Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 142


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu, pergerakan anak buah Dika dan Indri selalu bersiaga di depan asrama polisi. Bahkan sampai di sekitaran kapolres.


Tapi mereka tidak melihat keberadaan Gita. Hanya suaminya beberapa kali kelihatan keluar dan masik ke asrama itu.


"Apa istri polisi itu tidak pernah keluar dari asrama?". Tanya anak buah indri pasa rekannya.


"Iya. Hanya polisi itu saja yang keluar untuk bekerja. Itupun tidak tiap hari". Jawab yang lain.


"Bida jadi istrinya ganya di jadikan ibu rumah tangga, hanya berdiam di rumah dalam asrama.


Sebaiknya kita cari cara untuk masuk kedalam asrama itu. Untuk melihat". Usul temannya.


"Iya. tapi dengan cara apa?".


"Hmm. Bagaimana jika menjadi pedagang cemilan atau sayur. pasti busa keluar masuk dengan bebas". Usulnya.


"Boleh juga. Kamu nanti ikuti seorang pedagang apapun yang keluar dari sana. Dan minta untuk ikut dan bekerja sama".


Mereka berencana untuk masuk kedalam asrama polusi, untuk mengetahui rumah dan kegiatan istri polisi itu.


Beda dengan anak buah Indri. Intel suruhan Dika fokus memata-matai Guntur.


Mereka merencanakan sesuatu pada Guntur.


"Polisi itu berdinas di persimpangan K. Aku lihat dia setiap keluar dari asrama polisi langsung ke sana". Lapor seseorang pada Dika.


"Kamu yakin dia di sana bertugas?". Ujar Dika.


"Benar pak. sudah seminggu ini kami ikuti. Dia keluar dari asrama pukul setengah tujuh lewat.

__ADS_1


Langsung menuju persimpangan itu bersama dengan beberapa polisi.


Yang saya lihat, jadwal dinas para polisi itu pukul tujuh kurang. Mereka sudah ada di sana.


Pukul delapan mereka pergi ke kaporles ada juga yang sarapan dulu di dekat asrama". Jelasnya.


"Apa dia memakai motor atau di bonceng". tanya Dika.


"Gantian bos. Kadang membawa motor, kadang di bonceng".


"Rencanakan sesuai dengan kita bicarakan kemaren. Aku ingin membuatnya cedera". Ujar Dika.


Dia ingin Gita tidak mendapat perlindungan dari polisi itu. Dan jika polisi itu cacat, tentu Gita akan kembali bekerja.


Dan dia akan menjadi penolong yang baik dengan imbalan mau jadi istrinya.


"Baik bos". Jawabnya.


"Tidak bos. Kami fokus mengawasi Polisi itu saja


Tapi di dekat asrama sepertinya ada yang memata-matai juga bos. Anak buahku sering mendengar mereka menyebut Gita.


Apa bos ada menyuruh orang memata-matai selain kami?". tanya orang itu.


"Anak buah kamu berapa orang mengawasi polisi itu?". Tamya Dika balik.


"Tiga orang bos. Mereka ..".


"Siapkan satu untuk melindungi Gita. Mungkin Indri juga ingin mengawasi Gita. Bisa jadi juga mau mencelakai.

__ADS_1


Aku tidak mau Gita mereka cederai". Ujar Dika.


"Baik bos". Jawabnya.


Dika kesal mendengar info dari intel suruhannya.


"Aku tidak mau Gita kenapa- kenapa, Indri pasti juga ingin membuat Gita celaka atau menculiknya, agar suaminya mau balik dengannya.


Tidak akan aku biarkan". Ujar dika menelfon asistennya.


"Kamu kesini sekarang!". UjarcDika di ponselnya.


Dia tidak ingin Indri mendahului niatnya untuk menganggu Gita. Maka Dika ingin melindungi Gita.


Walau cara Dika yang meng inginkan Gita, dengan cara menganggu ketenangan rumah tangga Gita. Juga berniat mencelakai Suaminya.


Tentu Indri juga punya rencana sama seperti Dika. Untuk mendapatkan suaminya kembali, apapun caranya.


Dia tentu tidak akan segan menganggu dan mencelakai istri dari mantan suaminya itu.


Apalagi dengan masalah yang sedang dia hadapi sekarang. Menjadi wanita penggilan sambil jadi kurir obat terlarang.


Makanya dia ingin kembali pada suaminya yang polisi, ingin berlindung.


.


.


"

__ADS_1


__ADS_2