
"Maaf kan atas ketidak nyamanan anda dan istri anda. Kami sangat menyayangkan semua ini". Ujar Sang maneger.
Mengikuti Guntur dan Gita yang baru saja keluar dari cafe rooftop itu.
"Suruh mereka semua menganti kerugian cafe ini. Jika mereka menolak, tuntut mereka". Unar Guntur.
Guntur meletakan tiga lembar uang merah di meja kasir. membayar makanan yang dia pedan tadi, dan baru di makan separo.
"Tidak usah di bayar pak. Anggab saja sebagai permintaan maaf dari kami". Ujar sang manejar
Guntur dan Gita tidak menanggapinya. Terus berjalan memasuki lift untuk turun dari cafe itu.
Ketiga pria yang menjaga Gita tadi masih tinggal di cafe itu. Mereka di suruh oleh Guntur untuk menyelesaikan kekacauan.
Tapi bukan mereka yang membayarnya.
"Semua kekacauan ini tanggung jawab kalian semua. Kalian harus membayar semua kerugian cafe ini dengan uang kalian.
Jika kalian tidak mau, aku akan menuntut kalian semua atas perbuatan tidak menyenangkan". Itu ucapan Guntur tadi sebelum pergi dari sana.
Juga setelah berdebat sengit dengan Indri yang tidak menerima dia di permalukan di depan umum. Apalagi membuka aibnya yang membuatnya malu.
Bahkan pengunjung malah berbalik menghujatnya.
"Dasar wanita ular kamu
"kamu yang jahat, malah menuduh orang
"Tidak tahu malu. Wanita biadab..
Banyak ocehan yang ditujukan pada Indri, dan masih terdengar oleh Gita dan Guntur saat keluar dari cafe itu.
"kamu tidak apa-apa sayang?". Tanya Guntur.
Mereka memasuki lift dengan Guntur merangkul Gita. Lift di sengaja hanya bertiga di dalam. Gita dan Guntur kembali menghadap kaca yang mengarah ke tengah mall.
Ada seorang yang yang bertubuh kekar menjaga di dalam lift menghadap pintu.
__ADS_1
Jika lift berhenti di lantai yang dilewati, akan melarang untuk masuk.
Tapi hanya tiga lantai yang di stop pengunjung untuk melarang masuk lift. Setelah itu membiarkan siapa saja untuk masuk lift. Menuju lantai bawah.
"Tidak apa-apa bang. Aku sudah memprediksi kalau mereka akan menemui kita. Tapi aku tidak tahu secepat ini". Ujar Gita.
"Iya. Berarti yang membuntuti kita itu memberi informasi dimana keberadaan kita. Dan mereka akan menemui kita.
Dan aku yakin, mantan bosmu itu pasti juga sedang menuju kesini". Ujar Guntur.
Gita melihat setiap lift berhenti di tiap lantai, pria yang ada di depan pintu melarang pengunjung Masuk. Dengan alasan yang di dalam sedang sakit.
Merekapun tidak marah atau mempermasalahkannya.
"Kenapa tidak boleh pengunjung masuk liftnya bang?". Tanya Gita heran.
"Biar yang menguntit kita tidak bisa mengikuti kita.
Kalau sudah tiga lantai mereka yang berada di atas tadi akan sulit untuk mengejar kita.
Gita mengangguk paham. Kalau ternyata sang mantan bos dan mantan istri dari suaminya sudah menyebar mata-mata, untuk mengikutinya.
Dia harus semakin siaga.
"Wanita yang tadi itu mantan istri abang?. Cantik ya". Ujar Gita.
"Iya cantik. Tapi sifatnya jauh dari fisiknya. Aku merasa ditipu dan di manfaatkan". Ujar Guntur.
Mereka hampir sampai di lantai dasar mall.
"Kita pulang pakai taxi saja. Bisa jadi masih ada mata-mata yang mengikuti kita". Ujar Guntur berbisik.
Karena lift sudah ada pengunjung lain yang masuk dari beberapa lantai diatas tadi.
Gita mengangguk paham. Mereka keluar dari lift. Menuju loby utama mall besar ini.
"Kami menunggu di loby utama". Jawab Guntur.
__ADS_1
Saat ponselnya berdering. Padahal Ponsel Guntur berdering menerima kabar dari rekan pengawal yang ada di sekitar mereka.
Kalau tidak ada yang mengikuti mereka atau memata-matai mereka.
"Taksol kita hampir sampai sayang". Ujar Guntur.
Seolah mereka sedang menunggu taksi pesanan mereka. Berjaga, seandainya masih ada yang mengikuti gerak-gerik mereka.
Guntur dan Gita memasuki mobil yang berdiri di bagian terluar, karena jalur mobil masuk depan loby dengan dua jalur.
Membuka pintu belakang, dan mereka masuk mobil duduk di belakang. Seperti naik taksi online biasa.
Yang jelas bukan mobil yang guntur kendarai tadi.
"Mobil kita mana bang?!". Tanya Gita.
"Mungkin masih di mall. Atau sudah dibawa teman abang tadi.
Nanti abang telfon". Ujar Guntur.
Dan Mobilpun meluncur keluar dari depan mall, menuju jalan raya.
"Sepertinya tidak aman bang. Ada yang mengikuti mobil kita". Ujar sang pengemudi.
Setelah beberapa saat mobil berlalu dari mall.
"Santai saja, kita putar keasrama dulu. Biar mereka mengikuti kita kesana. Mereka kan tidak bisa masuk ke asrama polisi". Ujar Guntur.
Kurang dua puluh menit, mobil yang membawa Guntur dan Gita memasuki gerbang asrama polisi. Melewati pos jaga dan portal.
"Mobil dan motor yang ada di belakang itu sedang menguntit kita. Jangan biarkan masuk". Pesan teman Guntur yang mengemudikan mobil.
"Siap!". Jawab yang menjaga.
.
.
__ADS_1