hampir setahun!". jawabnya.


"Bercerai baru tiga bulan. kok sudah tinggal di rumah orang tua kamu sudah hampir setahun?!". heranku.


"Tahun lalu istri abangku ketahuan ngamar dengan selingkuhannya. mereka bertengkar. hingga abangku menjatuhkan talaknya.


Karena abangku polisi dan tinggal di asrama bersama istrinya, otomatis istrinya harus pergi dari sana. Dan dia pergi tanpa membawa anak.


Makanya papa minta abang tinggal di rumah saja dengan anaknya. jadi mama sekarang lebih banyak menjaga cucu!.


Dan keputusan cerainya baru tiga bulan yang lalu!". jelas Anna.


Aku mengangguk paham. Tidak mau tahu lebih jauh. bisa jadi sebuah rahasia keluarga.


"Terima kasih kak Gita!". ucapnya sambil menyalami ku.


"Belajar yang rajin ya. biar rafornya bagus dan baik kelas dengan peringkat tinggi!". ucapku tulus.


Karena katanya sebetar lagi ujian kenaikan kelas. sekarang dia kelas dua sma.


"Ok kakak!". jawabnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2