
"Abang berangkat dinas pukul berapa nanti?". Tanya Gita.
Gita dan Guntur baru saja selesai sholat subuh berjamaah.
Gita melipat sajadah dan alat sholat mereka.
"Aku dinas malam. Kira-kira pukul delapan jalan". Jawab Guntur.
"Terus baju gantu abang apa kita jemput kerumah mama siang nanti?". Tanya Gita.
"Aku minta mama mengirim. dan kata mama akan mama suruh supir mama mengantarnya siang nanti.
Kalau baju dinasku semalam sudah aku cuci dan jemur. Tinggal menyetrika saja". Ujar Guntur.
Gita melepas mukenanya, dan mengantung di sandaran sofa.
Karena mukenanya basah oleh rambut Gita yang masih basah.
Baru keramas.
Ya. Semalam guntur dan gita menikmati malam panjang sebagai pengantin baru.
Bahkan Guntur merasa sangat bersemangat menikmati perannya sebagai suami. Yang berkuasa di atas ranjang.
Membuat istrinya tidak berhenti mengerang kenikmatan di bawah kungkungannya.
Gita sedang duduk di depan meja rias menyisir rambut yang masih lembab.
"Abang bantu menyisirnya". Ucap Guntur mengambil sisir dari tangan istrinya.
Dan membantu menyisir lembut. Dan dia sesekali mencium rambut lembab istrinya sambil menyisir.
"Selesai". Ucap guntur.
"Mau masak apa buat sarapan kita sayang?. Biar abang bantu?". Ujar guntur lagi.
"Bikin soto ayam bening bang. kemaren aku sudah merebus ayamnya. Tingal di goreng lembab dan di suwir dagingnya". Jawab Gita.
"Ok. Nanti abang bantu menyiapkan kuah supnya". Jawab Guntur.
"Baik bang. Ayok kita kudapur". Ajak Gita.
Maka Guntur membimbing istrinya menuju dapur.
Tidak lupa Gita membawa kain kotor dan juga bad cover yang ikut kotor karena banyaknya bukti tumpahan cinta dan pertempuran panas mereka semalam.
__ADS_1
Hingga Gita mengganti badcover yang baru pada kasurnya.
Saat mereka menuruni tangga memasuki ruang dapur.
"Kirim ke londry saja untuk bad cover nya. Berat mencucinya sendiri". Ujar Guntur.
"Aku masuk mesin cuci saja bang. Cuma satu lembar juga dan lalu kita masak bersama". Jawab Gita.
"Boleh juga". Jawab Guntur.
Maka Gita menuju ruang londry yang ada di samping dapur, dan memasukan seprai dan juga pakaian yang dia dan guntur pakai semalam. Langsung mengisi air dan sabun cair.
Membiarkan mesin bergerak sendiri. Dan gita masuk ruangan dapur untuk memasak sarapan pagi.
Gita memang biasa masak untuk sarapan. Selain lebih sehat juga lebih higienis.
"Masak apa dulu?". Tanya guntur
Mengeluarkan ayam dari kulkas. Sementara Gita meletakan wajan untuk mengoreng ayam di atas kompor. Mengisi minyak dan menghidupkan kompor.
Lalu di sebelahnya gita merebus air dalam panci kecil.
"Mengoreng ayam bang. Tapi lepas dulu dari tulangnya. Buat kuah kaldunya". jawab Gita.
Lalu Gita mengambil bumbu untuk bikin sup yang sudah dia tumis kemaren. Tidak lupa mengambil soun untuk pelengkap soto.
Sementara suaminya Gita mengoreg ayam. Gita menyiapkan kuah sotonya.
Bumbu yang sudah dia tumis kemaren dia tumis ulang dengan tulang ayam untuk menjadi kaldu. Dan manambah air untuk kuah beningnya.
Tidak lupa menambahkan potongan kentang dan wortel.
Juga irisan seledri dan daun bawang saat semua sudah masak. Dan menikmatinya berdua.
.
"Om. Aku lapar!". Ucap Sovia membangunkan Dika.
Dia sangat kelaparan, karena menjelang pagi dia kembali melayanin Dika.
"Om..". Panggilnya lagi.
"hah berisik!. Menganggu orang tidur saja". Dika mengerang kesal.
"Aku lapar Om". Ujar Sovia lagi.
__ADS_1
Dika membuka matanya. Melihat sovia yang masih memakai bathrobe. Dan rambut digulung handuk.
"Pesan sajalah kalau lapar. Menganggu orang tidur saja". Ujar Dika kembali memejamkan matanya. Tidur.
"Om mau naku pesankan juga?". Tanya Sovia.
Mana tahu Dika juga lapar. Karena semalam sudah menghabiskan tenaga olah raga ranjang.
"Pesan saja apa yang kamu suka". Jawab Dika.
"Baik Om". Ujar Sovia.
Mengambil brosur menu sarapan yang terletak di atas meja kecil hotel.
"Aku sangat lapar. Mau pesan semua saja rasanya". Ujar Sovia ngiler.
Melihat foto pada menu sarapan yang ada di brosur.
Lalu dia menelfon nomor yang tertera di brosur untuk memesan sarapan pagi nya.
Sekitar lima belas menit Sovia menunggu, terdengar ketukan dari luar kamar hotel tempat dia menginap.
Dan dia yakin, itu pesanan sarapan yang dia pesan.
"Pasti lezat semua". Gumam sovia melihat dua orang wanita pekerja hotel membawa nampan sarapan pesanannya.
"Terima kasih". ujar Sovia.
kepada kedua pegawai hotel yang mengantar yang mengantar sarapan paginya.
Sovia memesan beberapa jenis makanan. Hingga dua orang yang mengantar sarapan kedalam kamar yang ditempati oleh sovia.
Pelayan tadi melihat sekilas Dika yang masih tertidur lelap. Dan kamar hotel yang berantakan karena...
'Penganten baru, sepertinya. Pasti kelaparan sehabis bertempur semalaman'. Bisik salah satu pegawai pada rekan nya.
Setelah mereka keluar dari kamar yang di tempati Dika membawa sovia menginap.
"Iya. Aku lihat yang laki-laki ganteng bingit. Ingin juga aku di..".
Mereka berbicara sepanjang koridor hotel tempat mereka bekerja.
Mereka sudah biasa melihat pasangan yang menginap di hotel tempat mereka bekerja.
Bsik penganten baru, maupun pasangan.. . Baik malam maupun siang.
__ADS_1
Bahkan ada juga yang tidak sopan saat mereka mengantar makanan.
.