Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Diserang


__ADS_3

Sore itu aku pulang bekerja. Tapi aku sudah di tunggu oleh hani di depan kamar kosan ku.


Dia duduk di tembok teras kamarku dengan wajah sedikit masam.


'Ada apa gerangan dia menungguku?!'. pikirku.


Dia berdiri saat aku turun dari mobilku. Aku sudah memindurkan mobilku masuk pekarangan.


"Apa benar kamu akan menikah dengan bang Guntur!". ucapnya.


Saat aku tepat berada di depannya.


"Inshaa allah!". jawabku.


Aku tidak mau terjadi kesalah pahaman. dan juga tidak menutupi semua rencana yang sudah dibuat oleh kedua keluargaku dan keluarga bang guntur.


"Apa kamu sudah izin pada kami yang tinggal disini!. kamu itu anak baru dan juga baru kos. dan langsung mau menikah saja dengan bang guntur!". ucapnya menatapku tajam.


Dia berdiri menghadangku untuk masuk kekamarku.


"Terus?!". tanyaku.


Balik menatapnya. jangan sampai dia menindasku. mentang-mentang aku diangab anak baru di lingkungan ini.


"Ya kamu harus tahu diri. semua sudah lama menanti kesempatan untuk dekat dengan bang guntur. Hampir setahun kami menjaganya disini.


eh malah kamu serobot. Punya hati dong. dasar anak baru!. main tikung saja". ucapnya pedas.


"Terus!". ucapku lagi.


"Jangan mentang-mentang punya mobil dan dengan mudah meng iming-imingi tumpangan pada Hannah..


Ternyata punya niat mengaet abangnya. dasar tidak punya adab. pelakor, tukang tikung, merampas hak orang!". ucapnya bertambah pedas.


Memancing amarah dan emosi. tapi aku hanya mengucapkan istighfar dalam hati.


"Terus!". ucapku geram.


Tidak ingin terpancing dengan ucapannya. bisa saja dengan ucapanku yang sedang emosi, menjadi batu sandungan buat aku sendiri.


Maklum, orang baru. menurut dia.


"Batalkan niat kamu itu!. tinggalkan bang guntur!. dan segera pindah dari sini!". ucapnya.


"Terus!". jawabku.


"Pokoknya malam ini kamu harus pergi dari sini!". ucapnya.

__ADS_1


"Terus!". jawabku.


"Kamu jangan membantahku kalau tidak ingin celaka. segera kamu pindah dari sini!". tegasnya lagi.


"Kalau aku tidak mau?!. kamu mau apa?!". jawabku akhirnya.


Kesal juga jadinya.


"Bersiap untuk celaka!". ucapnya mengancamku.


"Silahkan bilang ibu kos. aku akan keluar, jika ibu kos mengusirku, baru aku pergi.


Lagi pula aku sudah membayarnya untuk tiga bulan kedepan. dan aku akan keluar jika uangku kembali!". jawabku.


Lalu menuju pintu kamarku. membuka kuncinya.


mengacuhkannya yang terlihat sangat marah.


Apa urusannya jika aku baru di lingkungan ini. dan aku juga tidak butuh persetujuannya untuk menikah. Siapa dia?. mengatur ku.


Dari mana juga dia tahu aku punya rencana akan menikah dengan bang Guntur?. pikirku.


Aku berfikir keras, dari siapa ya?..


'Anna....!'. gumamku.


Pasti dia berbicara dengan anna tadi pagi. Tentu dia sangat marah. ternyata dia mendapat info dari orang terpercaya. langsung dari keluarga yang bersangkutan.


Bukan mau go publik. tapi untuk menghindari fitnah saja.


Selesai sholat magrib, aku malas untuk bergabung makan malam. pasti hani akan mencercaku lagi.


Aku menghindar bukannya takut. tapi menghindari perselisihan. yang mungkin bisa jadi pertengkaran dan permusuhan.


Aku tidak mau bermusuhan. apalagi sebelumnya tidak saling kenal.


Lebih baik aku makan malam agak lewat sedikit.


Tok... tok... tok...


"Mbak gita!!". Panggil seseorang dari luar kamar.


Dan aku yakin, itu pembantu ibu kos.


"Mbak!".


Pangilnya lagi mengetok pintu kamarku.

__ADS_1


"Iya sebentar!". jawabku.


Aku membuka pintu kamar.


"Ibu menunggu mbak gita untuk makan makam!". ujarnya saat aku membuka pintu.


"Aku sebentar lagi makan malam. aku sedang menyelesaikan pekerjaanku!". ucapku pada pekerja rumah tangga ibu kos.


"Ibu minta mbak makan malam sekarang. itu pesan ibu!". jawabnya.


"Baiklah!". ucapku akhirnya.


Aku menutup laptopku sebentar, lalu nengunci pintu kamar.


Mulai sekarang, aku harus wasada. mungkin ada saja yang ingin mengangguku kedepannya.


juga antisipasi kedatangan maling. kan kamarku di luar.


"Selamat malam bapak, ibu!. semua!". sapaku pada semua yang ada di meja makan.


Ada bapak dan ibu kos, sivia, mitha, oliv. hanya hani yang tidak terlihat. tapi aku tidak peduli.


"Mari makan semua!". ajak bapak kos.


"Baik pak!". jawab kami.


"Hani mana?!". tanya ibu kos.


"Tadi dia sudah turun. kemana dia?!". tanya mitha.


"Iya. dia tadi bersamaku ke bawah!". ucap Silva.


"Mungkin sedang di dapur, ambil air panas!". tambah mitha lagi.


Lalu kami makan dengan bercerita santai. menceritakan kegiatan sehari-hari dan sesekali tertawa.


Aku yang duduk menghadap ke pintu samping, melihat sebuah bayangan lewat. menuju kamarku. sekilas.


Aku melihat kepintu, yang terbuka setengah. untuk memastikan pandanganku.


Lalu bayangan itu balik lagi kearah depan rumah.


'Ada sesuatu yang mencurigakan. seseorang menuju kamarku. dan buru-buru pergi lagi.


Harus waspada aku'. otakku mulai sedikit curiga.


Tapi pada siapa?!.

__ADS_1


.


.


__ADS_2