
Sesuai pembicaraanku dengan kedua mertaku. Aku mulai berkemas. membawa barang yang aku beli dan tentu aku butuhkan.
"Beri aku waktu seminggu bu untuk berkemas. Untuk mereka aku serahkan urusannya pada ibu dan ayah!". ucapku beberapa hari yang lalu.
"Terus kamu bagaimana?!". tanya ibu mertua.
"Aku tinggal dengan abang Zai untuk sementara. lebih aman juga untukku!". jawabku.
"Ibu harap, kamu tidak melupakan ibu dan ayah. Walaupun bukan menantu ibu lagi.
Semoga kamu dapat jodoh yang baik. tidak akan mengecewakan kamu lagi!". ucapnya.
"Aaminn.. terimakasih bu!". ucapku.
Tapi. baru dua hari setelah perteman itu, orang tua dian mendatangiku.
Sore itu mereka sudah duduk di depan rumahku. Mungkin satpam clusterku sudah kenal dengan mereka.
Kan mereka sudah beberapa kali datang. Dan sekarang malah ada dian.
"Kata ibu Fajri kamu akan pindah. Jadi kapan anakku bisa untuk menempati rumah ini!". ucapnya saat aku baru saja turun dari mobilku.
"Iya. Aku minta waktu seminggu. karena aku bekerja. Dan aku tidak mau orang lain mengemasi barangku!.
Kalau ingin segera menempatinya, aku bisa besok langsung pindah. karena semua juga sudah di kemas dan tinggal menunggu mobil untuk membawa semua!.
Mobilpun juga tinggal telfon". jawabku.
"Kamu bawa semua?!". tanya Dian.
"Iya. karena semua kami yang beli, dan pilihan ku!". jawabku.
Aku tidak mau meninggalkan satu pun perkakas yang aku beli. tidak akan, walau hanya sebuah cermin atau bohlam lampu.
Karena aku dulu menyewa tempat ini masih polos dan kosong.
__ADS_1
"Tidak apa dian. kan orang tua Fajri sudah bilang, akan membantu!". jawab ayahnya.
Aoa yang ibu janjikan?. pikirku. Terserahlah. aku juga tidak mau tahu urusan mereka. Uang yang dimintapun sudah aku bagi, karena aku tidak mau mengambil, hak mereka juga ada.
Kalau mereka juga mau berbagi itu urusan mereka.
"Baik.
Aku harap, beberapa hari kedepan saat kami datang. rumah ini harus kosong. dan kamu titipkan saja kuncinya di pos satpam!". ucapnya.
Aku hanya mengangguk.
Mereka pergi dari rumahku. rumah kontrakanku yang berada di cluster yang terbilang bagus.
Hff
Aku memasuki rumahku. dan duduk di sofa ruang tamu.
Memandang sekeliling, tempat tinggal paling bersejarah selama pernikahanku dengan bang fajri.
Semua ruangan di rumah ini merupakan tempat kami sering berbagi cerita dan cinta.
Bang fajri akan main di sofa ini jika aku sedang santai membaca novel online sambil tiduran setelah sholat isya.
Biasa bang fajri setelah makan malam akan duduk merokok di teras. dan aku tidak menemani duduk di luar karena aku tidak suka bau asap rokok.
Selesai merokok bang fajri akan berjalan sebentar halaman depan untuk menghilangkan bau asap rokok di pakaiannya. juga kumur-kumur di kran depan teras.
.
"Hmm. sayangh!". ucap bang fajri masuk dan mengunci pintu.
Lalu mematikan lampu ruang tamu. tinggal lampu ruang makan dan teras saja.
"Sudah selesai bang?!". tanyaku.
__ADS_1
Aku tahu bang fajri itu perokok. tapi dia berusaha untuk merokok agak jauh dariku.
Tidak pernah merokok di dalam rumah. cukup di teras saja.
"Sudah. ini tidak ada bau rokok lagi!". ucapnya.
Membuka baju kaos rumahannya. dan tinggal celana pendek selutut. Menampakkan dada bidang dan otot perut yang berkotak-kotak. Sexy.
Hingga pertempuran kami berakir dengan bersih-bersih sofa kulit, yang baru saja jadi saksi vinta kami.
.
Aku mengelus sofa kulit yang sering menjadi saksi bisu pertemuan kelamin manusia. yang sudah tidak terhitung lagi kami kencingi.
Aku mengambil ponselku, untuk menelfon.
"Bisa jemput sore atau malam ini..
baik aku tunggu, jangan lupa bawa mobil sekalian". jawabku.
Aku menelfon dua orang sekali gus.
Walaupun perabotan dirumah ini bersejarah saat kami sedang bercocok tanam, hingga tumpah nya ****** ***** kami. tapi aku tidak akan memakainya di rumah baruku kelak.
Tapi tidak ikhlas kalau dian yang memakai.
Akan aku berikan untuk siapa yang membutuhkan.
Sofa, lemari es dan lemari pajangan akan aku berikan buat supir pribadi mamaku. di rumahnya sudah ada tempat tidur dan meja makan.
Tempat tidur dan kamar set akan di bawa oleh satpam komplek ini. pak putra namanya.
Katanya anak laki-lakinya baru menikah, dan akan menempati kontrakan baru. belum ada kamar set. aku juga memberikan beberapa perkakas dapur.
Baju, dan peralatan yang akan aku bawa sudah aku aku pindahkan kekamar sebelah. tempat aku tidur beberaoa hari ini. tempat orang tuaku tidur saat datang.
__ADS_1
.
.