Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 176


__ADS_3

Jantung Dika serasa berhenti berdetak. Saat Gita mengucap kan akan membahas masalah pribadi.


Fikirannya langsung ke kejadian beberapa minggu yang lalu. Tentang kecelakaan suami Gita yang duduk di samping Gita. Di seberang duduk Dika dan jajarannya.


Dika memandang Gita dan suaminya bergantian. Sementara Gita dan suaminya memandang tegas pada Dika.


Membuat nyali Dika ciut. ingat akan kesalahan yang dia buat.


"Aku minta pada Pak Dika untuk tetap tinggal di ruang ini dulu. dan yang lain boleh menunggu di luar". Perintah Gita.


Dika saling pandang dengan asistennya.


"Aku ingin bicara bertiga!". Tegas Gita.


Dia melihat Dika dan asistennya sedang berdiskusi.


Dan tanpa berbicara, sang asisten dan juga semua yang ada di daram ruang rapat yang besar itu keluar.


Meninggalkan Gita, guntur dan Dika.


Dika duduk di seberang Guntur dan Gita duduk. Seperti sedang disidang.


"Ada yang ingin kamu ucapkan?!". Tanya Gita dingin.


Memandang Dika.


Dika kelu. Tidak tahu mau jawab apa. Karena dia sangat terkejut dengan ucapan dan perintah Gita tadi.


Sementara Guntur duduk santai bersandar dikursi besar samping Gita.


"Oo tidak ada yang mau diucapkan. Apa harus di kantor polisi kamu bisa berbicara?". Ujar Gita setelah beberapa menit Dika diam.


Saling pandang.


"Ah. Oo... Itu..


Aku minta maaf". Jawab Dika gagap.


Mendengar kata kantor polisi yang di ucapkan Gita.


"Hanya minta maaf?". Tanya Gita.


Dia berharap, Dika mengakui kesalahan yang telah dia buat.

__ADS_1


Tapi Dika tidak sedikitpun mengucapkannya.


Lalu Gita mengambil ponselnya yang ada di atas meja. dan terdengar rekaman ucapan antari Indri dan Gita, yang mengatakan semua kerja samanya dan Indri.


Juga ada pembicaraannya dengan Gita. Membuat jantungnya berhenti berdetak. Mendengar ucapannya sendiri.


Gita dan Guntur memandang Dika yang gelisah. Mendengar rekaman dari ponsel Gita.


"Aku ingin kamu bertanggung jawab atas semua yang pernah kamu lakukan padaku.


Dari dulu kamu ingin menodai aku bersama teman *** bebas kamu. Bahkan saat aku menolak menjadi sekretaris kamu juga kamu berusaha memperkosaku dengan memberi obat perangsang.


Untung aku dilindungi orang baik, hingga kamu sendiri yang meminumnya. Dan kamu malah memperkosa orang lain". Ujar Gita kesal.


Dika terkejut mendengar, bukan Gita yang dia gagahi. Padahal waktu itu dia sudah yakin kalau Gita yang...


"Sekarang saat aku sedang hamil. Kamu malah ingin mencelakai suamiku.


Untung nyawanya masih bisa di selamatkan. Dan kamu masih bisa lepas dari tuntutan.


Aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang jika...".


Guntur memegang pundak istrinya yang sudah terlihat emosi.


Sabar ya". Bujuk Guntur.


Dika yang melihat Gita yang sedih dan emosi merasa bersalah. Dia tidak bisa berkata-kata, jika benar suaminya Gita tidak tertolong.


Pasti Gita akan lebih sedih dan bisa dendam padanya. Apalagi tadi dia mendengar ancaman Gita padanya.


Dan yang membuatnya menyesal. Ternyata Gita sedang hamil.


Waktu dia melihat Gita di rumah sakit tempo hari, dia sudah berniat untuk melindungi Gita dan calon anaknya. Karena yang dia tahu suami Gita meninggal karena kecelakaan.


"Aku minta maaf. Apapun sangsi yang akan kamu berikan akan aku terima. Aku mengaku salah, karena ambisiku yang tidak berdasar.


Maafkan aku". Ujar Dika pelan.


Setelah diam beberapa saat. melihat Gita yang berusaha meredam emosinya. Dan di tenangkan oleh suaminya.


"Tidak semudah itu menerima maaf dari mu. Aku sangat kesal dan sakit hati karena perbuatanmu yang tidak manusiawi.


Semenjak aku memutuskan hubungan denganmu saat itu aku tahu kebobrokanmu.

__ADS_1


Pemaksa dan pria tidak bermoral. kamu selalu berusaha melecehkan diriku.


Padahal kamu tahu aku menjaga diriku dengan baik, tapi kamu masih berusaha mengangguku". Ujar gita mengeluarkan unek-unaknya.


"Jika kamu ingin aku di penjara karena kelakuanku, aku siap menerimanya. Tuntutlah seberapa kamu mau.


Aku ikhlas". Jawab Dika.


Dia yakin kalau Gita dan suaminya akan menuntut dirinya dengan kasus pelecehan dan perencanaan pembunuhan. Dan dia bisa di penjara.


'Tapi aku tidak mau di penjara di kota ini'. Gumamnya dalam hati.


Tidak mau Indri ikut menuntut nya juga.


"Terlalu mudah untukmu di penjara. Seumur hiduppun kamu di penjara. Belum lunas rasa sakit hatiku rasanya". Jawab Gita.


Dika semakin takut. Jika Gita melakukan yang aneh-aneh. Hukuman yang tidak masuk akal.


"Apa yang bisa membuatmu senang. Akan aku coba menjalaninya. Menjadi karyawan kamu seumur hidup aku mau.


Asal kamu tidak dendam lagi padaku". Ujar Dika memelas.


Tidak tahu hukuman yang akan Gita berikan padanya.


"Di kebiri. Orang seperti kqmu cocok untuk hukuman itu. Agar tidak ada lagi wanita yang kamu lecehkan.


Apa kamu siap. Agar kamu tidak lagi senena-mena pada wanita.


Bahkan aku dengar kamu juga punya anak tanpa status. Dasar brengsek". Ujar Gita menatap Dika tajam.


Dika terkejut. Hingga tangannya reflek memegang pusakanya yang sedang tidur.


Wajahnya panik dan pucat.


'Tidakkkkk....


Akan jadi apa aku kedepannya jika milikku mati.


Aku juga ingin menikah dan punya anak'. Teriak Dika dalam hati.


.


.

__ADS_1


__ADS_2