Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Dika Kesal Sendiri


__ADS_3

Dika yang kaget dengan ucapan Indri yang mengatakan kalau dia....


Dika langsung bangkit dari tiduran di atas kasur hotel. Dengan tubuh polosnya dia memunguti semua pakaiannya yang tercecer di lantai kamar, masuk kekamar mandi.


"Gila indri. Aku tidak mau namaku terseret oleh Indri. Yang sudah menjadi kurir dari si bandar.


Walaupun aku suka bermain perempuan, dan minuman keras. tidak akan mau aku terseret masalah narkoba.


Memalukan, seoerti tidak punya uang saja". Oceh Dika.


Dia segera mandi, menyegarkan tubuh yang lelah karena pertempuran ranjang dengan indri barusan.


Dengan cepat dia mandi. Dia ingin segera pergi dari kamar hotel ini. Menjauh dari Indri.


Bisa saja Indri sekarang sedang di incar oleh polisi.


"Bisa turun pamorku jika aku terseret juga sabagai kurir.


Bahkan namaku sebagai wakil direktur sebuah perusahaan bisa jatuh". Gumam Dika.


Memasang pakaiannya setelah mandi. Biar kembali rapi.


"Aku ada urusan, ini uang untukmu". Ujar Dika.


Dia meletakan segengam uang di atas meja.


"kenapa kamu buru-buru. Biasa kamu main lebih dari sekali".Ujar Indri.


Dia mendekati Dika dengan tubuh polosnya. Tapi Dika berusaha untuk menjauh, katena dia sudah mandi.


"Aku ada urusan mau ke kampung di pinggiran kota". Ujar Dika menuju pintu.


"Tapi aku masih butuh kamu. Aku belum puas". Ujar Indri metayu Dika.


"Tapi aku tidak bisa. Aku sedang buru-buru. Ada urusan". Jawab Dika.


Membuka pintu kamar hotel, dan keluar meninggalkan Indri yang berdiri di samping meja.


Melihat segepok uang yang Ditinggalkan Dika.


"Kalian berdua akan menjadi bekinganku. Uang kamu untuk mendanai hidupku, juga kepuasan bathinku.


Dan mantan suamiku untuk menjagaku dari penangkapan oleh aparat.


Aku bisa dengan tenang kian kemari membawa barang". Ujar indri.


Dia mengambil uang yang ditinggalkan Dika tadi. Lalu memasuki kedalam tasnya. Mengambil ponsel, dan menghubungi seseorang.


"Bisa ke hotel x sekarang, aku butuh kepuasan malam ini". Ucap Indri.


.


"Kalau kita kesana sekarang pasti sampai disana kemalaman. Sekarang saja sudah pukul sembilan kurang.


Lebih kurang satu jam perjalanan kita sampai disana pukul sepuluh.

__ADS_1


Apa bos mau di bilang orang kampung sana penyusup, datang kekampung orang malam begini?. Dan....".


"Mau tidak?!". Potong Dika.


Dika baru saja di jemput sang asisten selepas magrib tadi. Dika yang kehotel bersama indri siang tadi untuk...


Dan saat ini mereka sedang berada di sebuah cafe untuk makan malam.


"Kalau malam begini tidak bos. Aku takut. Digrebek warga nanti mengetuk rumah orang yang tidak dikenal. Untuk mencari orang yang juga mungkin warga kenal". Jawab sang asisten.


Dika terdiam mendengar jawaban sang asisten. benar juga ucapan si asistennya.


Dika dulu pernah di grebek di hotel. Pengrebekan di hotel tentu beda dengan di kampung. Bisa ikut tercemar nama baiknya.


Dan itu bersama Indri dia di grebek.


"Sebaiknya kita kesana besok pagi bos. Kita sampai disana, pas warga sedang beraktifitas pagi.


Kita bisa bisa bertanya diwarung sambil sarapan. atau pada warga di jalan". Usul sang asisten.


"Besok tidak mungkin telat ke kantor. Karena tadi juga bekerja setengah hari". Jawab Dika lemas.


Dia yang hanya memikir....


Mau saja kehotel bersama indri untuk bertempur di atas ranjang.


Melupakan niat awalnya untuk ke kampung pinggiran kota mencari info tentang Gita.


Dan sedikit kecewa karena mengetahui Indri yang..


Dika meremas dan mengacak rambutnya hingga berantakan.


Hanya tentang bu Gita, tidak dengan keluarga maupun latar belakangnya.


Jadi bisa saja tidak memuaskan informasinya". Ujar sang asisten.


Melihat sang bos yang kesal. Padahal dia sendiri yang membatalkan untuk pergi.


"Hhfffff..


Aku kesal, ternyata Indri sekarang menjadi kurir barang.....". Ujar Dika.


"Bahaya itu bos. Bisa terseret bos jika sering ngamar dengannya. Apalagi jika dia itu sedang diincar polisi". Jawab si asisten.


Dika mengangguk. Menyetujui ucapan asistennya.


"Mudah-mudahan dia tidak mencari bos lagi. Dan bos jangan terpengaruh dengan kecantikan dia.


Bisa saja dia punya niat untuk menjebak bos. Dijadikan bekingan dan tempat berlindung.


Dan bos bisa di grebek polisi saat bersamanya". Ujar si asisten lagi.


"Jangan buka masa lalu kamu.


Kamu perlu tahu, aku setahun yang lalu digrebek oleh polisi saat ngamar dengannya!". Ujar Dika.

__ADS_1


"Apa??". Kaget si asisten.


Untung mereka berada di ruang vip, yang hanya mereka berdua di dalam.


"Indri itu dari dia kuliah kesehatan sudah jadi teman ranjangku. Bahkan dia sudah menikahpun kami sering ngamar dihotel.


Kalau suaminya pergi dinas malam dia juga pergi dari rumah dengan alasan dia juga dinas malam.


Bahkan saat hamil besarpun kami sering melakukannya". Ujar Dika.


"Gila bos. Masa meniduri istri orang saat hamil. parah". Ujar si asisten.


"Dia yang selalu menghubungiku. Katanya dia lebih puas dengan layananku.


Dan dia juga mengaku anak yang dia kandung adalah anakku". Cerita Dika.


"Suaminya bagaimana?".


"Dia ditalak suaminya saat pengerbekan itu. Untung aku bisa kabur sebelum suaminya datang. Dan suaminya membawa anak mereka.


Tapi beberapa bulan yang lalu, anak itu di kembalikan pada orang tua Indri. Karena ketahuan kalau bukan anaknya". Ujar Dika.


Si asisten mangangguk mendengar ucapan bosnya.


"Hhmm...


Kalau begitu bos mulai sekarang harus hati-hati.


Bisa jadi dia mendekati bos agar bos mau bertanggung jawab atas anak itu.


Dan sekalian minta perlindungan". Ujar si asisten.


"Katanya dia mau kembali pada mantan suaminya. Agar tidak di incar polisi". Jawab Dika.


"Aku ragu kalau suaminya mau menerima dia kembali bos. Suami mana mau menerima wanita yang sudah terang-terangan selingkuh.


Dan bahkan anakpun bukan anak dia. Tidak ada seorang laki-laki mau dibohongi dua kali bos". Ujar Si asisten.


Dika mengangguk setuju dengan ucapan asistennya.


"Apalagi tahu kalau mantan suaminya tahu kegiatan mantan istrinya setelah bercerai.


Kurir dan bisa jadi dia menjadi wanita malam.


Kalau bos mau tidak, menerima dia untuk menjadi istri?".


Dika buru-buru mengeleng. Tidak mau menjadikan Indri sebagai istri.


Apalagi dia tahu dengan latar belakang kehidupan Indri semenjak kuliah, menikah hingga bercerai.


"Walau aku nakal, suka celap celup, tapi aku ingin punya istri wanita baik-baik. Agar punya anak yang baik juga.


Seperti Gita". Jawab Dika.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2