
"Bos. Kok si bella bisa begitu?". Tanya asisten Dika.
Saat melihat bella yang bergerak pelan, dan jalan mengangkang.
Asisten Dika baru saja sampai di apartemen bosnya pukul delapan. Dan bosnya itu baru selesai mandi.
Bella. Dia masih dengan wajah kusut. Rambut acak-acakan dan pakaian yang tidak terpakai dengan benar.
Yang kebih miris, sang artis berjalan seperti orang patah tulang. membungkuk dan mengangkang.
"Kamu mandilah. sebentar lagi kita turun bersama. Dan kamu pulang pakai taksi saja". Perintah Dika.
Dengan berlalan beringsut Bella berjalan ke kamar mandi. kamar mandi yang di dekat dapur.
"Berapa ronde bos?. Hingga bella ngangkang begitu?. Sepertinya bos main di ruang tamu?". Ujar sang asisten heran.
Melihat sofa berantakan dan bau khas kencing dewasa. Karena air orgasme Dika dan bella berceceran di sifa dan di lantai.
"Segaja main di sofa ruang tamu. Ingat waktu aku main di kantor, yang ternyata bukan Gita.
Jadi semalam aku main sambil membayangkan Gita. karena sudah tidak mungkin Gita aku harapkan lagi". ujar Dika memberi alasan.
Sang asisten mengeleng saja melihat perangai bosnya. Dia sunguh kasihan melihat Bella yang mungkin remuk tulang dan tubuhnya sakit.
'Untung aku tidak berikan Aida pada bos. Pasti aida yang baru pertama kali melakukan akan lebih tersiksa'. Guman sang asisten.
Lalu dia membuatkan kopi buat bosnya itu. biskuit dan roti sudah ada di atas meja.
"Nanti kamu panggil tukang bersih-bersih, untuk bersihkan apartemen.
Kamu jaga apartemenku selama aku pergi". Ujar Dika sambil meminum kopi buatan asistennya.
"Baik bos. Nanti aku pangil yang biasa membersihkan apartemen". Jawab si asisten.
"Ternyata delapan bulan adalah kontrak kerja tahap pertama. Aku kira proyek sampai selesai pembangunan.
Berarti aku disana selama delapan bulan. Dan kamu ber kunjuglah bersama tim kesana". Ujar Dika.
"Baik bos". Jawab asisten Dika.
Bella yang berjalan pelan mengiringi kedua pria gagah keluar lift. Menuju loby apartemen.
__ADS_1
Dan Taksol untuk bella sudah menunggu. Karena Dika tidak mau mengantar.
Dia sudah tidak punya hubungan kerja. Hanya sebatas pemuas semalam.
"Aku akan hubungi maneger kamu jika aku mau". Ucap Dika saat bella bertanya kapan dia bisa melayani lagi.
Padahal tubuh dan miliknya sangat sakit di gempur Dika semalaman.
"Walaupun sakit semua. Tapi aku sangat puas. Sungguh pria jantan dan tampan.Tidak sabar aku mau di kangkangi lagi". Guman bella.
Saat melihat Dika yang gagah berdiri di teras apartemen menunggu asistennya mengambil mobil di basement.
Dika berdiri gagah dengan sebuah koper sedang di sampingnya.
"Apa bos tidak kasihan melihat Bella. Tadi dia sangat kesusahan berjalan". Ujar asisten Dika.
Mereka baru saja memasuki jalan tol untuk menuju bandara yang ada di pinggiran kota.
"Itu sudah pekerjaan dia. Mau sakit atau apa kita sebagai pemakainya tidak peduli. Yang kita mau kita harus puas". Jawab Dika tanpa merasa kasihan.
"Lagipula aku semalam membayangkan mengauli Gita yang sedang hamil.
Aku kesal dia menikah dan hamil. aku membayangkan agar gita keguguran di gauli kasar.
Mungkin itunya sakit karena sempat aku gigit". Ujar Dika jujur.
Membayangkan sesuatu yang ada di lembah surgawi bella dia gigit saat di oral. Dan bella berteriak kaget saat itu. Tapi terdiam lagi saat di oral lembut.
"Sadis juga bos. Bagaimana kalau semalam bos bermain dengan perawan. Pasti pingsan dia". Ujar sang asisten.
Membayangkan gadis perawan yang dia perawani semalam.
"Kalau aku dapat perawan ya aku bermain lembut lah". Jawab Dika.
"Oh ya. Aku juga mau dapat perawan. Semoga di pulau K aku bisa bermain dengan gadis perawan". Tambah Dika menghayal.
.
"Apa?. Ada surat kontrak ya yang isinya begini?". Tanya Dika.
saat Asisten Gita menemuinya di bandara. Sesuai hasil pembicaraan kemaren.
__ADS_1
"Iya. Ini kan kesepakatan pribadi atara anda dan bu Gita. Bu Gita sudah menanda tanganinya". Tambah asisten Gita.
"Tapi tidak boleh berhubungan dengan wanita selama disana itu tidak masuk akal". Ujar Dika.
Membayangkan tidak bisa berolah raga ranjang dengan wanita.
Hal yang jadi kegiaran Dika selama ini. Semenjak masih di bangku kuliah.
"Tanda tangan surat kontrak ini atau.
Kebiri". Bisik asisten Gita.
Membuat nyali Dika ciut.
Dia dan asistennya sedang membaca surat kontrak yang di berikan.
Sang asisten juga kaget dengan isi surat kontrak itu. Tapi dia juga sedikit terhibur dengan ekspresi bosnya yang terlihat lucu.
Tidak boleh bermain wanita selama di pulau K. Atau di kebiri.
"Bos. Tanda tangan saja dulu. Nanti di fikirkan. Dari pada di penjara dan di kebiri. Lebih baik bis ikuti saja brberapa bulan ini..
Lagian di sana mereka kan tidak tahu dan juga tidak akan mengawasi bos tiap hari. Maupun dua puluh empat jam.
Masih bisa bertemu wanita kok". Bisik sang asisten.
Memberi pendapat.
'Iya ya. Dari pada di kebiri. Seumur hidup tidak bisa celap celup lagi. Lagian aku kan bisa nego dengan tim yang disana'. Pikir Dika.
Membenarkan pendapat asistennya.
"Baik. Tapi bilang sama Gita. Aku akan patuhi semua aturan yang ada di surat kontrak itu.
Kan hanya sampai proyek selesai. Delapan bulan". Ujar Dika.
Lalu menanda tangani surat kontrak atas nama pribadi. Karena masalah dia yang sudah berniat untuk mencelakai Guntur, suami Gita.
.
.
__ADS_1
.
.