Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Gita Resign


__ADS_3

"Apa?!. kenapa dia resign?". Ucap Dika.


Seperti biasa Dika sampai dikantor pukul sepuluh.


"Benar pak. bu Gita pagi ini mengajukan pengunduran diri. Dan suratnya sudah ada di meja bapak". Jawab sang Asisten.


"Kenapa dia tidak langsung menemui saya". Ucap Dika.


"Dia sudah dari tadi menunggu, bapak...".


"Ah.. Gita!. Awas kamu". Geram Dika.


Sang asisten hanya bisa diam. tadi dia hanya menerima surat pengunduran duri dari gita.


Gita sebenarnya ingin langsung memberikan kepasa pak Hamidi, sang durektur papanya Dika.


Tapi pak direktur sedang keluar kota beberapa hari yang lalu. terakhir bertemu waktu gita menolak tawaran untuk jadi sekretaris Dika.


Dika memijit keningnya, dia masih merasakan tubuhya sedikit lelah, yang kemaren sore bertempur di lantai karpet ruang kerjanya.


Bahkan masih terbayang ganasnya Gita saat...


'kamu kemaren memberikan tubuhmu. Tubuhku saja masih meningalkan jejak gigi dan jarimu. Tapi kenapa malah pergi menghindariku.


Kamu berhenti bekerja. Tanpa aku bisa langsung melihat wajah malu kamu saat bertemu'. Gumam Dika.


Dia mengelus lehernya yang banyak gigitan dan sesapan, membiru.


"Telfon dia. Bilang surat resignnya tidak diterima. Dan suruh dia datang menghubungiku". Ucap Dika geram.


"Baik pak". Sang asisten hanya bisa meng iyakan perintah bosnya.


"Kalau begitu saya permisi keluar pak". Tambah sang asisten.


Dika hanya menganguk.


Setelah sang asisten keluar ruangannya, Dika malah tidak semangat untuk bekerja. Dia masih memikirkan Gita. Wanita yang sangat dia cintai dulu, saat masih di jenjang pendidikan.

__ADS_1


Fikirannya menuju waktu saat dia dan jiniornya sedang bergulat panas di atas ranjang di rumah yang di jadikan posko untuk acara bakti sosial beberapa hari di kampung.


Flashback on.


Rombongan mereka baru saja sampai di kampung tempat mereka beberapa hari akan mengadakan bakti sosial. Sore tadi.


Malamnya mereka berkumpul di balai desa, untuk pertemuan dengan warga dan perangkat kampung.


Pertemuan diadakan malam karena banyak warga yang bekerja keladang atau pedagang.


Maka diadakan malam sebaga perkenalan.


Hanum yang tadi sudah pergi ke balai desa, buru-buru balik ke posko karena ponsel tertinggal di posko.


Saat akan sampai di posko, hanum bertemu dengan seniornya Dika. Dia minta diantar dengan alasan takut jalan sendiri karena malam.


Karena junior minta bantuan, dengan senang hati Dika ikut menemani.


Dansaat di posko hanum minta di temani kedalam. Hingga saat sampai di dalam, hanum malah memeluk Dika. Menciumi dika.


Walau Dika kaget dengan serangan juniornya itu, dika malah menikmatinya.


Hingga dika yang masih pejaka, karena belum pernah bersentuhan dengan wanita merasa terbakar gairah. Libidonya naik, membuat reaksi tubuhnya mengiginkan sesuatu.


"Awal bertemu aku sudah tertarik pada abang. Maukan abang jadi pacarku?". Ucap hanum di sela- sela ciuman mereka.


Bahkan kancing kemeja Dika sudah lepas. Hingga hemari Hanum menyusup ke dada Dika. membuat tubuh Dika meremang.


"Ah.. Sshhhh... Kamu liar sekali". Desah Dika. Bahkan junior dika yang tersimpan ikut bereaksi.


"Aku butuh di puaskan bang. Maukah abang memuaskan aku?".desah gita di telingga Dika.


"Aku... Aku.. Belum pernahhh". Dika ikut mendesah.


Karena tangannya di tarik Hanum untuk meremas dadanya. Walau sedikit bergetar tangannya, Dika melakukannya.


"Aku akan ajarkan!". Ucapnya melepas jilbabnya.

__ADS_1


Bahkan baju gamisnya ikut di buka, di turun.


Dan.


"Kamu sudah tidak perawan?!". Tanya Dika saat merasakan juniornya terbenam sempurna dengan lancar.


"Aku sudah tidak perawan dari sma". Jawab hanum santai.


Bahkan dengan profesional Hanum bergerak. Membuat Dika yang baru pertama kali melakukan tidak tahan.


Walauun begitu, Dika dengan nalurinya malah ikut bergerak. Bergoyang. Hingga


"Ahh.. Sshhh...


Begini rasanya orang dewasa kencing di rahim wanita.. Sshh". Erang Dika.


"Nikmat bukan?. Aku senang jika kamu mau mengencingiku kapanpun kamu mau". Jawab Hanum.


"Ya.. Aku sepertinya ketagihan!". Jawab dika.


"Pangil saja aku kapan kamu mau". Tawar Hanum.


Maka malam itu mereka tidak jadi datang ke balau desa, untuk perkenalan.


Dan mereka berjanji untuk mengulang lagi.


Dan saat kedua kalinya mereka melakukan, saat semua teman juga sedang kerja bakti di kampung itu. Mereka malah Ah.. uh di kamar posko tengah hari.


Dan saat itulah Dia dipergoki gita, hingga keoalanya pusing saat juniornya ingin muntah, malah dikagetkan teriakan Gita.


Bahkan saat itu dia dan hanum malah bekerja sama mengerayani tubuh gita. tapi naas, hanya sampai gita ditelanjangi, dan gita...


Flashback off.


'Tapi aku senang Gita, kemaren kamu sudah mengerang di bawah kungkunganku. Lihat saja buktinya, tubuhku penuh gigitan kamu'. Gumam Dika.


Akan alu buat kamu kembali padaku.

__ADS_1


.


.


__ADS_2