Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Berkas Dari Asisten


__ADS_3

"Benarkah?". tanya Dika pada seseorang yang baru saja menelfonnya.


"Benar bos. Tiga hari ini aku mencari infonya. Akan aku kirim data dan fotonya pada bos". Ujar si penelfon.


"Kita bertemu nanti. Temui aku di apartemenku malam ini pukul tujuh". Ujar Dika.


Dia melihat jam di pegelangan tangannya. Masih pukul tiga. Dua jam lagi jam pulang bekerja.


"Aku tunggu kedatangan kamu. Dan pastikan info yang kamu berikan akurat. Dan bisa di percaya". Ujar Dika.


Berbicara melalui ponselnya yang masih menempel di telingganya.


Setelah menutup telfonnya, Dika melihat sebuah foto yang dikirim olrh orang suruhannya itu.


'Bagaimana bisa Gita itu anak seorang pengusaha besar?. Pemilik perusahaan xyz. Sedangkan dia selama ini hanya pegawai biasa di perusahaan papa'. Gumam Guntur.


Ya.


Orang yang Guntur suruh beberapa hari yang lalu untuk mencari tahu tentang perusahaan xyz. Yang kabarnya memakai taman green house Mermaid untuk pesta anaknya.


Dan barusan dia menerima telfon dari orang suruhannya itu. Mengatakan Anak perempuan pemilik perusahaan xyz itu yang menikah hari itu.


Dan orang itu juga mengirin foto pernikakan yang menampilkan Gita sebagai pengantinnya.


Foto yang menampakkan jelas wajah Gita dan wajah suaminya, katena foto berdua dari jarak dekat dan bergaya.


Gita yang duduk di kursi, dan suaminya yang berdiri di sampingnya.


Sangat beda dengan foto yang di tunjukan asistennya beberapa hari yang lalu. Foto sepasang pengantin dengan tamu undangan yang datang.


Tidak begitu jelas wajahnya, mungkin mengambil dengan ponsel dan sedikit goyang. Hingga wajah Gita tidak begitu nampak jelas.


"Keruanganku seger!". Perintah Dika pada asistennya melalui telfon kantor.


Karena dia juga ingin menyuruh asistennya itu mencari tahu kebenaran berita dari orang suruhannya.


"Ya bos. Ada apa?".

__ADS_1


Tanya si asisten masuk keruang bosnya, setelah mengetuk pintu.


"Apa kamu ada mencari tahu tentang oerusahaan xyz?". Tanya Dika langsung.


"Maaf bos. Aku ada sedikit mencari tahu tentang perusahaan itu. Dan...".


"Cukup!". Potong Dika.


Karena dia tidak menyuruh sang asistennya untuk mencari tahu perusahaan itu beberapa hari yang lalu.


"Aku rasa bos harus tahu tentang ini. Karena semua...".


"Kamu cukup mengerjakan tugas kantorsaja Aku sudah menyuruh seseirang untuk mencari tahu gita dan semua tentang Gita". Ujar Dika.


Si asisten hanya mengangguk. Mungkin dia memang tidak harus ikut dengan yang berhubungan dengan Gita. Karena dia tidak mau pekerjaannya terganggu.


Dia cukup mengurus pekerjaan kantor saja.


"Baik bos, aku paham.


Itu yang map biru.


Berkas itu sangat penting...".


"Nanti aku baca". Potong Dika.


"Baik bos. Aku keruang kerjaku dulu, menyiapkan berkas untuk kita rapat yang di tunda tadi siang ke sore ini". Ujar si asisten.


"Aku tidak ikut rapat, bilang pada papa kalau aku sedang sibuk". Ujar Dika.


Karena dia malas untuk ikut rapat direksi, yang ditunda menjadi pukul empat sore ini. Karena sang ditektur ada rapat lain dengan perusahaan lain.


"Baik bos. Permisi". Ujar si asisten


Dika tidak menanggapinya. Dia kembali merenung. Memikirkan Gita yang dia baru tahu anak seorang pengusaha besar juga ternama.


Dan.

__ADS_1


Baru saja menikah beberapa hari yang lalu.


Dika mengacak rambutnya. Karena baru dapat info tentang Gita hari ini dari orang suruhannya yang dia perintah.


Padahal dia sudah dari beberapa bulan yang lalu menyuruh asistennya mencari tahu tentang Gita.


Tapi tidak ada perkembangan. Membuat Dika kesal.


Dia mengambil berkas yang terbentang di meja kerjanya, karena baru saja di periksa.


Lalu Dika melempar berkas keatas tumpukan berkas yang ada di sisi meja kerjanya. Hingga berkas bermap biru jatuh berserakan ke lantai.


Membuat Dika tambah kesal. Karena harus menyusunnya kembali.


Dengan sedikit mengomel Dika memunguti berkas yang bersetakan.


"Gita!!".


Dika terkejut melihat beberapa foto Gita keluar berserakan dari dalam map biru.


Juga ada beberapa lembar tulisan yang dituli, tebtang data...


Perusahaan xyz. Nama beberapa orang yang tidak Dika kenal. Hanya nama Gita yang dia tahu.


Dika membaca dengan teliti dan dia mengacak rambutnya.


"Kenapa selama ini aku tisak tahu dengan latar belakang Gita?. Kok baru terbuka sekarang identitas diri Gita?". ujar Dika prustasi.


"Kesini sekarang!". Ucap Dika sekali lagi di telfon kantor.


Dia bertambah kesal karena sang asisten tidak memberitahunya dari tadi pagi.


Padahal berkas ini dari pagi terletak di meja Dika.


.


.

__ADS_1


__ADS_2