
"Pasti ada yang melatar belakangi kenapa dia selalu menganggu kamu.
Tidak mungkin juga tidak ada apa-apa orang tiba-tiba dendam dan bikin kamu kesal". Ujar Indri bijak.
Sebab dia juga begitu. dia yang dendam pada istri Guntur.
Gara-gara dia Dika berbuat nekat. Mencelakai Guntur dengan menabrak motor yang di kendarai Guntur.
Hingga Guntur meninggal.
"Iya. Suamiku adalah mantan pacarnya, yang katanya sudah mengambil kesuciannya waktu mereka pacaran.
Bukan aku saja yang diteror. Pacar sebelumku pun juga di ganggu.
Padahal dia dulu meninggalkan suamiku untuk menikahi seorang polisi.
Tapi dia yang dendam pada siapapun yang dekat dan berhubungan dengan suamiku itu". Jelas wanita itu panjang lebar.
Menjelaskan masalah yang dia dan suaminya hadapi.
"Terus, apa suami kamu juga dia ganggu?". Tanya Indri.
"Secara langsung tidak.
Aku yang selalu di ganggu, fitnah dan di bikin kesal. hingga aku sering kesal dan mengomel pada suamiku.
Hal itu bikin suamiku tidak nyaman padaku, hingga kami sering bertengkar. padahal kami tahu, kalau masalah selalu berasal dari mantan suamiku itu.
Walaupun kami bertengkar di dalam rumah, tapi saat diluar kami bersikap biasa. Membuat nya semakin menjadi menganggu rumah tanggaku yang terlihat aman-aman saja.
Hingga puncaknya beberapa minggu yang lalu, rumahku di datangi dua orang pria yang mengaku sales, menawarkan barang.
Aku sebenarnya tidak mau menerima sales itu, tapi aku di paksa, dengan mendorongku masuk ke kontrakanku.
aku yang sendiri di kontrakan, membuat mereka bebas beraksi. Aku di lecehkan kedua pria itu.
Tanpa aku duga, ternyata istti polisi itu yang menyuruh kedua pria itu. Aku tahu saat aku sedang di lecehkan, dia masuk. Dan nenelfon suamiku.
Dia sengaja memberi tahu suamiku, kalau aku selingkuh dengan memasukan pria ke rumah. Maka suamiku buru-buru pulang, saat aku selesai dilecehkan.
Tanpa bertanya dan memberiku kesempatan, suamiku langsung menalaku. saat itu juga suamiku pergi dari kobtrakanku membawa semua barangnya.
Disanalah awal aku berbuat nekat. Aku membalas perbuatannya. Aku minta bantuan pada preman pasar yang kerabat temanku.
Mereka juga pernah dihina istri polisi itu saat dipasar. Karena dia selalu membawa nama suaminya jika belanja kepasar.
Agar tukang parrkir, tukang angkat tidak mau meminta uang jasa. Juga pada para pedagang, dia menyebut suaminya yang punya jabatan untuk memberi harga murah saat belanja.
Kebetulan aku yang ingin membalas dengan cara yang sama. Menceritakan perbuatan istri polisi itu, Di sambut preman itu dengan baik. Kami sama-sama ingin membalas.
Dengan membawa beberapa kuli bangunan yang akan pulang kampung.
Dan saat pagi itu dia kepasar, dia diculik dan di bawa ke bangunan lama pasar yang tidak pernah digunakan.
Dan dia di perkosa beramai- ramai oleh kuli bangunan.
Dendamku dan sakit hati preman pasar terbalas. kami di tangkap. Dan sekarang aku juga dilecehkan.
Tapi aku sudah puas membalas. Aku juga sudah tidak punya suami karena di cerai tanpa iba.
Matipun karena menerima perlakuan seperti tadi aku tidak menyesal. Hidupku sudah hancur, tidak ada lagi yang aku harapkan.
Meskipun aku bisa bebas kelak aku juga tidak ada tujuan hidup lagi. Karena aku tidak punya keluarga di kota ini". Jelasnya pelan.
__ADS_1
Indri merasa kasihan mendengar pengakuan wanita itu. Dia pasrah dengan hari esok.
Mau hidup atau tidak.
Treengggg......
Terdengar suara pukulan pentungan polisi di terali sel. Membuat aku terlojak kaget. Hingga aku betgegas bergeser duduk kearah diding beton.
Bersamaan dengan datangnya seorang polisi, Tinggi dan wajahnya samar terlihatkatena remang.
Tapi dari raut wajahnya dia terlihat geram.
"Apa ucapab mu tadi bisa di percaya?". Dia bertanya dengan suara besar.
Tegas. Karena dia polisi yang sangat berwibawa. Terlihat oleh indri dari tubuh kekar dan cara berdirinya yang tegap.
"Mau kamu percaya atau tidak, ini tidak ada hubungannya dengan kamu. Dan juga tidak ada gunanya walau kamu akan bilang pada polisi yang istrinya sudah membuatku hidupku tidak nyaman beberapa bulan ini.
Aku baru menikah tiga bulan dengan suamiku. Dan selama tiga bulan itu istri temanmu menerorku.
Membuliku saat setiap kali bertemu. menuduhku pekakor dan nenghasut warga sekitar kontrakanku. Hingga aku sudah empat kali pindah kareba tetangga lebih mendengar hasutan dia.
Padahal dia yang menyerahkan dirinya pada suamiku saat kuliah beberapa tahun yang lalu. bahkan pengakuan suamiku bukan hanya dia yang menyicipi wanita murahan itu.
Dan karena keberuntungannya mempunyai suami polisi, dia menindasku, jarena sudah menjadi istri dari mantan pacarnya. padahal dia yang sebenarnya lacur.
Malah membuat aku yang tidak tahu apa-apa jadi korban keegoisannya yang mencatut status suaminya yang aparat kepolisian.
Sungguh kasihan suaminya. di tipu dan tidak punya harga diri. Menampung wanita tidak punya hati menjadi pendamping seorang penjaga masyarakat". Oceh wanita itu.
Walau berucap lemas. Tapi sangat jelas perkataannya.
Tranggghh.
Sekali lagi pukulan pentungan di terali sel.
"Aku suami wanita yang kamu bicarakan itu!". Ucap polisi itu berang.
"Ohhh.. Baguslah.
Berarti memang kamu yang membiarkan preman masuk sel untuk memperkosaku.
Sungguh hebat. Mengunakan jabatan untuk menindas. Tanpa kamu tahu siapa istrimu masa lalu.
Aku memang tidak kenal dengannya. Aku baru melihatnya setelah aku menikah, dan dia yang menindasku.
Tapi suamuku dan temannya pernah bercerita, kalau istrimu itu sudah banyak di pakai teman kuliahnya.
Kamu bisa cari tahu pada temannya". Jawab wanita itu.
Tanpa melihat kearah polisi itu.
"Kamu bohong. Pasti kamu mau memfitah istriku. Lihat aku. Tunjukan wajahmu yang hina itu. Jangan kamu memfitnah". Ujarnya.
Suaranya mengema memenuhi rang tahanan.
Dia membuka kunci terali, memasuki sel dan.
Akhhh..
Polisi itu menendang pinggang wanita yang tidur miring terkapar dilantai. Lalu menarik bahunya dengan kaki.
"Leni!!!!". Panggil polisi itu kaget.
__ADS_1
Menegang pundak wanita itu, yang baru saja dia tendang.
"wandi??!!". Wanita itu juga kaget.
"Kenapa kamu wanita yang di penjarakan istriku?!". Tanya polisi itu.
"Tanya saja istri kamu.
Dia yang kebih tahu, kenapa dia nembuat hidupku tidak tenang senenjak aku menikah". Ujar wanita itu.
Dia kembali memiringkan tubuhnya, membelakangi polisi itu.
"Lihat aku Leni. Kita kerumah sakit yuk. Kamu harus dirawat". Ujarnya ingin membalikan tubuh wanita itu.
"Tidak perlu. Aku disini saja menerima perlakuan dari orang suruhan kamu". Jawab wanita menepis tangannya.
"Leni.. Dengarjan aku. Aku akan...".
"Pergilah. Aku tidak mau bertemu dengan pengkhianat seperti kamu". Jawab wanita itu.
Walau berucap lemas, tapi ucapannya sangat jelas terdengar.
Membuat polisi itu terdiam.
Indri hanya melihat polisi dan wanita itu bergantian.
Lama polisi itu berdiri di belakang wanita itu. Lalu dia berjalan keluar.
Tapi sebelum keluar, indri memanggilnya, ingin tahu. Kenapa dia tadi juga di perkosa.
Padahal menurut wanita tadi, beberapa hari yang lalu wanita yang juga kurir berada di sel ini. Tapi tidak di lecehkan.
"Pak tunggu..
Tadi kenapa aku juga di perkosa. Padahal aku tidak punya masalah dengan polisi". Tanya Indri. Sebelum polisi itu berjalan keluar dari sel sebelah.
Polusi itu menuju sel Indri setelah keluar dari sel wanita itu.
"Kamu mau tahu?!". Tanya polisi itu.
Indri mengangguk.
"Karena kamu sudah menipu pak Guntur.
Dan juga kamu merencankan untuk mencelakai Pak Guntur dan istrinya. Padahal istrinya sesang hamil". Ujar Polisi itu.
"Hamil?. Tapikan bang Guntur meninggal saat kecelakaan". Ujar Indri pelan.
"Meninggal?. Pak Guntur tidak meninggal!. Dia hanya cedera, patah tulang.
Dan dia juga sudah mulai bekerja seminggu ini". Jawab polisi itu.
Membuat Indri kaget. Karena selama ini dia sibuk mencari keberadaan istri Guntur untuk membalas dendam.
"Kamu tidak bisa memakai nama pak Guntur untuk meringankan kasusmu. Karena kamu sudah bukan tanggung jawabnya.
Juga kasusmu sangat berat. Kurir dan bisa di katakan sebagai pengredar". Ucapnya.
Lalu polusi itu pergi dari sel itu.
Membuat pikiran Indri berkecamuk.
.
__ADS_1
.
.