Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
BAB 194


__ADS_3

"Abang, tolong pindahkan baby Al ke boxnya". Pinta Gita pada suaminya.


Gita yang baru saja memberikan asi pada bayinya. Dan masih memangkunya.


"Ayo jagoan ayah. Kita pindah tidurnya ya.


Ayah sama bunda mau berberes. Kita pulang kerumah siang ini ya sayang". Ujar Guntur.


Mengendong putranya yang tertidur di atas bantal di pangkuan istrinya.


Hari ini sudah hari kedua Gita berada di rumah sakit, untuk melahirkan.


Ibu Gita dan mama Guntur sudah mengemasi barang yang akan di bawa pulang.


Selama dua hari ini rekan kerja Guntur sesama polisi juga banyak yang datang. Baik dengan keluarganya, juga yang masih sendiri datang bareng berkelompok single.


Apalagi sekarang Guntur sudah menjabat sebagai kepala satuan lalu lintas di kota ini sekarang. Banyak kenalan dan rekan kerja yang datang memberikan ucapan selamat menjadi ayah.


Hingga banyak bingkisan yang dibawa mereka membezuk bayi.


"Aku mau ke kamar mandi sebentar bang". Ujar Gita.


Dia kebelet pipis.


"Ayo, abang pegang berjalan". Ujar Guntur.


Dia membimbing istrinya yang berjalan pelan. Untuk menunaikan panggilan alam.


Setelah dari kamar mandi, Gita duduk di sofa ruang rawat inap yang dia tempati.


Dia di suguhi buah potong, yang di kupas dan di potong ibunya tadi.


Guntur dibantu ayah mertua dan papanya membawa semua barang keatas mobil. Beberapa kali mereka bolak balik. Saking banyaknya bingkisan yang dibawa.

__ADS_1


"kita pulang ke asrama dulu ya. Kata temanku, banyak yang ingin membezuk baby Al.


Mama dan ibu juga akan nengadakan acara Aqikah buat baby Al. Dan papa usul di adakan di rumah yang ada di asrama saja.


Jadi kita tinggal di asrama untuk beberapa minggu ini. Biar aku kerja juga tidak jauh". Ujar Guntur tadi pagi.


"Baik bang. Aku ikut saja". Jawab Gita.


Setelah mengemasi barang yang tertinggal, Guntur di datangi oleh perawat yang menyelesaikan administrasi ke kamar rawat.


"Ini pak. Semua sudah selesai kami buatkan berkasnya.


Ini buku dan surat keterangan bayi Alfarizki. Juga semua keperluan untuk membuat akte kelahirannya". Ujar Guntur.


"Sama-sama pak. Ibu dan bayi nya sudah bisa untuk pulang.


Dan sebaiknya setelah makan siang pulangnya. Makan siang akan datang sebentar lagi ". ujar perawat itu.


"Baik Sus". Jawab Guntur.


"Abang suapin ya". Ujar Guntur.


Gita mengangguk. Dan Guntur pun menyuapi istrinya.


"Apa rumah di asrama sudah di bereskan?. Kita kan jarang menempatinya. Hanya datang jika ada acara di polres dan asrama saja". Tanya gita.


Di sela-sela suapan dari suaminya.


Mereka memang sering datang keasrama. Jika Gita ada acara di polres atau dengan ibu bhayangkari, mereka akan beristirahat di sana sambil menunggu Guntur selesai dinas.


"Sudah. Kemaren teman abang sudah bereskan semua.Tinggal di huni saja". Ujar Guntur.


Gita mengangguk. Dia paham, teman suaminya yang sering bantu-bantu selalu turun tangan jika Guntur butuh bantuan.

__ADS_1


Beberapa teman Guntur Juga ada yang menjadi bodyguard istrinya dari jarak aman.


"Ayah, papa juga mama sudah duluan menuju asrama. Mereka sangat bersemangat untuk acara Aqikahan.


Ibu katanya bareng kita nanti pulang. Tadi bantu menyusun barang di mobil". Ujar Guntur. Menyuapi istrinya.


"Kapan acaranya bang?". Tanya Gita.


"Hari minggu. Tiga hari lagi". Ujar Guntur.


Sedang menyuapi istrinya, ibu Gita datang membawa makanan.


"Eh sudah makan. Ibu kira makanan belum datang. Taku Gita lapar ibu beli makanan". Ujarnya menaroh di atas meja.


"Nak Guntur sekalian makan juga". Ujar Mertuanya.


"Iya. Abang makan saja, biar aku makan sendiri. Ujar Gita meminta piring yang di pegang Guntur.


"Ok sayang. Nanti kalau kamu mau menambah makanan biar abang ambilkan". Ujar Guntur.


"Baik bang". Ujar Gita.


Lalu mereka makan. Juga ibu Gita ikut makan. Tadi rencananya mereka akan makan di rumah yang ada di asrama polisi.


Tapi takut Gita dan Guntur lapar. Makanya langsung beli. Juga buat Papa mama Guntur juga ayah Gita.


Selesai makan mereka bersiap pulang. Gita yang mengendong baby Al di dorong oleh Guntur dengan kursi roda.


Sedangkan ibu Gita mengiringi dari belakang. Membawa tas kecil. Karena semua barang sudah di bawa. Tinggal beberapa perlengkapan bayi saja.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2