Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Salah minum


__ADS_3

Dengan sigap Gita menukar cangkir teh yang di depannya dengan cangkir punya Dika.


Dengab deg-deg an Gita melakukannya. Hingga dia terduduk kasar pada sofanya kembali.


Gelas teh punya Dika yang dia ambil nasih dia pegang, walau sedikit tumpah di pakaiannya. Karena buru-buru menariknya saat akan duduk kembali.


"Kok bisa tumpah sih!". Omel dika.


Saat melihat Gita membersihkan air teh yang tumpah di bajunya dengan tisu.


Dika merijek pangilan di ponsel nya, dan mendekat pada Gita. Sebab dia tidak tahu. Gita sudah minum tehnya atau belum.


"Tidak sengaja. Saat nau duduk malah kelepasan terduduk di sofa". Jawab Gita was-was.


Takut ketahuan Dika, dia menukar minumannya.


"Habiskan dulu tehnya. Mubazir". Ucap Dika kesal.


Saat Gita nau meletakan cangkir tehnya ke meja. Dia ingin gita neminumnya. Habis.


"B... baik". Ucap Gita gugup.


Dia sedikit ragu untuk minum. Tapi melihat Dika tadi meminum tehnya terlihat tidak apa-apa. Walau dia akan minum di gelas bekas Dika. asal aman. guman Gita.


Maka gita menempel bibir gelas agak lama di mulutnya. Seolah minum banyak. padahal tidak sedikipun air teh melewati bibirnya. Hanya mengenang di luar saja.


Lalu buru-buru meletakan cangkir di meja. Dan mengusap bibirnya dengan tisu.


Dika tersenyum bagagia, sambil mengambil cangki teh di depan nya duduk. Dan menyesap setengah isi cangkir dengan bersemangat.


'Tunggu saja Gita. Kamu tidak akan bisa menolak untuk menjadi sekretarisku. Setelah aku menguasai tubuhmu'. Gumam Dika.


Gita kembali pura-pura membaca berkas. tapi dia risih karena selalu di lihat Dika dengan sedikit sangar. Dan mulai duduk gelisah.


Dika tersenyum, karena merasa Gita mulai beraksi. Dia membuka Dasinya sambil tersenyum.


"Bisa aku baca ini di ruanganku?". Tanya Gita was-was. Melihat Dika berdiri dari duduknya.


"Disini saja. Aku tahu apa yang kamu rasakan. Aku akan mengobati kehausan kamu. Serahkan semua padaku". Ucap Dika melemparkan dasinya pada sofa panjang di samping Gita.


Gita spontan berdiri. Takut. bisa jadi minuman tadi ada...


Dia berusaha menjauh dari Dika yang melihatnya penuh nafsu. Matanya merah dan bibirnya menyeringai.


Gita berlari kearah pintu masuk. Tapi gerakannya kalah cepat dengan Dika.


Dengan kasar Dika menarik Gita menghempaskannya ke sofa panjang.

__ADS_1


Membuat Gita terpekik. tapi tangan kekar Dika membungkam mulutnya, hingga gita tidak bisa berteriak.


Malah dengan kasar Dika menarik blus Gita hingga bajunya robek.


"Aku akan mendapatkan sesuatu yang tertunda waktu itu Gita. Dengan terjamahnya tubuh kamu. Kamu tidak bisa menolak lagi untuk menjadi sekretarisku.


Akan aku pastikan kamu merintih dibawah kungkunganku.


Jangan sok jual mahal. Karena kamu sudah bukan perawan lagi". Guman Dika.


Saat ini Gita sekuat tenaga mendorong tubuh Dika yang berada di atas tubuhnya.


Kedua tangannya sudah mendorong sebelah tangan dika yang merobek blusnya tadi. Satu tangan dika masih membungkam mulutnya. Dia tidak bisa berteriak.


Tapi Gita tidak ingin di lecehkan lagi. Dua hari kemaren dia juga hampir dilecehkan. Tapi ternyata Dika membawanya hanya untuk memasang alat pengintai di mobilnya.


Tapi sekarang?. Saat jam kantor dia niat sekali melecehkanya. bahkan akan di perkosa.


Apalagi tadi saat ob mengingat kannya. Untuk tidak minum. Ternyata ini. Gita yakin minuman nya di tambah obat perangsang.


Ini terlihat dengan buasnya gerakan Dika. Juga mata dika yang...


"Aahhhh..".


Dika terjungkal jatuh dari sofa.


Dengan kaki Gita yang masih bisa bergerak bebas, gita mengelinjang kuat. Hingga tangan gita bisa menyentuh bagian tubuh Dika yang menempel di perut Gita.


Dan meremas sekuat tenaga sang junior Dika. Walau pegelangan tangan Gita terjepit, dan sakit. Membuat Dika menjerit kaget.


Mungkin saja ada kuku Gita tertancap di sana, walau juniornya masih terbungkus cd dan celana dasar.


Gita berusaha berdiri. Walau tubuhnya oleng, dia berusaha berlari menuju pintu masuk. Air matanya pun tidak bisa ditahan lagi. Karena bisa saja saat ini dia di perkosa, karena Dika sedang terpengaruh obat


"Brengsek!". Teriak Dika.


Dengan kasar Dika menarik jilbab Gita. Hingga Gita terjungkal. Dan di dekap erat oleh Dika. Dan menjatuhkan tubuh Gita ke lantai yang beralaskan karpet.


"Kamu sangat liar sayang. Aku suka. Obatnya sangat beraksi cepat". Ucap dika.


Semakin liar menarik tubuh Gita yang sudah tidak memajai jilbab lagi. Karena ditarik paksa Dika dengan kasar.


Gita hanya bisa mengumpat Dika. Mungkin ruangan ini kedap suara. dan tidak ada yang bisa mendengar aoa yang terjadi di ruangan ini.


Dika yang sudah terbakar nafsu tidak mengacuhkan umpatan Gita. Gita yang sudah meraung hanya bisa berdo'a dalam hati. Supaya ada pertolongan untuknya.


Dengan susah payah Gita mendorong tubuh Dika, tangan dika yang burusaha melepas kulot Gita.

__ADS_1


Hingga pintu ruanga Dika terbuka.


Menampakan sang ob tadi masuk dengan seorang wanita. Lalu menutup kembali pintu itu.


"Brengsek kalian. Menganggu kesananganku.


Kenapa kalian bisa membuka pintunya". Ucap Dika mengumpat.


"Kamu salah orang bos". Ucap sang ob menarik Dika dari atas tubuh Gita. Mendorong Dika hingga terduduk di sofa.


"Kamu!!".


"Dia yang akan membatumu". Ucap sang ob menunjuk sang wanita yang masuk dengannya tadi.


Sang ob memberi kode pada wanita itu. Dan sang wanita mendekati Dika.


"Cepat ganti baju kamu di sana". Tunjuk sang ob. Sang ob memberikan sebuah tas toko pada gita.


Gita berdiri dan tanpa di suruh dua kali gita masuk ke toilet ruangan dika. Dan menganti bajunya secepat kilat.


Saat dia keluar dari toilet, dia disuguhi pemandangan yang menjijikan. Dimana Dika dan wanita yang datang bersama ob tadi sedang...


Gita membuang pandangannya, jijik melihat kedua manusia berbeda jenis kelamin sedang bertelanjang beraksi di atas sofa.


Suara ******* dan jeritan mereka membuat Gita mual.


Lalu gita mendekati ob yang berdiri di dekat pintu masuk.


"Ayo". Ajaknya keluar ruangan.


Gita duluan keluar ruangan Dika. Dan tidak ada yang duduk di kursi sekretaris. Karena Dika menunggu Gita untuk jadi sekretarisnya.


"Kamu langsung ke basement saja. Aku yang ambil tas kamu". Ucap sang Ob.


"Aku..".


"Temanmu akan curiga dengan kamu yang sudah berganti pakaian.


Tunggu aku dekat mobil saja. Akan aku antar tas punya kamu, juga kunci mobil kamu.


Cepat sana, sebelum ada yang datang". ucapnya memerintah.


Gitapun menuju lift. Dan langsung menuju basement. menunggu sang ob mengantar tas nya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2