
"Kalian menginap disini saja. Besok pagi langsung pergi bekerja". Ujar mama Guntur.
"Kami pulang saja ma. Besok aku lebih pagi patroli, karena ada pejabat negara yang akan di kawal.
Aku akan mengawal ke beberapa tempat kunjungan". Ujar Guntur.
"Oo..". Ujar Mama Guntur.
Dia mengerti bagaimana seorang polisi berdinas. Apalagi putranya yang sering mengawal pejabat atau petinggi datang.
Baik menggunakan mobil patroli atau motor patroli.
Maka Guntur dan Gita pun pulang kekota sebelah. Mereka tadi menggunakan mobil. Karena perjalanan sekitar setengah jam dari rumah orang tuanya menuju kota tempatnya tinggal.
"Sayang. Apa ada ada yang akan kamu beli?". Tanya guntur.
Saat ini mereka hampir sampai di gedung apartemen mereka. Mereka tadi berangkat setelah sholat magrib dari rumah orang tua Guntur.
"Tidak ada bang. Kita langsung pulang saja". Ujar Gita.
"Ok sayang!". Ujar Guntur mengendarai mobilnya.
"Eh, kita mampir ke mini market depan sebentar bang. persediaan ku sepertinya habis". Ujar Gita.
Saat Gita merek sebuah mini market di tepi jalan.
"Persediaan?. persediaan apa sayang?". Tanya Guntur.
"Hhmm.. Itu..
Untuk tamu bulananku. akhir bulan ini prediksinya datang. Dan dirumah habis persediaannya". jawab Gita.
"Oo.. Semoga saja untuk bulan ini tidak datang. Biar bibit unggul ku nyangkut di sana sayang". ujar Guntur.
"Semoga bang. Tapi tetap harus beli. Persediaan saja". Jawab Gita.
"Ok sayang". Ujar Guntur.
Maka mereka mampir di sebuah mini market untuk membeli yang Gita cari. Tidak lupa juga membeli cemilan.
.
Pagi sebelum pukul enam Guntur sudah berangkat menuju polres. Karena dia membawa mobil untuk mengiringi mobil pejabat negara yang datang pagi ini.
Pukul tujuh Guntur menunggu iring-iringan di batas kota mengunakan mobil polres setempat.
Semua jajaran terkait sudah berada di posisi mereka masing- masing. Untuk melaksanakan tugas.
__ADS_1
Termasuk Guntur.
Rombongan Langsung menuju rumah dinas walikota untuk sarapan pagi bersama dengan jajaran pemerintah kota tempat guntur berada.
Pejabat itu akan menghadiri sebuah pertemuan di kota ini. Dengan beberapa pejabat yang lain dari kota ini.
Mereka mengadakan pertemuan pertama di kantor pemerintahan sampai siang.
Rombongan akan makan siang di sebuah hotel besar.
Dan setelah makan siang nanti akan berkunjung ketempat oleh-oleh khas kota ini.
Dan saat makan siang itu, tanpa Guntur sadari. Dia diperhatikan oleh seseorang.
Dika.
Ya. Dika yang memperhatikan Guntur dari tempat dia makan.
Guntur dan rombongan pengawal makan siang di restoram hotel. Sama dengan Dika yang sedang makan dengan klien dan juga asistennya.
Sementara pejabat makan di ruang restoran vip hotel.
"Bos. Sepertinya polisi yang itu suaminya bu Gita bos". ujar si asisten pelan.
"Yang mana?". Tanya Dika juga pelan.
"Wajahnya sama seperti yang di foto pengantin bu gita.
Waktu bertemu dengannya saat di toko buah waktu itu tidak begitu jelas. Karena mereka memakai masker.
Ini sangat jelas wajahnya. Dan aku yakin dia suaminya ibu Gita". Ujar si asisten berpendapat.
Guntur sedang duduk berlima, dengan rekan kerjanya sesama polisi. Dan juga sedang menikmati makan siang.
Guntur dan temannya makan sambil bersenda gurau. Dan sesekali tertawa bersama. Entah apa yang mereka bicarakan.
"Oo.. Bagian apa suami Gita itu di kepolisian?. Tadi aku dengar ada pejabat yang datang dan sedang makan siang.
Apa dia dibagian pengawalan?". Ujar Dika.
"Kamu cari tahu sana, siapa namanya". Ujar Dika.
"Baik bos. Tapi aku habiskan makanan ini dulu". Ujar si asisten.
Memakan menu makan siangnya hingga habis.
Klien yang sedang makan siang dengan Dika memperhatikan Dika dan asistennya berbicara berbisik.
__ADS_1
Tapi masih dia dengar sedikit pembicaraannya. Yang tentu membicarakan para polisi yang sedang makan.
Lebih tepatnya pada seseorang yang klien juga tidak tahu yang mana.
"Ada apa pak Dika?!". Tanya klien Dika.
Saat si asisten beranjak meninggakan meja. Menuju meja kumpulan polisi yang sedang makan.
"Oo itu pak Bian. Asisten saya bilang kalau salah satu polisi itu suami dari mantan karyawan saya.
Jadi ingin memastikan benar atau tidak saja". Jawab Dika.
"Oo suami mantan karyawan. Kenapa di pastikan pak?. Apa bapak tidak datang kepestanya. Atau kenalan gitu?". Tanya pak Bian. Klien Dika.
"Itulah pak. Karyawan saya itu tiba -tiba resign dari pekerjaannya.
Padahal karyawan saya itu akan saya jadikan istri, karena dia juga mantan pacar saya waktu sekolah dulu.
Saya menunggu beberapa bulan ini untuk melamarnya, karena suaminya baru saja meninggal.
Tapi beberapa hari yang lalu saya dapat kabar kalau dia sudah menikah saja dengan seorang polisi.
Dan aku tidak diundang.
Sedih pak. Padahal dia wanita idaman saya untuk di jadikan istri". Jawab Dika.
Menceritakan.
Klien Dika mengangguk mengerti. Dengan ucapan Dika. Tapi tidak tahu apa yang difikirkannya.
"Yang mana orangnya pak?. Kan nereka berlima disana". Ujar pak Bian.
"Yang didekati asusten saya itu pak, yang sebelah kiri.
Ganteng juga sih orangnya, walau kulitnya agak gelap dariku". Ujar Dika percaya diri.
Ya Guntur memang sedikit kecoklatan kulitnya. Karena seting terpapar matahari saat dinas.
Pak Bian mengangguk mengerti sambil tersenyum. Siapa polisi yang di tunjuk Dika.
Dan tanpa Dika juga asistennya tahu, kalau pak Bian klien yang baru saja rapat dengan mereka mengenal Guntur.
Karena...
.
.
__ADS_1