
"Ah. Tidak terbayangkan kalau semudah ini aku akan bisa mendapatkan Gita kembali.
Aku cukup mengikuti kerja Indri saja. Memberi sedikit kekacauan pada Gita agar dia Dan suaminya berselisih paham.
Bertengkar hingga mereka bercerai.
Gita bisa aku dapatkan dengan mudah". Ujar Dika sambil tersenyum.
Dia yang baru saja menurunkan Indri di depan apartemen milik wanita itu. Dan Dika harus kembali ke kantornya.
Menyelesaikan pekerjaanya.
"Sebaiknya bos harus hati-hati. Jangan terlalu sering bertemu dengan Indri itu.
Kita tidak tahu, Apa dia itu sedang diincar polisi atau belum". Ujar si asisten mengingatkan.
Karena dia tidak ingin bosnya terseret kasus yang bisa membuat malu perusahaan.
"Iya, makanya aku bertemu dengannya dihotel bukan di apartemennya.
Juga tidak mau berbicara mengunakan ponsel. Bisa jadi nomornya sudah di bajak oleh polisi atau bandar". Ujar Dika.
Tadi dia sudah berbicara dengan Indri. Kalau mereka akan bertemu di hotel saja. Untuk berdiskusi dan merencanakan sesuatu. Dan tidak. ada kontak melalui ponsel.
Mereka berencana memesan kamar di lantai yang berbeda satu lantai. dan memilih yang paling pojok. Dekat tangga darurat. Biar mereka bisa bertemu tanpa melewati lift.
Indri akan masuk sore ini, sedangkan Dika malamnya. Biar mereka bertemu diam-diam.
"Kalau bisa bos juga jangan minta di layani oleh indri. Cukup dengan berbicara tentang rencana awal.
Biar tujuan bos untuk mendapat kan bu Gita cepat terlaksana. Dan tidak ikut berurusan dengan Indri lagi". Ujar asistennya.
"Iya. Aku memang berencana begitu. Hanya mau membuat rencana saja dengan Indri". Jawab Dika.
Akan aku ceritakan pada Gita, kalau suaminya yang polisi itu ternyata bodoh. Ditipu istri pertamanya. Bisa saja dia mengaku belum menikah sebelumnya. Pikir Dika.
Dika memang hanya ingin tujuan nya membuat Gita berpisah dari suaminya.
Apapun caranya. Termasuk menjelekan kedua belah pihak. Agar terjadi kesalah pahaman.
Dan memanfaatkan indri, menyebar sedikit info untuk membuat perselisihan untuk penganten baru itu.
.
"Sayang. Kamu tahu tidak, abang tadi bertemu siapa?"Tanya Guntur pada istrinya.
Mereka baru saja selesai makan malam dan sholat isya, dan duduk santai di ruang menonton.
"Siapa bang?".tanya Gita.
"Asistennya si Dika.
Dia mendatangi meja abang saat makan siang tadi di restoran hotel yang sama dengan para rombongan mentri dan semua makan siang.
Dia datang pura-pura bertanya kenapa ramai polisi. Padahal hanya ingin tahu abang saja sepertinya.
Setelah itu abang dapat pesan dari bang Bian, kalau mereka menceritakan kita setelah asisten si Dika itu kembali ke meja mereka.
Mereka tidak tahu kalau bang Bian kenal dengan abang. Dan mereka merencanakan sesuatu pada kita di depan bang Bian.
Makanya tadi bang Bian mengabarkan abang, untuk kita lebih hati-hati.
Jangan sampai mempercayai sesuatu yang dapat merugikan kita.
Kita harus saling menguatkan". Jelas Guntur.
__ADS_1
"Baik bang". Jawab Gita.
Karena bisa saja bukan Dika saja yang ingin menganggu dia. Bisa saja orang yang tidak suka dengannya atau suaminya.
"Abang punya rencana lain untuk membuat Dika itu Jera. Tapi kamu jangan pernah mau memberi kesempatan padanya untuk mendekatimu.
Mereka tahu abang polisi. Dan bisa saja mereka membuat masalah dengan menjebak abang.
Tadi bang Bian bilang kalau mereka mau menggunakan nama dan kekuasaan Dika untuk beraksi menjatuhkan nama abang.
Tidak tahu apa yang ajan mereka rencanakan secara pasti.
Kamu jangan mudah terpengaruh oleh berita yang belum pasti". Ujar Guntur panjang lebar.
"Baik bang.
Bisa saja dia juga akan membawa namaku agar abang merasa kesal dan marah padaku". Ujar Gita.
Karena mantan bosnya itu punya kebiasaan memfitnah untuk melancarkan aksinya.
"Makanya kita jangan cepat percaya saja jika ada berita atau cerita mengenai masa lalu kita yang sangat memalukan". Ujar Guntur.
Ting.
Sedang asyik berbicara, ponsel Gita berbunyi. Tanda pesan masuk.
"Ternyata suami kamu itu selingkuh dengan mantan istrinya".
Ada sebuah foto Guntur yang sedang memakai seragam polisinya sedang berbicara dengan seorang wanita di taman.
Guntur sedang mengulurkan tangan kanannya. Seperti memegang bahu sang wanita.
"Pasti suami kamu tidak menceritakan kalau dia sudah menikah dan punya anak. Ini foto suami kamu menemui mantan istrinya itu".
Tulis pesan yang ada di ponsel Gita.
Memberikan ponselnya pada suaminya. Dan di terima oleh Guntur.
Padahal mereka baru saja membicarakan apa kira-kira yang di rencanakan Dika.
"Bawa sini bang biar aku balas saja kalau aku sudah tahu semua. Biar tidak menganggu lagi". Ujar Gita.
Ingin mematahkan semangat mantan bosnya itu, dan tidak mau menganggu lagi dengan cara murahan ini. Memfitnah.
"Biar abang balas. Agar dia merasa beruntung". Ujar Guntur.
Mengetikan pesan balasan pada Dika.
"Beres. Kita buat dia seperti ada celah. Cukup bikin dia senang untuk sementara saja. Sampai kita bongkar juga kebusukannya yang sudah bikin kamu hampir di nodai". Ujar Guntur santai.
Padahal dia sudah merencanakan satu hal yang akan dia malu.
"Biarkan saja bang, jangan ladeni.
tidak ada gunanya juga kita menghadapinya". ucap Gita.
"Abang mau main-main sedikit. Biar dia sedikit pingsan setelah terbang". Ujar guntur.
Ting.
Ponsel Guntur juga berbunyi tanda pesan masuk.
"Bang Gun. Apa benar abang sudah menikah?.
Apa dengan wanita ini abang menikah?.
__ADS_1
Dia perempuan yang pernah di selingkuhi oleh suaminya karena tidak bisa mempunyai anak.
Dan wanita selingkuhan suaminya itu hamil.
Untuk apa abang menikahi wanita yang tidak bisa punya keturunan.
Lebih baik kita kembali rujuk, agar abang bisa mempunyai keturunan dariku. Karena aku sudah pernah hamil dan nelahirkan.
Aku akan memberikan anak darah daging abang asli. Akan aku buktikan kalau aku akan berubah.
Percayalah".
Bunyi pesan di ponsel guntur.
Yang diketahui dari profilnya. mantan istri Guntur yang sudah dia ceraikan karena ketahuan selingkuh, dan suka ngamar dengan laki-laki lain.
"Kok beriringan?". Ujar Guntur.
"Apa bang?". Tanya Gita.
"Ini.
Pesannya". Ujar Guntur.
Memperlihatkan pesan yang dia terima dari mantan istri ya.
Gita membaca pesan itu, dan sedikit tersenyum.
"Apa mereka bekerja sama?. Untuk memfitnah". Ucap.Gita mengangkat ponselnya.
"Bisa jadi".jawab Guntur.
"Hhmm. Kalau benar mereka bekerja sama, akan abang buat mereka tertawa dulu untuk saat ini". ujar Guntur.
Lalu mengetikan pesan balasan ke nomor yang sudah dia hapus sejak lama.
Dia hanya tahu dari mantan istrinya melihat foto profile dari pemilik pesan itu.
Sementara itu Dika merasa senang setelah nembaca pesan balasan dari Gita.
Yang membuatnya merasa seperti pahlawan dan malaikat pelindung.
"Haha.... Ha...
Masuk perangkap kamu. Akan segera kamu ceraikan istri barumu itu haha...".
Ujar Indri tertawa. Setelah membaca pesan dari Guntur. Mereka saling memberikan ponsel untuk di baca bersama.
Dika dan Indri yang sedang berada dikamar hotel yang tadi siang mereka sepakati.
Kamar yang mereka pesan masing-masing. Dan bertemu di mamar Indri.
"Sepertinya kita akan kembali mendapatkan pasangan kita yang kita inginkan". Ujar Indri.
"Iya. Kita tunggu saja mereka bertengkar dan berpisah.
Kita datangi calon oasangan kita untuk kita hibur. Dan. ..
Kembali menjadi milik kita". Ujar Dika bersemanggat.
Kita rayakan keberhasilan kita malam ini. Akan aku layani kamu hingga pagi". Ujar Indri.
Tanpa berucap dua kali, indri menyerang Dika dengan ganas.
Hingga Dika yang awalnya tidak mau, malah semakin tergoda oleh aksi panas indri membangkitkan gairah Dika.
__ADS_1
.
.