
"Kamu sunguh hebat.. Hh.. Hh". erang Dika.
Bella sang artis muda sedang menunggangi tubuh Dika yang sedang telentang diatas sofa apartemen.
Ya. Dika langsung menyuruh Bela beraksi.
"Saat sang asisten keluar apartemen dan menginci pintu. Dika menyuruh bella membuka pakaiannya terlebih dahulu. Melihat tubuh polos sang artis muda.
Memindai apa bersih atau tidak.
Untung sang asisten tadi menyuruh bella jesalon untuk perawatan kilat, agar bosnya senang.
Tubuh mulus Bella yang telanjang di suruh berputar dan bergerak erotis. Untuk menarik perhatian Dika.
Bella yang berpengalaman bebetapa bulan kemaren, menampilkan keahliannya.
Dia mengeluarkan jurus yang biasa dia lakukan untuk memuaskan om-om.
Bukan rahasia lagi di tim kerja Bella. Dia melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya.
Seperti dia ingin jadi bintang sinetron, mau menjajakan tubuhnya pada sutradara yang sedang menyeleksi pemain. Hingga Bella dapat peran utama.
Untung aktingnya bagus, hingga dalam dua tahun dia bergelut di dunia akting. Langsung bisa memerankan tokoh utama.
Bahkan sudah belasan ftv yang dia perankan.
Bella yang berani, bahkan sering diajak lawan main untuk ngamar sepulang shoting. Walau tanpa status bella mau saja, asal ada bayarannya.
Bisa dikatakan setiap lawan mainnya di ftv pernah dia layani.
Sebagai pendatang baru Bella sudah bisa mempunyai maneger untuk mengatur jadwalnya. Itu karena dia dapat uang dari plus-plus.
Karena ada maneger itu pula Bella bisa mendapat tawaran dari pengusaha atau pejabat. Karena sag maneger melebarkan pasar di bidang pelayanan ranjang.
Walaupun Bella sang artis muda merasa paling hebat, namun Dika yang sudah tidak diragukan kekuatan dan ketahanannya membuat Bella belum seberapa.
Walaupun Dika bilang hebat, itu hanya untuk penyemangat. Sudah capek rasanya Bella bergerak, berguling dan bertumpu.
Lutut dan pinggangnya terasa lelah. Tapi sang tunggangan belum juga menampakkan puncaknya.
__ADS_1
Dika hanya mengerang dan nendesah, menikmati permainan Bella.
"Ah...".
Bella terkapar di atas tubuh Dika. Lelah.
"Kenapa berhenti?". Tanya Dika.
"Istirahat sebentar pak. Aku capek.
Seharian shoting, dan kemaren malam aku juga kurang tidur. Melayani pejabat dari daerah". Jawab bella jujur.
"Wah, laku kamu di boking terus". Ujar Dika.
Membiarkan bella istirahat sejenak. Sebelum dia gempur sampai pagi. Dika suka dia yang memimpin. Tapi dia suka wanita yang aktif.
"Lumayan pak". Jawab bella.
"Ya sudah, jamu istirahat sebentar. Minum minuman itu". Tunjuk Dika pada meja.
Mereka bergerak dengan bebas di apartemen dengan tubuh polos mereka.
Bella mengambil minuman kaleng yang ada diatas meja. Membawanya kesofa dimana Dika yang duduk dengan melebarkan kakinya hingga miliknya terpampang jelas.
Biasa jika aku sefis seperti tadi mereka tidak tahan. Langsubg ke terkam saja" ujar bella diduk di samping Dika.
"Pasaran kumu siapa saja. Sudah berpengalaman kayaknya". tanya Dika meminum minuman kaleng yang Bella berikan.
"Rata-rata om-om. Pengusaha atau pejabat. Kadang senior teman main sinetron". Ujar Bella.
"Apa tidak meneeima yang muda. Kan banyak teman main kamu juga yang muda". ujar Dika.
"Kalau kawan main sinetron yang muda rata-rata buru-buru. Karena mekeka hanya ingin cepat **** saja. Lalu pergi.
Tidak suka di servis lama". Jawab bella.
"Tapi om hebat". Tambah Bella.
Mereka berbincang santai. Sambil menunggu tenaga mereka bisa bertempur lagi.
__ADS_1
Dia sebenarnya sedikit kesal oada bella. Dia ingin brtgadang semalaman malah bella minta istirahat sejenak.
Untung cantik.
Tapi dia tidak patah arang, Dika mengambil obat perangsang, saat bella izin ketoilet untuk bersih- bersih sebelum mengulagi kegiatan.
Obat yang selalu dia sediakan. Untuk para wanita yang menemaninya hingga puas.
Benar. Tidak sampai sepuluh menit bella meminum minuman yang sudah di beri Dika obat.
Bella yang awalnya merasa gerah, merasakqn tubuhnya ingin.
Ingin di..
Hingga dengan menikmati permainan Bella, Dika yang tadi jecewa bisa menikmati permainan.
Bella yang sudah merasa di puncak. Bertambah liar. Bahkan ruang tamu apartemen Dika penuh suara erangan dan teriakan Dika dan bella.
Mereka melakukannya hingga tubuh mereka capek dan terkapar lemas.
Dika tersenyum kemenangan. Dia sangat puas dengan bella yang liar. Artis muda yang sudah tidak berdaya terkapar di karpet ruang tamu apartemen Dika.
"Baru pukul satu. Masih bisa dua atau tiga kali menjelang pukul delapan pagi.
Kan ke bandara pukul sembilan. Dan selana di pesawat aku akan tidur". Ujar Dika.
Dia istirahat sejenak. Mandi malam. Agar tubuhnya segar lagi untuk beraksi.
.
"Kamu istirahat dulu di sini. Aku mau antar bosku ke bandara sebentar. Nanti kita selesaikan semua".
Ujar Asisten Dika memeluk tubuh polos seorang wanita yang baru saja dia perawani.
Benar. Wanita yang dia gunakan semalam benar-benar perawan. Dia sudah berniat untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Juga ibunya.
Terbayang kegiatan panas mereka malam tadi. Mencicipi perawan.
__ADS_1
.
.