Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 185


__ADS_3

Indri yang semalam melayani intel itu, hari ini bisa santai di dalam sel. Tiduran di atas kasur busa tipis yang dibawa intel itu kematen.


Kemaren malam saat Indri melayani intel itu, mereka selalu tanya jawab perihal gembong besar narkoba yang Indri kenal.


Demi kebebasan yang dia ingini. Indri memberi keterangan yang dia ketahui.


Beberapa hari kemaren selama di periksa Indri tidak pernah di tanyai perihal data asli gembong besar itu.


Dia hanya di tanya tentang apa saja pergerakan yang akan dilaksanakan. Baik penerimaan barang, maupun pengiriman.


"Pokoknya selama aku di sini, aku tidak mau di tanya-tanyai oleh polisi di ruang interigasi.


Mereka selalu menyudutkanku. Dan bikin aku pusing, mereka bertanya dan aku harus akui yang mereka tanyakan. Padahal yang mereka ucapkan tidak semua benar". Keluh Indri pada intel itu.


"Iya. Aku jamin kamu tidak akan di deriksa di ruang interogasi.


Tapi beri aku info yang akurat. Dan layani aku selama kamu ada di sini".


Dan Indri menyangupinya. Dia juga meminta beberapa permintaan.


Intel itu menyangupi. Karena dia sudah dapat perintah dari kepela polisi bagian narkoba.


Indri tiduran malas-malasan di selnya, berusaha menelfon Dika.


Ya. Ponsel Indri sudah di dapat dari intel itu. Intel itu memberikan ponsel Indri setelah mereka selesai bergumul panas di dalam sel.


Sementara itu sang intel sedang berada di ruang kerja kepala polisi bagian narkoba.


"Bagaimana. Apa info yang kamu dapat?". Tanya jepala polisi pada intel itu.

__ADS_1


"Lumayan pak. Dia memberi info mengenai gembong besar itu.


Dan benar, ternyata yang tertangkap itu bukan bos besarnya. Itu anak buahnya". Jawab intel itu.


Intel itu memberi keterangan yang dia dapati dari indri. Tentang gembong besar itu.


"Lumayan dapat info. Mungkin lebih lama kamu bermain dengannya, akan banyak info yang kita dapatkan. Untuk menannkab bandar besar itu". Ujar kepala polisi itu.


"Apa dia percaya kamu itu polisi. Kamu tidak banyak janji kan padanya?.


Takutnya dia minta di bebas atau minta di ringankan hukumannya.


Sementara kamu itu bukan polisi". ujar kepala polisi itu.


"Haha... Ha...


Aku tahu pak. Aku bukan polisi.


Ya. intel itu bukanlah polisi. Dia seorang bodyguard di sebuah cafe. Dan banyak kenal dengan polisi.


Kepala polisi tidak ingin menyuruh anggota polisi aktif yang mencari info dari Indri dengan cara menjadikan Indri pemuas nafsu.


Di pilihnya bodyguard itu agar nanti indri tidak membawa pria yang sudah memanfaatkannya untuk memuaskan nafsunya.


Menjadikan Indri pelampiasan nafsu tanpa membayar, dan mendapat info tentang bandar besar.


Intel itu hanya memberikan ponsel dan katanya jaminan keamanan selama di sel, agar tidak di perkosa beramai-ramai di dalam sel gelap.


Padahal indri tetap di perkosa, walau dengan dalih keamanan.

__ADS_1


.


"Kenapa ponsel si dika itu tidak bisa di hubungi sih?. Padahal ini tidak di blokir. Hanya di luar jangkauan.


Indri yang sudah mendapatkan ponselnya semalam. Sebelum dia melayani intel itu, dia minta terlebih dahulu. Ponsel itu di jemput intel itu pada mama indri.


Yang indri tidak tahu, Dika saat ini sedang di pesawat untuk menuju pulau k. Setelah perdebatan tentang surat kontrak yang di berikan asisten Gita tadi.


Dengan terpaksa menyetujui surat kontrak itu. Akhirnya Dika menanda tanganinya.


Dia berangapan anak buah Gita pasti tidak mengawasinya sepanjang selama di pulau K. Pasti dia bisa membawa wanita di oita itu ke tempat tinggalnya untuk jadi penghangat ranjangnya.


"Tapi tidak apalah. Jika si Dika itu tidak mau membantuku. aku sudah ada intel yang akan menjamin keamananku selama di sini.


Dia tidakaku butuhkan lagi". Gumam Indri.


Dia merasa sudah beruntung ada intel yang mau dengan sukarela menjamin. Asal dia membantu memberi info tentang gembong besar yang beberapa bulan menjadikannya pemuas nafsu dan wanita pelancar transaksi.


Guntur sang mantan suaminya juga sudah lepas tangan. Tidak mau lagi berurusan dengannya. Apalagi akan membantu menjamin keamanan dirinya yang sedang dalam proses hukum.


Tidak mau ikut terseret kasus.


Lagi pul mantan suaminya itu sudah memiliki istri yang sedang hamil. Pasti Guntur sedang bahagia.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2