
"apa kamu sudah tahu kalau mantan suamimu itu sudah menikah?". Ujar Dika.
"Apa?. Sudah Menikah?". Ucap Indri kaget melihat kearah Dika.
Mendengar mantan suaminya sudah menikah. Matanya melotot, dan mulutnya ternganga.
Dika pun terkejut saat Indri berucap keras karena kaget mantan suaminya sudah menikah.
"Iya. Beberapa hari yang lalu. Belum Seminggu ini mereka menikah". Ujar Dika.
"Tidak mungkin. Dia tidak mungkin menikah secepat ini". Indri tidak terima dengan ucapan Dika.
"Kamu pasti bohong kan?". Tambah Indri.
"Ada fotonya kok, di ponsel dia". Uhar Dika.
Dan Dika minta kepada asistennya untuk memperlihatkan foto iru pada Indri.
Dan si asisten memberikan ponselnya setelah mencari foto Gita dan Guntur sedang bersanding di pelaminan.
Indri melihat dengan teliti, beberapa kali dia men zoom foto itu. Memastikan wajah kedua pengantin.
"Tidak mungkin. Ini tidak mungkin.
Aku tidak terima mereka menikah. Dia harus jadi milikku. Harus kembali menjadi suamiku". Ujar Indri mengoceh.
Dia terus memperhatikan foto itu.
"Aku ingin mereka segera bercerai dari pernikahan ini. Aku yang lebih butuh dia. Akan aku buat mereka bercerai". Ujarnya bertekad.
Dika yang mendengar itu merasa punya kesempatan untuk beraksi. Dengan bekerja sama bersama indri, keinginannya untuk mendapatkan Gita punya peluang besar.
Indri menginginkan Guntur. Dan Dika menginginkan Gita.
"Apa kamu kenal istrinya?!". Tanya Indri setelah terdiam beberapa saat.
"Kenal. Namanya Gita.
Dia adalah mantan pacarku waktu kuliah dulu. Dan juga karyawanku. Tapi beberapa bulan yang lalu dia resign.
Padahal aku berniat untuk menjadikan dia istriku. namun aku dapat foto itu. Yang aku dapat beberapa hari yang lalu.
Mereka menikah". Jawab Dika.
__ADS_1
"Apa kamu diundang?. Apa kamu juga kenal dengan Guntur?". Tanya Indri melihat Dika.
"Tidak.
Aku tidak kenal dengan dia. Dan aku juga tidak diundang oleh Gita". Ujar Dika menggeleng.
"Terus apa rencanamu?". Tanya Indri.
Seolah tahu apa yang ada di fikiran Dika. Kecewa mungkin karena ditinggal nikah.
"Maksudnya?". Ujar Dika.
Dia sebenarnya sudah tahu apa yang difikirkan Indri. Sama dengan fikirannya. Ingin memiliki. Ingin rumah tangga penganten baru itu retak. Dan bercerai.
Tapi dia tidak mau mengucapkan fikirannya itu terlebih dahulu. Biar indri yang mengungkapkan.
Karena Indri yang begitu kuat dan berambisi untuk kembali kepelukan mantan suaminya itu.
"Bantu aku untuk mendapatkan kembali mantan suamiku itu. Apapun caranya, aku harus menikahinya kembali.
Demi keamananku, dan juga masa depan anakku". Ujar Indri.
"Apa yang aku dapatkan?". Ujar Dika berbegosiasi.
Aku akan beri kelemahan dia padamu untuk kamu mempengaruhi dia. Biar dia mau meninggalkan Guntur.
Dan kamu berikan kelemahan serta rahasia yang istrinya miliki. Kita bikin mereka bertengkar, dan berpisah". Ujar Indri berencana.
"Hmm. Ok.
Tapi aku tidak mau terlibat dengan pekerjaan kamu yang bekerja sebagai anak buah bandar itu". Ujar Dika.
Karena dia tidak mau berurusan dengan polisi. Apalagi mengenai barang haram. Narkotika.
"Baik.
Kita bekerja sama hanya untuk mendapatkan pasangan yang kita inginkan saja.
Aku dapat suaminya, dan kamu dapat istrinya". Ujar Indri.
"Setuju". Jawab Dika bersemangat.
Karena tanpa turun tangan sendiri dia bisa membuat Gita dan suaminya berselisih paham. Hingga bisa jadi mereka bercerai.
__ADS_1
"Sekarang kamu mau diantar kemana?. Karena aku mau balik kekantor". Ujar dika pada indri.
"Temani aku siang ini, ajan aku berikan info tentang dia". Ujar Indri.
"Siang ini aku tidak bisa. Pekerjaanku menumpuk.
Dan malam nanti aku akan temani kamu hingga pagi. Kamu tunggu saja aku di hotel Z. Aku akan temui kamu nanti". Ujar Dika.
Dia tidak mau nenemani Indri siang ini. Ada yang harus dia persiapkan.
"Ok. Aku tunggu di hotel Z pukul delapan. Nanti aku kabarkan.
Sekarang antarkan aku je apartemen P. Aku sekarang tinggal disana". Ujar Indri.
"Baik!". Ujar Dika.
Tanpa di perintah lagi, si asisten melajukan mobilnya ketempat Indri sebutkan tadi.
.
"Sayang. Apa kamu sudah pulang?". Tanya Guntur.
Dia menelfon istrinya Gita. Karena dia baru saja selesai bertugas. Mengawal kedatangan mentri.
Sekarang sedang berkumpul di polres.
"Belum bang. Aku keluar kantor pukul lima bang. Karena ada berkas yang akan diselesaikan dulu". Jawab Gita.
"Ok sayang. Abang juga baru sampai di polres. Kumpul sebentar, ada pemberian tugas dari kapolres.
Nanti kalau sudah sampai di rumah kabarkan abang ya". Ujar Guntur.
"Baik bang". Jawab Gita.
Guntur yang sudah mulai melakukan pengawalan pada istrinya. Akan lebih ketat lagi pengawalannya, seperti usulan sepupunya tadi. Bian.
Sekarang walaupun istrinya sudah punya asisten pribadi, dan pengawalan dari jarak aman.
Guntur masih merasa kurang aman untuk istrinya. Apalagi mendengar cerita sepupunya yang mengatakan kalau mantan bos istrinya itu yang ternyata masih menginginkan istrinya.
Dan berniat memilikinya.
.
__ADS_1
.