Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Pertolongan OB


__ADS_3

Sementara di dalam ruangan wakil direktur. Dika dengan buasnya melampiaskan nafsu binatangnya pada wanita yang dibawa ob tadi.


"Ayo Gita sayang. ternyata kamu sangat mudah ditaklukan". racau Dika setengah sadar.


Dia dengan buas membolak balik tubuh sang wanita yang dia kira gita.


Walau tadi dika setengah sadar. Saat ob datang menarik gita. Tapi obat yang meracuni otaknya membuat dia tidak bisa berfikir.


Dia merasa masih Gita yang dia kungkung. Mendesah sambil menyebut nama gita.


Gita yang sudah duluan masuk lif untuk menuju basmen, dan sang ob mengunci pintu ruang wakil direktur kembali.


Dia mempunyai kunci cadangan yang biasa di letakan di ruang kichen yang ada di lantai ini. Makanya dia bisa masuk ruang kerja Dika tadi. Padahal sudah dikunci oleh Dika dari dalam.


Sedangkan sang asistennya tadi disuruhnya untuk tidak datang keruangannya sampai dia telfon. Makanya sang asisten berada diruang kerjanya saja dari tadi, setelah mengantar Gita masuk ruang Dika. Takut menganggu sang bos.


Tapi. Sang ob malah lebih leluasa menganggu kesenangan bosnya. Menganti Gita dengan perempuan yang dibawanya dari luar kantor.


Hingga Dika tidak jadi menjamah gita.


Tadi sang bos menyuruh ob itu menyiapkan minum untuk tamu yang akan datang. Sang bos memberikan sebungkus kecil bubuk untuk dimasukan ke teh tamunya itu.


Tapi saat dia baru keluar dari ruang sang bos, malah Gita yang akan masuk kesana. Ob itu mulai curiga, Apa bos Dika menyuruh nya membuat minuman untuk Gita?.


Pasahal beberapa hari yang lalu dia dapat tugas dari seorang kenalan untuk menjaga Gita di kantor.


Maka tadi dia sempat untuk memperingatkan gita agar tidak minum nanti.


Ob itu menelfon temannya yang ada kenal wanita yang bisa di pakai bos saat ini. Maka teman ob itu menyuruh wanita ini datang. Dan dia tunggu di pos satpam.


Wanita itu adalah pemandu karaoke yang biasa menemani tamu di cafe yang ada di depan kantor.


Dan teman ob juga bilang selain pemandu karaoke, dia juga mau menerima servis plus-plus. Makanya agak sedikit telat sampai. Dan Gita hampir di perkosa bos.


"Maaf bu. Aku disuruh mbak Gita mengambil tasnya". Ucap sang ob.


Sekarang dia sydah berada di ruang kerja Gita.


"Oh. Itu dimejanya". Ucap rekan kerja gita.


Maka dengan leluasa sang ob mengemasi tas. Terlihat disana ada tas, ponsel.


Setelah mengambil tas dan ponsel gita, sang ob menuju base man untuk menemui gita.


Ternyata gita sudah menunggu di sana. Berdiri di belakang mobilnya. Bersembunyi. Menangis.


"Ini tasnya. Sebaiknya kamu pulang. tenangkan diri dan ambil keputusan terbaik". Ucapnya.


"Terima kasih bang. Kalau tidak ada abang, mungkin saja saya...".


Gita tidak tahan untuk menahan tangisnya.

__ADS_1


"Karena aku tidak suka melihat wanita dilecehkan. Makanya tadi aku mengingatkan kamu untuk tidak minum.


Pak Dika tadi menyuruh aku membuat minuman, dicampur bubuk..


Eh. Kamu tidak minumnya kan?". tanya sang ob.


"Tidak bang. Aku tadi menukar minumannya. Saat dia menerima telfon". jawab Gita masih terisak.


"Pantas. Pak Dika yang kepanasan seperti cacing yang kena api. Mengeliat". Jawabnya.


"Bagaimana kalau pak Dika tahu, dan memecat abang?!". Ucap gita.


Ingat pekerjaan sang ob yang terancam di pecat.


"Tidak usah cemas. Tidak akan tahu dia. Karena dia sedang mabuk. Juga cctv lantai itu sudah abang off kan selama dua jam ini. Santai saja". Ucapnya.


"Kok bisa abang lakukan?". Heran gita.


"Biasa. Abang merangkap pengawas ruang cctv, yang ruangnya ada di dekat pantri". Jelasnya.


Gita mengangguk paham.


"Terima kasih bang. atas pertolongannya". Ucap Gita.


"Sama-sama. Pulanglah. Jaga diri kamu. Kalau bisa jangan lagi mau bertemu dengan bos Dika". usulnya.


"Iya bang. Aku mau resign saja. Tidak aman. Pasti dia akan terus menerorku nanti". Jawab Gita.


"Pulanglah!". Perintahnya lagi.


Gita masuk kemobilnya. Lebih tepat mobil Guntur.


"Oh ya. Nama abang siapa?". Tanya Gita sebelum menutup pintu mobilnya.


"Namaku Haikal, biasa dipangil kalek". Jawab sang ob.


"Terima kasih bang Kal". Ucap gita.


Setelah itu Gita pergi dari gedung kantor. Dia mau pulang saja, karena sangat takut sekarang.


Takut Dika akan menemuinya.


Setelah Gita pergi dengan mobilnya. Haikal kembali kelantai dimana ruang wakil direktur berada.


Sudah hampir setengah jam dia keluar ruangan itu. Dia ingin membawa wanita itu langsung keluar gedung kantor ini setelah pergulatan panas sang wakil direktur.


Benar saja. Saat ob itu kembali masuk ruang wakil direktur. Pertempuran panas masih berlangsung.


Bahkan Dika sang bos seoerti tidak mengetahui kalau ada orang lain menonton aksi liarnya.


Sekitar lina menit Haikal duduk menyamping. Karena jijik melihat dan mendengar suara racauan Dika. Memanggul nama gita.

__ADS_1


Tapi dia harus berada disana sampai bisa membawa sang wanita keluar dari ruangan itu.


"Pasti dia mengira sedang mengagahi Gita. Padahal... Sebaiknya aku rekam. Takutnya nanti dia meneror gita". gumam Haikal mengeluarkan ponselnya.


Haikal mengeluarkan ponsel. Memotret beberapa kali, juga merekam vidio beberapa menit. Karena dia merasa perlu untuk jaga-jaga jika sang bos merasa yang digaulinya itu Gita.


Dan akan meneror Gita.


"Gita...


Gita... Kamu sangat semok, sangat enak dari wanita manapun... Ah.. Ah... Uh..". Racau Dika.


Sang wanita pelampiasan nafsu Dika hanya bisa menerima terjangan Dika yang membabi buta.


Beberapa kali dia menjerit, karena Dika bersikap kasar. Membuat tubuhnya remuk. Tapi dia tidak bisa berbuat apa. karena terbayang uang yang akan dia terima.


Apalagi ini sang bos tajir. Pasti jarang dia akan dapat menikmatinya.


Hampir satu jam Dika mengerak tubuhnya menjelajahi tubuh sang wanita. Hingga Dika melolong panjang meneriakan nama gita, saat menekan pinggulnya menduduki sang wanita.


Hingga sang wanita juga mengerang lemas. kelelahan.


Melihat Dika yang langsung tertidur diatas tubuh sang wanita, Haikal langsung mengulingkan tubuh dika.


Untung mereka beraksi diatas karpet. Hingga memudahkan untuk di turunkan.


"Bersihkan tubuhmu sana. Bawa baju ganti sekalian. Cepat, biar lekas pergi dari sini". perintah Haikal pada wanita itu.


"Gila bos kamu kal. Remuk tubuhku rasanya!". Jawabnya.


"Tunggu saja. Uangnya banyak kok. Aman untuk pijat kesalon siap ini!". Ucal Haikal.


Sementara wanita itu berganti pakaian. Haikal menuju meja kerja sang bos. Mengambil domoet sang bos yang ada di laci.


Ternyata di laci ada uang cash, banyak.


Tanpa pikir dua kali, haikal mengambil dua ikat uang itu.


Saat wanita yang melayani Dija tadi keluar kamar mandi. Dika langsung memberikan uang tadi padanya.


"Wih.. Banyak ini". Ucapnya.


"Rezeki kamu.


Tapi kamu harus tutup mulut setelah ini. Jangan sampai ada yang tahu masalah ini". pesan haikal.


"Sip. Aku juga tidak mau dia tahu. Bisa dibunuh aku nanti". Ucap sang wanita melihat kearah Dika.


.


.

__ADS_1


__ADS_2