Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 143


__ADS_3

"Kenapa kalian tidak mencari cara untuk masuk ke asrama?". Ujar Indri.


Dia baru saja menemui seseorang yang dia suruh untuk memata- matai Gita.


Sudah lebih dua minggu Indri tidak ada mendapat kabar dan perkembangan anak buahnya.


Makanya dia minta bertemu di sebuah cafe.


Mereka bertemu di sebuah cafe, yang tidak jauh dari asrama polisi.


"Kami sudah masuk kedalam asrama beberapa kali pagi buk.


Kami menyamar sebagai tukang sayur, dan berkeliling asrama untuk berjualan sambil mencari info.


Tapi kami belum menemukan wanita yang kami cari. Tempat tinggalnyapun belum kami ketahui yang mana.". terang pria itu.


"Apa kamu tidak melihat dari rumah yang mana suamiku keluar.


Waktu itu aku tinggal di rumah nomor 8D blok 4. Bisa saja mereka masih tinggal disana". ujar Indri.


"Rumah sebalah mana buk, besok pagi akan jam selidiki.


Setiap kami masuk ke asrama itu untuk berjualan sepertinya pak polisi itu sudah berangkat bekerja buk.


Sebab kami tidak pernah bertemu dengan dia dan istrinya.


Yang kami hanya polisi itu yang berangkat pagi". Ujar Intel Indri itu.


"Apa tidak ada yang menjaga di gerbang asrama jika kalian berdagang?.


Apa kalian mau berjualan sayur atau mencari tahu mereka?". Ujar Indri kesal.


"Kami berdiri di gerbang sampai tukang sayur asli datang bu. Tapi kami tidak tahu kapan istrinya itu keluar.


Kami gantian berdiri di gerbang. Tapi hanya melihat polisi itu saja keluar dari sana. Sedangkan istrinya tidak pernah melihat". Ujar anak buah Indri.


"Pukul berapa dia keluar?". Tanya Indri.


"Setengah tujuh lewat". Jawabnya.


"Besok. Kamu masuk pukul setengah tujuh. Lihat dari rumah mana dia keluar. Pasti istrinya itu dirumah saja.


Dia kan sudah resign bekerja. Tentu tidak keluar asrama". Ujar Indri.


"Baik bos". Jawab mereka.


"Pagi besok aku akan menunggu di taman dekat asrama. Kalian bergeraklah cepat.


Kabarkan aku rumah mereka.


Aku akan masuk asrama jika kalian sudah berada di dekat tempat tinggal mereka.

__ADS_1


Bantu aku untuk membawanya dari sana". Ujar indri.


"Baik.". Jawab mereka.


Tanpa mereka ketahui. Dika yang sudah mencurigai Indri juga memata-matai Indri.


Mengawasi pergerakan Indri. Karena Dika tidak ingin Indri mencelakai Gita. Apalagi menculik Gita.


"Mereka berencana akan menculik dan membawa bu gita besok pagi bos".


Pesan dari anak bhah Dika.


"Awasi terus. Jamgan sampai mereka mencelakai Gita".


Balas pesan Dika.


Dika yang juga sudah tidak sabar menunggu, dia ingin segera untuk mencelakai suami Gita. Guntur.


"Segera kamu laksanakan rencaba kita untuk mencelakai polisi itu sore ini.


Kalau dia masuk rumah sakit sore ini. Pasti gita akan kesana, dan kita bisa menemui Gita dan nembawanya pergi". Perintah Dika.


Dia menelfon orang yang di suruhnya untuk mencelajai Guntur.


"Aku tidak ingin keduluan Indri. Gita harus selamat". Gumam Dika.


.Sementara itu, gunur yang sore itu selesai dinas, akan pulang.


Kegiatan yang sudah dua minggu ini dia lakukan. Untuk mengecoh dari mata-mata Indri dan Dika.


Guntur sudah dapat kabar dari rekan yang membantu dia jadi bodyguard istrinya. kalau mereka sedang di awasi.


Bukan hanya satu grup, tapi dua.


Setelah berpamitan pada rekan kerjanya, Guntur mengendarai motornya ke asrama polisi.


Tidak jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh menit jika tidak macet. Karena hanya sekali oersimpangan lampu merah. Langsung belok kanan. Jika ke apartemennya lurus dari persimpangan.


Brak


Tiba-tiba motor matik yang di kendarai Guntur di tabrak oleh sebuah motor berjenis besar.


Padahal Guntur baru saja akan berhenti di samping mobil di persimpangan lampu merah.


Karena tabrakan yang kuat, hingga Guntur dan motornya terhempas kearah jalan raya persimpangan depan.


Yang mana motor dan mobil dari arah kiri sedang ramai karena baru saja lampu hijau, sementara dari tempat Guntur datang baru lampu merah.


Karena motor yang Guntur kendarai paling dapan, tentu motor dia terdorong kearah ramainya kendaraan yang lewat.


Brak.

__ADS_1


Motor Guntur menabrak sebuah mobil yang sedang melintas. Dan motor Guntur juga tertabrak oleh motor yang sedang beriringan dengan mobil itu.


Terjadilah kecelakaan di persimpangan itu. Dimana korbannya adalah Guntur.


Motor Guntur yang pertama kali di tabrak dari belakang,lalu menabrak mobil yang sedang berjalan hingga kembali di tabrak oleh motor dari samping.


Membuat motor Guntur ringsek. Dan juga tubuhnya terhempas ke aspal.


Semua pengendara dan warga segera mendekati Guntu yang terkapar di jalan.


"Polisi kok ngebut. Tidak sayang nyawa". Ujar salah satu pengendara.


"Iya. harusnya jadi teladan". Tambah yang lain.


Banyak ocehan dari pengendara yang datang dari sebalah kiri. Beberapa warga membantu Guntur unruk duduk.


"Maaf abang semua. Bapak polisi ini sedang berdiri di samping mobil karena lampu merah.


Tapi motornya di tabrak dari belakang oleh motor itu. Mungkin motor yang menabrak itu remnya blong.


Makanya tertabrak kuat hingga langsung menuju tengah persimpangan". Jelas seseorang.


menunjuk motor yang menabrak motor Guntur juga sedang rebah di tengah jalan.


Mungkin irang yang memberi kesaksian sedang searah dengan tujuan Guntur.


Semua mengangguk paham, tidak jadi mengomel. Malah membantu Guntur membukakan helmnya.


Guntur yang sepertinya pusing, kembali di tidurkan di tengah jalan.


Guntur yang kelihatan masih sadar meringis saat kaki dan tangannya di pegang.


"Bagian mana sakit pak?". Tanya seseirang.


"Kiri. Kaki dan tangan ngilu". Jawab Guntur meringis.


"Mungkin terkilir atau patah. Bertahan sebentar pak. ambulan segera datang". Ujar orang yang membantu.


"Orang yang menabrak korban mau kabur!!". Teriak seseorang.


Semua melihat kearah seseirang yang sedang menegakkan motor dan berusaha untuk menghidupkan motornya.


Ya. Pengendara yang menabrak motor Guntur tadi berusaha untuk kabur.


Semua warga yang melihat berbondong-bobdong untuk mencegahnya.


Tapi, dengan gesit pengendara motor itu kabur berbalik arah. Beberapa pengendara lain juga ikut mengejarnya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2