Bukan Aku Merampas Dia

Bukan Aku Merampas Dia
Dapat Info Baru


__ADS_3

Setelah Dika dan Sang asisten pergi. Guntur pindah ke jok kemudi. Dari dalam saja.


"Pindah kedepan sayang". Perintah Guntur.


Maka kita pindah ke jok depan. Sampibg kemudi yang diduduki Guntur.


"Eh. Kunci mobilnya tidak ada!". Ujar Guntur saat guntur menjulurkan tangan untuk menghidupkan mobil.


"Mungkin jatuh bang". Ujar Gita.


"Tidak ada sayang. Mungkin...".


"Itu". Tunjuk Gita.


Menunjuk tempat diantara jok kemudi dengan jok samping.


"Alhamdulillah. Kita tidak akan lemas kepanasan dalam mobil lebih lama lagi.


Pantas ac mobil tidak terasa. Kuncinya terlepas". Ujar guntur.


Dia menghidupkan mesin mobil, dan juga ac mobil. Agar tidak panas.


Untung kaca samping terbuka sedikit tadi, dan pintu sebelah juga tidak tertutup rapat.


Untuk sirkulasi udara sedikit.


Lebih setengah jam mereka berada di dalam mobil. Dan kepanasan.


"Dasar ceroboh. Kunci di lepas". Ujar Guntur.


Setelah agak dingin. Dan tenang. Guntur mengajak gita untuk pergi dari tempat ini.


"Kita pulang atau kemana dulu?". Tanya Gintur pada istrinya.


"kita pulang saja. nanti abang kan dinas malam. Sebaiknya istirahat dirumah saja". Jawab Gita.


"Baik. Abang juga ada yang akan di kerjakan. Berkas tugas baru abang besok harus di antar ke kantor". Jawab Guntur.


"Iya. abang akan pulang dinas subuh dan pasti capek dan mengantuk". Jawab Gita.


Sebelum melajukan mobil Guntur mengetikan pesan di ponselnya. Lalu melajukan mobil mereka keluar dari parkiran mini market. Memasuki jalanan besar, ramai dan padat.


Jalanan siang menjelang sore yang padat dengan mobil.


Gita berbincang santai didalam mobil bersama guntur suaminya.


Perjalanan yang hanya setengah jam mereka isi dengan mengobrol.

__ADS_1


Sementara itu, mobil Guntur yang di kendarai oleh teman sekaligus anak buahnya mengajak keliling motor yang mengikutinya.


"Kita ajak kemana mereka bang". tanya wanita yang ada di mobil Guntur.


"Keliling saja. Kita buat mereka pusing". Ujar sang laki-laki.


"Kata bang Guntur tadi di sini rumah mantan mertua bu Gita". Ujar si wanita.


"Oh ya?. Kita ke perumahan lain. Biar mereka bingung. Terus ke perkampungan padat saja


Mereka tidak mengikuti kita dari jarak dekat jika di perumahan,. Pasti takut ketahuan". Jawab si pria.


"Mereka tidak kelihatan kan?". tambah sang pria.


Langsung membelokan mobilnya ke gang tengah dekat sisi rumah terdekat.


Dan yang langsung menuju perkampungan. dimana di sini lebih padat rumah, warung dan penduduknya.


"Perkampungan padat begini kita bisa saja bertemu dengan mereka bang. Mereka pasti berpencar". Ujar Si wanita.


Bagaimana tidak, mobil ini sedang menyusuri perkampungan padat yang berada di belakang pasar.


Pasti para anak buah Dika tadi sudah berpencar mencari keberadaan mobil yang mereka iringi.


"Iya. Kita kan...".


Ucapan sang pria terpotong karena bunyi ponsel si wanita.


.........". ujar si wanita menerangkan.


Setelah membaca pesan yang ternyata dari Guntur.


"Ok. Kita ke yayasan Ummi saja. Ada di ujung jalan ini". Ujar si pria.


"Tapi kok Si Guntur minta kita bilang begitu pada pihak yayasan?". tanya si wanita.


"Kurang tahu juga.


Pasti ada sesuatu dengan mereka yang menguntit Gita". Ujar si pria.


"Aku ingat. Pasti orang yang menyuruh mereka menguntit Gita adalah bos mesum itu". Ujar si pria lagi.


Mereka mengangguk paham. Mungkin mereka masih ingin menemukan Gita.


Makanya masih menguntit. Ingin tahu keberadaan Gita.


Sesuai dengan perintah Guntur, mereka pergi keyayasan. Untuk menyatakan ucapan yang Guntur ucapkan tadi kepada pemompin yayasan.

__ADS_1


.


"Mereka di yayasan ummi bos. Di daerah pinggir".


Dika nenerima telfon dari si pengendara tadi. Dan mereka juga sudah menuju daerah yang di sebutkan.


"Aoa gita ada kesana. Maksudnya ada Gita turun dari mobil tadi?". Tanya Dika tidak sabar.


Karena dia terjebak ramainya kendaraan menuju tempat itu.


"Tidak bos.


Mereka hanya berdua turun bos, seperti tadi". Jawabnya.


"Coba dengar apa yang mereka bicarakan di sana. Dan pastikan ada Gita di mobil.


dan jangan biarkan mereka pergi dulu sebelum aku datang". ujar Dika.


"Baik bos.


Si anto sedang mendengar pembicaraan mereka di dalam". Ujar pengndara motor tadi.


Mengatakan rekannya sudah ada di dalam. Menguping.


Tapi sialnya Dika. Dia telat sampai di depan yayasan. Dan baru saja turun dari mobil menemui orang suruhannya.


"Maaf bos. Mereka sudah pergi duluan. Tadi sudah kami coba untuk melihat ke dalam mobil itu, dan tidak ada bu Gita.


Dan Anto ada info penting yang dia dengar tadi di dalam". Ujar si pengendara motor.


"Info penting apa. Aku tidak mau yang tifak ada hubungannya dengan Gita". Ucap Dika kesal.


Karena tidak bertemu mobil yang mereka yakin di dalam mobil itu ada Gita.


"Aku rasa ini mengenai bu Gita bos. Bos kan pernah bilang kalau bu Gita itu bisa jadi sedang hamil anak bos.


Dan tadi, katanya mereka akan menitipkan seorang anak beberapa bulan lagi.


Ada kerabat mereka yang sedang hamil karena di perkosa. Dan mereka ingin menitipkan di yayasan ini setelah lahir nanti". Terang Informan Dika.


Dika mendengar ucapan sang informan sambil tersenyum.


Kalau benar kedua orang tadi kerabat atau kenalan Gita. mungkin saja kalau Gita yang sedang hamil.


Hamil anaknya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2