Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Rencana Guntur


__ADS_3

"Bagaimana Burhan?. Apa bisa mereka menikah siri hari jum'at saja?!". Tanya papa guntur.


Mereka berada di sebuah restoran vip yang berada di kawasan dekat kantor cabang papa gita.


Mereka berencana bertemu pas istirahat siang, sekalian makan siang.


Mama Gita juga di suruh menyusul diantar supir menuju tempat mereka bertemu.


Juga sudah menceritakan kejadian tadi pagi, yang mengharuskan Gita tinggal di rumah mereka.


"Aku setuju saja Fauzi. Jika nak Guntur dan gita sudah sepakat. Lagi pula juga tidak ada yang menghalangi untuk mereka menikah siri saat ini. Menjelang nikah negara dan nikah di instansi nak Gintur". Ucap papa Gita.


"Bagaimana Guntur?. Apa kamu sudah siap mendampingi putriku yang janda. Dan mungkin juga masih manja". Tanya papanya gita pada calon menantunya.


"Inshaa allah pa. Aku sudah siap lahir dan bathin". Jawab Guntur bersemangat.


"Tentu siap lahir bathin. Kamu sudah setahun menduda". Ucap papa guntur sambil tertawa iseng.


Semua tersenyum melihat Guntur yang salah tingkah. Seperti pemuda baru di tawarkan untuk menikah. Padahal sudah yang kedua.


"Aku ingin kami menikah jum'at malam. Sehari setelah masa idah Gita selesai.


Dan aku ingin ini kejutan buat gita. rahasiakan dulu. Biar sedikit surprise". Usul guntur minta pada calon nertua dan orang tuanya.


"Hhmmm.. Baik. Akan kita rahasiakan". Jawab papa gita.


"Jum'at sore aku suruh istrinya zai mengajak gita untuk kesalon. biar dia tidak curiga. Sementara kita menyiapkan semua.

__ADS_1


Aku menyiapkan tempat akad di rumah, dengan keluarga dekat di undang untuk menyaksikan.


Sementara nak Guntur dan orang tua mengajak kerabat untuk datang menjadi saksi nikah". Usul papa Gita.


"Baik pak Burhan. Aku mengajak keluarga dekatku kesini. Juga mungkin agak lebih yang datang. Karena tetangga yang ada di perumahan juga ingin ikut saat akad nikah Guntur dan Gita". Jelas mama guntur.


"Boleh bu, lebih ramai yang menjadi saksi nikah siri mereka lebih baik. Tidak akan ada ucapan nikah diam-diam atau dadakan". Tambah mama Gita.


"Aku setuju. Kita selamatan kecil- kecilan dengan kerabat dan tetangga kita.


Juga aku ingin Gita tidak canggung saat datang. akan menganggab memang acara keluarga". Ucap pak burhan, papa Gita.


Maka mereka sepakat untuk merahasiakan dari Gita.


"Satu lagi.


Kalau bisa nak guntur di ungsikan dulu menjelang menikah. Selain tidak baik untuk keluarga. Juga untuk menghindari fitnah". Ucap mama gita.


"Baik pah.


Nanti sire aku berangkat dinas lebih cepat. Biar ke asrama dulu". Ucap Guntur.


Juga, biar Gita penasaran tidak bertemu guntur beberapa hari ini. Dan mencari keberadaan guntur hingga merasa kangen.


.


"Bagaimana?!. Apa kamu langsung di daulat jadi sekretaris wakil direktur?". tanya rekan kerjaku.

__ADS_1


"Belum tahu. Tapi sepertinya tidak jadi". ucapku mengeleng pelan.


"Kenapa tidak jadi?. Rugi tidaknjadi sekretaris pak wakil yang ganteng". Jawab rekan jerja Gita.


"Sepertinya kamu yang lebih pas jadi sekretaris pak wakil Jenny. Aku belum ada pengalaman disana". Ucapku.


Agar jenny temanku itu tidak bertanya lagi. Aku pusing. Bagaimana bisa Dika yang baru aku tahu anak sang direktur mengatakan akan bekerja di kantor pusat dengan nemintaku jasi sekretarisnya.


Berarti dia sudah tahu aku bekerja disini. Dan anehnya, aku tidak pernah tahu itu.


"Kalau aku ditawar pak hamidi pasti aku iyakan langsing gita. Tapi kan yang di tawarkan itu kamu". Jawab jenny sedih.


"Hhmmm. Bagaimana kalau kita bicarakan dengan bos divisi kita. Agar kamu jadi sekretaris pak wakil". Usulku.


"Terlambat kamu Gita. pak bos divisi kita di pindah tugaskan ke cabang memimpin di sana. Katanya mengantikan pak wakil direktur.


Dan aku... Bos kamu sekarang, jika kamu tidak jadi sekretaris ak wakil. Karena aku mengantikan pak bos divisi ini". Ucap Jenny tersenyum usil.


"Hhmmm .. Baik buk bos. Aku siap jadi bawahanmu". Ucapku tegas sambil hormat.


Aku malah bersemangat tetap bekerja di divisiku ini. Walaupun jenny yang biasa teman kerjaku menjadi bosku.


"Siap-siap untuk aku perintah". Ucapnya tersenyum.


Haha... Ha....


Kami tertawa senang. Walau akan menjadi atasan dan bawahan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2