
"Kamu mau berangkat bekerja Gita?!". tanya mama bang Guntur.
"Iya mah. ada rapat pukul sepuluh". jawabku.
Aku memang sudah disuruh manggil mama dari waktu pulang berkunjung kerumah orang tuaku beberapa hari yang lalu.
"Aduh. mama sebenarnya mau cerita. tapi tidak apa deh, ceritanya nanti saja!". ucap sang mama.
"Baik mah. nanti kita cerita". ucapku.
"Baik.
lukamu tidak sakit lagi?!". tanya mama bang guntur.
"Tidak mah!". ucapku. "Aku ganti baju dulu ya mah".
"Silahkan. mama juga mau keluar dulu". jawabnya.
Semua barangku masih berada di dalam koper dan tas, juga ada dua kardus.
Semua masih terletak di sudut kamar. Aku membuka koper, untuk mengambil pakaian kerjaku.
Tidak perlu lama, karena ternyata ibu-ibu tadi rapi menyusun bajuku di koper. juga, di kardus sepatu dan tasku di susun rapi.
Aku pun bersiap untuk pergi bekerja. nanti saja aku rapikan semua perlengkapanku. sepulang dari kantor.
"Aku berangkat dulu mah". ucapku.
Ternyata mama bang Guntur duduk di sofa ruang tamu. aku menyalami saat akan keluar rumah.
"Hati-hati, ini kunci mobil kamu". ucap mama sang Guntur memberikan kunci padaku.
"Terima kasih ma!". ucapku.
Dan pergi menuju mobilku yang terparkir di depan rumah.
"Selamat bekerja calon istri. hati- hati di jalan ya!".
Begitu pesan yang aku terima dari bang gintur saat aku baru masuk mobil.
Aku hanya membalas, dengan ketikan 'terima kasih'.
__ADS_1
.
"Kenapa kening kamu?!". tanya rekan kerja satu ranganku. saat aku baru masuk ruangan.
"Luka kejedot pintu!". ucapku. Tanpa mau jujur.
"Kok bisa?!".
"Lagi blank!". lanjutku.
"Oooo.
ini bahan untuk rapat nanti. kamu akan mendampingi pak bos dari divisi kita. jangan malu-maluin pak bos saat rapat.
Divisi kita juga akan di adakan revisi karyawan. mungkin kita akan ada yang pindah dan juga ada tambahan karyawan!". tambah rekan kerjaku.
"Kamu tidak ikut rapat?!". tanyaku.
"Tidak. Aku mempersiapkan berkas untuk kunjungan pak bos nanti siang ke cabang kota sebelah.
Jadi kamu berdua saja yang ikut. rencana tadi dengan fani. tapi dia belum balik dari dinas luar kota". ucapnya.
Aku mengangguk paham. mungkin aku harus mempelajari semua laporan untuk di laporkan saat rapat nanti dengan pimpinan dan ceo perusahaan.
"Sudah siap Gita?!". tanya pak bosku.
yang sudah berdiri di depan ruang kerja kami.
"Sudah pak!". ucapku berdiri.
mengemasi berkas yang akan dibawa ke ruang rapat.
"Ayok!". ajak pak bos.
Aku nengangguk dan mengiringi pak bos keruang rapat.
sesampai disana, sudah ada beberapa dari divisi lain yang sudah datang. Aku duduk di samping pak bos.
Tidak berapa lama datang rombongan dari pimpinan perusahaan, dan pemegang saham.
Juga ada.
__ADS_1
Mataku bertemu dengan seseorang yang aku kenal di masa lalu. Aku heran, kenapa dia ikut rombongan para pemimpin perusahaan.
Apa dia salah satu petinggi perusahaan?!. Karena dia duduk di bagian petinggi perusahaan. Pikirku.
Sudah lebih empat tahun aku bergabung di perusahaan ini tidak pernah melihatnya. Satu tahun kurang saat magang, dan tiga tahun bekerja.
Tidak pernah aku bertemu dia. Atau dia baru juga bergabung di perusahaan ini.
Dika. Dia teman kuliahku dulu. Aku terakhir bertemu dengannya waktu aku wisuda. Dan tidak pernah bertemu dengannya lagi.
Aku juga tidak aktir di grup kuliahku. Maka aku juga tidak tahu perkembangan temanku. Bukan hanya dia saja, tapi semua temanku.
Rapat dengan sema direksi selesai setelah hampir dua jam. Dan tadi aku juga ikut mem presentasikan hasil divisiku pada semua.
Mereka juga banyak bertanya mengenai pendapatan dan pengelaran yang kami catat. karena aku di bagian keuangan.
Pak bos yang sangat tahu tentang urusan yang dia pimpin ikut membantu menjawab semua pertanyaan.
Juga di ikuti bagian marketing kantor dan penyedia jasa kantor, Karena semua awal pencatatan keuangan berasal dari divisi mereka.
Tapi Rapat direksi dan pemegang saham kali ini sangat berbeda. Biasa selesai rapat semua akan kembali keruangan masing- masing untuk bekerja. Sekarang malah di suruh tinggal.
"Terima kasih sudah mengikuti rapat kita menjelang siang ini. Dan Alhamdulillah semua lancar.
Tapi aku harap semua untuk mengikuti acara kita selanjutnya.
Aku sebagai kepala pimpinan di perusahaan ini, ingin mem perkenalkan wakil direktur baru". Ucap sang pimpinan perusahaan.
Semua memandang kebagian depan. Dimana semua peringgi duduk.
Pimpinan menyuruh seserang berdiri. Dan Dika pun berdiri.
"Ini adalah Andika Hamidi. Anak ketiga saya. Beberapa tahun kemaren dia memimpin perusahaan cabang di provinsi x.
Dan sekarang kami tarik kesini untuk jadi wakil. Biar nanti dia bisa memimpin perusahaan jika aku pensiun!". Ucapnya.
Dika?!. Anak pak Hamidi?. gumamku.
Aku dulu tahu, Dika itu ayahnya seorang pegawai negri. Kok sekarang dia anak pepimpin perusahaan besar. Apa aku yang kurang tahu.
.
__ADS_1
.